6 Imunisasi Wajib untuk Anak

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 02 Aug 2019, 12:00 WIB
Imunisasi adalah kebutuhan yang wajib dipenuhi untuk menjaga kesehatan anak. Berikut adalah enam imunisasi wajib untuk anak.
6 Imunisasi Wajib untuk Anak (Yusnizam-Yusof/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Imunisasi penting dan wajib untuk anak. Ini merupakan langkah awal Anda melindungi anak dari suatu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Bila seluruh anak di dunia sudah mendapatkan imunisasi yang sesuai, tujuan yang lebih besar akan tercapai, yaitu diberantasnya suatu penyakit.

Imunisasi dilakukan dengan memasukkan, baik disuntik atau lewat mulut, versi jinak dari virus atau bakteri penyakit yang sudah dilemahkan. Tubuh anak akan melihat kedatangan virus atau bakteri jinak ini sebagai ‘ancaman’ pada tubuh.

Selanjutnya, sistem imun akan terpicu untuk memproduksi antibodi yang nantinya bertugas untuk melawan penyakit. Jika suatu saat si Kecil terserang penyakit tersebut, tubuh sudah memiliki antibodi yang mampu mengenali dan melawannya.

Imunisasi wajib bagi si Kecil

World Health Organization (WHO) selaku badan kesehatan dunia menyarankan seluruh negara untuk melakukan imunisasi. Ada enam imunisasi wajib pada anak yang menjadi komitmen WHO dan negara-negara di dunia. Apa saja imunisasi wajib itu?

  • Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV) yang membuat peradangan pada hati. Vaksin ini diberikan segera setelah bayi lahir, yaitu ketika usia

  • DPT

Seperti namanya, vaksin DPT berguna untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Ketiga penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri.

Pada tahun 2018, difteri sempat menjadi KLB (kejadian luar biasa) di Indonesia.  Penyakit ini menyebabkan gangguan pernapasan akibat saluran napas yang membengkak.

Pertusis juga menyerang sistem pernapasan, menyebabkan batuk rejan dan dikenal dengan batuk 1.000 hari karena lamanya durasi penyakit ini. Adapun tetanus disebabkan oleh bakteri yang hidup di tempat tanpa oksigen. Contohnya tali pusat bayi yang tidak bersih.

Ketiga penyakit ini dapat berujung kematian jika tidak ditangani. Kabar baiknya, ketiganya dapat dicegah dengan mudah oleh imunisasi.

  • Hemofilus Influenza tipe B (HiB)

Jangan anggap virus influenza jenis ini sebagai flu biasa. HiB dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis yang tentunya akan berbahaya bagi anak. Saat ini, vaksin HiB sudah digabung dengan Hepatitis B dan DPT, yang dikenal dengan nama Pentabio yang berarti lima.

  • Polio

Penyakit dengan nama asli Poliomyelitis ini disebabkan oleh virus dan sangat menular. Sel pada saraf tulang belakang akan dirusak oleh virus tersebut sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Dunia hampir mencapai pemberantasan penyakit ini. Namun begitu, tetap dibutuhkan partisipasi seluruh masyarakat untuk imunisasi.

  • Campak

Penyakit yang diakibatkan oleh virus ini sangat menular sehingga penting untuk dilakukan imunisasi. Gejala yang muncul biasanya adalah demam, ruam, hingga menyebabkan infeksi otak jika terjangkit dan tidak ditangani dengan baik.

  • BCG

WHO menyarankan vaksin ini hanya untuk daerah endemis. BCG (Bacille Calmette-Guerin) digunakan untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TBC). Indonesia sendiri tergolong daerah yang endemis dengan angka penderita TBC yang tinggi.

Keenamnya merupakan imunisasi wajib untuk anak. Imunisasi merupakan ‘senjata’ penting yang wajib diberikan sejak bayi lahir ke dunia untuk menjaga kesehatannya. Selanjutnya, demi memperpanjang ‘masa berlaku’ perlindungannya, beberapa jenis imunisasi harus diulangi sesuai jadwal dan jarak yang telah ditentukan.

[HNS/ RH]