Cara Mudah Bikin Anak Tenang Saat Imunisasi

Oleh Ayu Maharani pada 01 Aug 2019, 15:00 WIB
Ingin agar anak tetap tenang saat hendak imunisasi? Ini cara mudah yang bisa Anda terapkan!
Cara Mudah Bikin Anak Tenang Saat Imunisasi (Billion-Photos/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar (SD), mendengar cerita tentang hebohnya situasi saat imunisasi bisa bikin Anda tertekan. Pasalnya, cerita tersebut menggambarkan betapa sulitnya mengontrol si Kecil ketika petugas medis dating dan hendak menyuntikkan vaksin. Ada anak yang menangis histeris, ada pula yang kabur sehingga bikin suasana makin runyam.

Memang, memberikan imunisasi pada anak sekolah memang lebih sulit dan menantang dibandingkan pada bayi. Sebab, pada bayi, mereka belum mengerti tentang konsep imunisasi sehingga tidak akan bereaksi berlebihan. Beda halnya jika yang hendak mendapat imunisasi adalah anak usia sekolah.

Pada umumnya, anak usia sekolah dasar sudah paham betul tentang suntikan yang akan terasa menyakitkan di tubuhnya. Alhasil, akan muncul stigma di pikiran anak bahwa jarum suntik adalah hal menakutkan. Hal tersebut kemudian memicu anak untuk melakukan mekanisme pertahanan, baik berupa tangisan, pukulan, bersembunyi, atau melarikan diri. Jika sudah begini, apa yang bisa dilakukan sebagai jalan keluarnya?

Agar anak tenang saat imunisasi

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, hal yang paling berperan untuk membuat kondisi anak tenang sebelum, saat, dan sesudah imunisasi adalah komunikasi. Sering kali, orang dewasa membohongi anak bahwa imunisasi itu tidak sakit. Padahal, tindakan seperti itu adalah cara menenangkan yang salah.

“Sedari awal seharusnya anak sudah diberi pengertian bahwa imunisasi itu memang sakit karena harus menggunakan jarum suntik. Orang tua harus meyakinkan pada anak bahwa, rasa sakit akibat jarum suntik saat imunisasi hanya berlangsung sebentar saja. Sehabis itu, anak akan terus sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya,” kata dr. Sara.

Ketika anak sudah diberitahu tentang konsep imunisasi yang sebenarnya, ada baiknya orang tua terus mendampinginya sebagai bentuk dukungan.

“Ya, orang tua bisa memangkunya atau memegangi anaknya. Itu karena tidak semua anak langsung mau berhadapan dengan orang asing. Kalau didampingi orang tua, biasanya anak akan jauh lebih relaks,” tutur dr. Sara.

Apabila anak tidak menangis atau teriak setelah jarum suntik menusuk tubuhnya, Anda bisa memberinya hadiah sebagai bentuk penghargaan. Semasa kecil, hadiah setelah anak berhasil melakukan hal sulit adalah sesuatu yang penting baginya.

“Gunanya untuk menghargai usaha yang telah dilakukan anak dan agar ia menjadi tahu bahwa sehabis ada kondisi yang tidak enak pasti ada kejadian menyenangkan setelahnya,” dr. Sara menambahkan. 

Jika Anda ingin lebih meyakinkan anak, beritahukan padanya bahwa ia juga pernah mengalami hal yang sama sewaktu bayi dan semuanya berjalan dengan lancar. Beritahu juga bahwa imunisasi yang didapatkan saat usia sekolah dasar adalah tindakan lanjutan dari yang sebelumnya.

Intinya, yakinkan bahwa imunisasi bukanlah hal yang harus ditakutkan. Justru, imunisasi adalah tindakan positif yang berfungsi untuk membuat si Kecil terhindar dari berbagai penyakit infeksi.

Semakin banyak orang tua yang memahami hal tersebut, tingkat kesuksesan imunisasi akan semakin tinggi dan risiko terjadinya penyakit infeksi di Indonesia semakin rendah. Melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah, semua pihak perlu bersama-sama mewujudkan generasi muda Indonesia yang sehat dan cemerlang. 

(NB/ RVS)