Atasi Demam pada Anak Usai Imunisasi

Oleh dr. Valda Garcia pada 01 Aug 2019, 11:00 WIB
Demam pada anak bisa saja terjadi pasca imunisasi. Tak perlu cemas, lakukan langkah-langkah berikut ini.
Atasi Demam pada Anak Usai Imunisasi (Spotters/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Imunisasi merupakan hak bagi setiap anak. Karena hal ini dapat memicu daya tahan tubuh agar lebih kuat ketika menghadapi infeksi virus atau bakteri tertentu. Namun biasanya, orang tua enggan membawa anaknya untuk imunisasi karena bisa menyebabkan demam pada anak. Padahal, hal ini bisa diatasi.

Seluruh vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional (PIN) bersifat aman dan efektif jika pengelolaan dan pemberiannya sesuai dengan aturan yang diberikan oleh World Health Organization (WHO).

Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada satu pun jenis vaksin yang bebas dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang salah satunya adalah demam.

Apa yang dimaksud dengan KIPI?

KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diinginkan, terjadi setelah pemberian imunisasi pada anak dan belum tentu berhubungan dengan vaksin yang diberikan.

KIPI yang terjadi dapat bersifat ringan hingga dapat menimbulkan kelainan pada hasil pemeriksaan laboratorium. KIPI ini dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori, yaitu:

  • Reaksi yang terkait dengan produk vaksin
  • Reaksi yang terkait dengan cacat mutu vaksin
  • Reaksi terkait kekeliruan prosedur imunisasi
  • Reaksi kecemasan terkait imunisasi
  • Kejadian koinsiden.

Reaksi ringan yang terjadi pasca imunisasi dapat berupa reaksi lokal dan reaksi sistemik. Reaksi lokal dapat berupa sakit, bengkak dan kemerahan pada lokasi suntikan.

Sedangkan, reaksi sistemik yang paling sering ditemukan pasca imunisasi pada anak adalah demam, dimana suhu tubuh di atas 38OC, rewel dan terasa lemas. 

Berdasarkan data yang dimiliki WHO, berikut beberapa jenis vaksin yang dapat memicu terjadinya demam ketika diberikan:

  • Hepatitis B (1-6%)
  • Hib (2-10%)
  • Campak atau MR atau MMR (5-15%)
  • Polio (< 1%)
  • Pertussis atau DTwP (kejadian sampai 50%)
  • Tetanus atau DT atau aTd (10%)

Berdasarkan data tersebut, sebaiknya ketika anak akan diimunisasi jenis vaksin tersebut, orang tua sudah menyiapkan obat penurun demam untuk anak, sehingga sudah tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

1 of 2

Tips ketika anak demam usai imunisasi

Meskipun dapat menimbulkan demam atau bahkan KIPI lainnya, imunisasi tetap harus diberikan.

Selain itu, jika dipertimbangkan, jauh lebih banyak keuntungan yang diperoleh jika seorang anak diimunisasi dibandingkan tidak imunisasi hanya karena takut anak tersebut mengalami berbagai rangkaian KIPI yang belum tentu terjadi.

Namun, ketika anak mengalami demam setelah imunisasi, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut untuk dapat mengatasi demam.

  • Berikan minum yang banyak

Ketika anak mengalami demam, suhu dalam tubuhnya mengalami peningkatan, sehingga dapat menyebabkan menurunnya kadar air dalam sel tubuh.

Jika hal ini dibiarkan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama, akan menimbulkan dehidrasi pada anak. Oleh karena itu, sangatlah penting memperhatikan asupan air minum yang dikonsumsi oleh anak agar terhindar dari kondisi dehidrasi.

  • Kenakan pakaian yang sejuk dan nyaman

Ketika anak mengalami demam, sering kali menimbulkan keringat yang berlebih. Oleh karena itu, perhatikan kondisi baju anak dengan menghindari pakaian yang lembap, lalu ganti dengan pakaian yang sejuk dan nyaman bagi anak.

  • Berikan spons hangat

Saat anak demam, sebaiknya kompres dan mandi menggunakan air hangat. Dengan demikian, pembuluh darah akan melebar dan pori-pori kulit akan terbuka, sehingga panas yang terdapat di dalam tubuh dapat menguap keluar.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan kompres di lipatan ketiak, selangkangan dan punggung, karena memiliki paparan yang luas ,sehingga dapat lebih efektif menurunkan demam.

  • Berikan penurun demam seperti parasetamol

Sebelum melakukan imunisasi, khususnya yang dapat atau sering menimbulkan demam, sebaiknya siapkan obat penurun demam di rumah yang mengandung parasetamol. Berikan dengan dosis sampai 15 mg/kgBB setiap 6-8 jam, maksimum 4 dosis selama 24 jam.

Menyambut Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang jatuh pada Agustus ini, kesadaran tentang pentingnya imunisasi bagi anak perlu ditingkatkan. Demam pada anak setelah imunisasi wajar terjadi. Namun, orang tua tidak perlu khawatir. Karena lebih banyak dampak positif yang ditimbulkan dari pemberian imunisasi dibandingkan dengan KIPI yang belum tentu dapat muncul. Bila pun anak demam, terapkan berbagai langkah di atas untuk membantu menurunkan demam anak.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓