Kenapa Binaragawan seperti Agung Hercules Bisa Kena Kanker Otak?

Oleh Ayu Maharani pada 02 Aug 2019, 14:10 WIB
Tubuh yang tampak bugar dan kekar tak menjamin seseorang bebas penyakit. Kenapa binaragawan seperti Agung Hercules bisa terserang kanker otak?
Kenapa Binaragawan seperti Agung Hercules Bisa Kena Kanker Otak? (Foto: @agunghercules88/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Kabar duka cita kembali mewarnai dunia hiburan. Pesohor Agung Hercules berpulang akibat kanker otak glioblastoma pada hari Kamis (1/8). Rasanya sulit untuk percaya, karena sebelum diberitakan terdiagnosis penyakit tersebut, almarhum dikenal sebagai sosok yang sehat dan bugar. Kenapa, ya, binaragawan seperti Agung bisa terserang kanker otak?

Waspadai kandungan dalam suplemen pembentuk otot

Menurut dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter, kanker otak glioblastoma biasanya disebabkan oleh tiga hal. Pertama karena adanya mutasi gen yang terjadi pada otak si penderita, terkena paparan zat kimia atau zat yang bersifat karsinogenik selama bertahun-tahun, dan terakhir paparan radiasi.

Menariknya pada bulan Juni lalu, salah satu sahabat Agung, Ozy Syahputra, sempat mengatakan kepada awak media bahwa pencetus kanker otak yang diderita pelantun lagu “Astuti” tersebut adalah suplemen pembentuk otot.

Suplemen otot memang kerap dikonsumsi oleh binaragawan. Tujuannya agar latihan angkat bebannya membuahkan hasil yang cepat, dan otot bisa tumbuh besar sekaligus kencang. 

Dilansir dari laman Medical Xpress, mereka yang sering mengonsumsi suplemen protein L-norvaline harus lebih waspada terhadap potensi bahayanya. Protein tersebut adalah bahan yang banyak digunakan dalam suplemen pembentuk tubuh, dan difungsikan sebagai senyawa yang dapat meningkatkan intensitas latihan serta mempercepat pemulihan tubuh. 

Kabar buruknya, dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal medis “Toxicology in Vitro”, para ilmuwan dari Universitas Teknologi Sydney, Australia, mengatakan bahwa senyawa tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Ditemukan juga potensi kematian.

Senyawa L-norvaline termasuk salah satu dari ratusan asam amino yang tidak digunakan dalam pembentukan protein pada manusia. Namun kini, banyak suplemen makanan yang menggunakan senyawa tersebut (asam amino yang tak lazim) untuk meningkatkan kekuatan tubuh dan kinerja otot konsumennya. 

Bahayanya, ketika L-norvaline masuk ke dalam tubuh, protein tersebut bisa menjadi racun, meniru asam amino protein, lalu menipu tubuh untuk memproduksi protein yang salah. Dalam kasus tanaman saja, asam amino beracun akan dilepaskan ke dalam tanah, sehingga tidak membunuh tubuh tanaman tersebut. 

Jadi, bayangkan bila senyawa tersebut justru berkembang dan terakumulasi di dalam tubuh manusia.  Tentu lama-kelamaan senyawa L-norvaline juga bisa mematikan, meski pada awalnya terkesan menguatkan.

Penggunaan steroid secara sembarangan

Sama seperti fungsi suplemen pembentuk otot, steroid mampu membuat tubuh penggunanya lebih kuat, otot menjadi lebih besar dan kencang. Penggunaan steroid tentu bukan tanpa risiko. Meski tidak sampai menimbulkan kanker otak, dr. Devia mengatakan bahwa penggunaan steroid secara sembarangan justru bisa menimbulkan gagal ginjal.

Gagal ginjal adalah tingkatan akhir dari penyakit ginjal. Ginjal yang sudah rusak akibat steroid tidak mampu lagi menyaring dan membuang limbah dalam darah secara optimal, sehingga penderitanya perlu melakukan cuci darah terus-menerus.

Suplemen pembentuk otot atau steroid memang bukan faktor utama yang menyebabkan kanker otak. Terjadinya kanker ada banyak sekali variabelnya. Bisa dari mutasi genetik, riwayat kanker otak dalam keluarga, usia tua, hingga paparan radiasi. Selain itu, kebiasaan dan pola hidup seseorang juga bisa menjadi pertimbangan.

Itulah beberapa alasan kemungkinan kenapa binaragawan seperti Agung Hercules bisa terserang kanker otak glioblastoma. Apa yang dialami oleh almarhum bisa jadi pengingat bahwa kanker (apa pun) bisa begitu berbahaya. Lindungi diri kanker dengan tidak merokok dan jauhi paparan asapnya, makan makanan sehat, aktif secara fisik dan pertahankan berat badan sehat, lindungi diri dari sinar matahari, jangan lupa vaksinasi, termasuk cek kesehatan secara rutin sebagai langkah deteksi dini.

(RN/ RH)

Giftson Partogi Tua TampubolonGiftson Partogi Tua Tampubolon

Kalau senyawa L-Valine, Dok? Apakah serupa dengan senyawa L-norvaline? Terimakasih Dok