Harapan Hidup Penderita Kanker Otak

Oleh Ayu Maharani pada 02 Aug 2019, 14:20 WIB
Berkaca pada kejadian yang dialami Agung Hercules, bagaimana sebenarnya bagaimana harapan hidup penderita kanker otak?
Harapan Hidup Penderita Kanker Otak (Kateryna-Kon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Agung Santoso atau yang beken dengan sapaan Agung Hercules terpaksa takluk pada kanker otak glioblastoma yang dideritanya. Padahal, kabar bahwa pria bertubuh kekar tersebut menderita kanker otak baru saja diberitakan di media pertengahan Juni 2019 silam. Pertanyaannya, seperti apa sebenarnya harapan hidup penderita kanker otak?

Sebenarnya, pertanyaan di atas cukup wajar. Apalagi mengingat jarak yang terbilang sangat cepat, sejak kabar sakit yang dideritanya terdengar hingga kepergiannya. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, tak ada salah untuk memahami kanker otak terlebih dahulu.

Mengenal kanker otak

Kanker otak terbagi menjadi beberapa jenis; yakni glioma, meningioma, medulloblastoma, ganglioglioma, neurilemmoma dan craniopharyngiomas. Nah, glioblastoma yang dialami oleh Agung Hercules termasuk dalam astrositoma yang merupakan bagian dari glioma.

Astrositoma terdiri atas 4 stadium, dan glioblastoma adalah tingkatan yang paling tinggi serta paling cepat berkembang. Terkait hal ini, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter mengatakan bahwa kesempatan hidup orang yang mengalami kanker otak stadium 4 memang kecil. Sebab, tumor yang terdapat dalam tubuhnya sudah membesar, menekan saraf, dan berpotensi menimbulkan kerusakan di bagian tubuh lainnya.

“Biasanya penderita kanker otak stadium 4 rata-rata memiliki kesempatan hidup selama 12–18 bulan saja. Sebanyak 25 persen orang yang terkena kanker stadium 4 bahkan hanya bertahan 1 tahun. Hanya 5 persen yang bisa bertahan sampai 5 tahun,” jelas dr. Devia.

Lalu, bagaimana dengan rentang waktu yang dimiliki oleh Agung Hercules? Bukanlah itu terbilang amat singkat?

Dikatakan oleh dr. Devia, angka-angka fase hidup itu hanya bersifat rata-rata. Ini artinya, kesempatan atau fase hidup seorang penderita kanker sangat bergantung dari ketahanan tubuh dan seberapa ganas atau banyak sel kanker yang terbentuk. Jika pasien kanker hanya bisa hidup dalam beberapa bulan, berarti penyakit yang dialaminya sudah benar-benar parah atau sudah menyebabkan komplikasi yang membuat tubuhnya langsung drop lalu meninggal dunia.

Tak benar-benar sembuh

Kanker memang penyakit mematikan yang kini masih menjadi tantangan bagi dunia kedokteran. Pasalnya, Agung Hercules sudah sempat dinyatakan sembuh setelah mendapat tindakan operasi. Namun ternyata, sel kanker sudah terlanjur menyebar, sehingga tidak terbasmi sepenuhnya.

“Memang, salah satu cara untuk menghilangkan sel kanker adalah dengan tindakan operasi. Tetapi, ketika kanker sudah masuk ke stadium 4, bisa saja ada sisa sel kanker tertinggal di dalam tubuh tanpa diketahui,” kata dr. Devia

“Lagi pula, tumor yang sudah parah akan membuat pembuluh darah yang sangat banyak mencari makanan. Sehingga, bila pembuluh darah itu juga diangkat akan berpotensi menyebabkan perdarahan hebat,” tambahnya.

Harapan hidup penderita kanker otak stadium 4 memang tergolong kecil. Sebab, sekalipun penyakit bisa disembuhkan, bukan tidak mungkin sel kanker sudah terlanjur menyebar dan menyebabkan kerusakan secara diam-diam.

Itulah sebabnya mengapa kanker harus dideteksi dan diobati sedini mungkin. Apabila Anda mengalami keluhan dan kecurigaan adanya kanker otak atau kanker jenis lainnya, jangan tunda untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Ingat, jika kanker diabaikan dan terus berkembang hingga mencapai stadium akhir, harapan hidup yang dimiliki penderita pun semakin rendah.

(NB/ RH)