Ini Alasan Medis Mengapa Cinta Pertama Susah Dilupakan

Oleh Ayu Maharani pada 02 Aug 2019, 16:00 WIB
Hal-hal pertama di dalam hidup akan selalu diingat, termasuk cinta pertama. Ternyata ada alasan medis atas pengaruh otak terhadap hal tersebut.
Ini Alasan Medis Mengapa Cinta Pertama Susah Dilupakan (Life-Science/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit film atau lagu yang mengangkat tema tentang cinta pertama. Karena katanya, cinta pertama itu tidak akan pernah terlupakan alias selalu bikin gagal move on! Dengan demikian, meski kisah percintaan Anda itu sudah lama sekali berlalu, tetapi sangat mudah untuk mengingatnya kembali.

Tidak dimungkiri, fenomena-fenomena tersebut memang sering terjadi. Saking seringnya, banyak yang mengatakan bahwa nama orang dan memori yang terjadi saat berkencan dengan cinta pertama akan selalu terukir di otak sehingga bisa membuat Anda terbawa perasaan saat memikirkannya.

Anggapan itu memang tidak sepenuhnya salah. Sebab, saat merasa tertarik dan jatuh cinta pada seseorang, Anda menjadi lebih antusias daripada biasanya. Anda menjadi ingin banyak tahu tentang si dia dan selalu ingin berada di dekatnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh otak yang terus memproduksi hormon dopamin, adrenalin dan norepinefrin yang membuat Anda lebih waspada atau peka. 

Ketika Anda bersama dengan orang yang disukai atau setidaknya hanya memikirkan si tambatan hati, otak akan membacanya sebagai bentuk kenikmatan. Pada akhirnya, otak akan terus memerintahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jadi, sudah tahu ‘kan mengapa saat jatuh cinta rasanya selalu indah? Itu karena memang otak ikut memainkan peran dalam menciptakan hormon-hormon sensitif dan kenikmatan.

Penyebab cinta pertama susah dilupakan

Lalu, bagaimana dengan cinta pertama yang sulit dilupakan? Bagaimana otak memengaruhi hal tersebut sehingga Anda sulit melupakannya?

Sebenarnya, tanpa mengaitkannya dengan fungsi otak, Anda menyetujui bahwa apapun yang dilakukan pertama kali pasti akan lebih mudah diingat. Sehingga, selain masalah otak, sensasi pertama juga berperan penting di sini. 

Ketika Anda jatuh cinta, semua memori tersimpan dalam area sensorik otak. Saat mencium sebuah aroma atau mendengarkan lagu, Anda mungkin langsung teringat pada cinta pertama. Pasalnya, saraf penciuman dan pendengaran terletak sangat dekat dengan amigdala.

Dikatakan oleh dr. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter, amigdala adalah organ kecil di dalam otak yang berbentuk seperti kacang. Organ ini mampu mengatur ingatan yang berkaitan dengan emosi, termasuk rasa takut dan senang.

Karenanya, bila Anda mencium aroma minyak wangi seperti yang dipakai oleh si mantan, atau mendengar lagu tertentu yang berkaitan dengan si dia, akan timbul lagi suatu ingatan dan perasaan, yang berkaitan dengan orang tersebut.

Tak berhenti di situ, cinta pertama juga biasanya dialami oleh remaja yang sedang terpengaruh gejolak hormon. Apa pun yang dipengaruhi oleh gejolak hormon biasanya memang akan lebih berkesan. Bahkan, sebuah penelitian yang meminta sekelompok lansia untuk menceritakan mengenai ingatan sepanjang hidup, sebagian besar dari mereka justru menjawab tentang pengalaman cinta pertama!

Cinta pertama sulit dilupakan karena ada beberapa saraf yang letaknya sangat dekat dengan organ pengatur ingatan alias amigdala. Memang, tak ada yang menjamin bahwa Anda akan mengalami kebahagiaan atau rasa sakit seperti saat pertama kali jatuh cinta. Namun, Anda disarankan untuk tidak berhenti mencintai, khususnya pada orang yang diyakini menjadi teman hidup.

Sementara itu dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter mengatakan bahwa jatuh cinta bisa memberikan manfaat kesehatan. Misalnya, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi rasa nyeri, dan menstabilkan tekanan darah maupun frekuensi denyut nadi sehingga jantung lebih sehat. Jadi, walau Anda masih suka teringat cinta pertama, jangan sampai membuat hidup ‘berhenti’ dan kapok jatuh cinta, ya!

(NB/RH)