Jangan Membawa Bayi Nonton di Bioskop! Ini Efeknya secara Medis

Oleh Ayu Maharani pada 03 Aug 2019, 09:00 WIB
Berniat membawa bayi nonton bioskop? Jangan buru-buru, baca ini terlebih dahulu agar tahu efeknya secara medis!
Jangan Membawa Bayi Nonton di Bioskop! Ini Efeknya  secara Medis (Foto: eventcinemas.co.nz)

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin pernah melihat pasangan yang membawa bayi saat sedang nonton di bioskop. Atau jangan-jangan Anda dan pasangan termasuk yang melakukannya? Adakah efek secara medis bagi bayi?

Setelah menikah dan punya anak, kegiatan jalan berdua untuk nonton di bioskop seperti waktu pacaran memang bukan lagi prioritas. Kalaupun bisa, Anda pasti akan terus memikirkan si Kecil dan akhirnya merasa tidak nyaman. Alasan inilah yang membuat banyak pasangan memutuskan membawa bayinya.

Suara di Bioskop dan Pendengaran Bayi

Omong-omong tentang nonton bioskop bersama bayi, ternyata ada alasan bagus mengapa hal ini sebaiknya tak dilakukan. Seperti diketahui, bioskop di kota-kota besar memiliki sistem canggih yang dapat mengeluarkan volume suara hingga 85 desibel (dB). 

Angka tersebut hanya sebatas untuk volume percakapan biasa dari sebuah film. Bila sedang ditayangkan adegan ‘heboh’, seperti di film-film superheroes yang banyak perkelahian, maka intensitas volume bisa meningkat berkali-kali lipat. 

Menurut American Academy of Pediatrics, tingkat kebisingan yang melebihi 45 desibel saja sudah berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi. Bisakah Anda bayangkan apa yang terjadi pada pendengaran bayi jika dibiarkan mendengarkan tingkat volume yang lebih dari itu?

Bayi memiliki indera pendengaran yang super sensitif. Ini membuatnya akan selalu memerhatikan segala suara yang ada di sekitarnya. Nah, apabila suara tersebut terlampau keras, kesehatan telinga bayi bagian dalam akan terancam. Hal ini khususnya terjadi pada bagian koklea yang bertugas untuk memproses bunyi. 

Sebagai akibat dari kerusakan fungsi telinga, bayi akan mengalami gangguan pendengaran. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, beberapa gejala gangguan pendengaran pada bayi meliputi:

  • Bayi tidak menoleh ke arah sumber suara pada umur 3–6 bulan 
  • Saat terjadi suara keras secara tiba-tiba, bayi tidak terkejut
  • Mengalami keterlambatan berbicara saat memasuki usia anak-anak
  • Tidak lagi tertarik pada mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian

Jika bayi Anda mengalami salah satu atau semua ciri-ciri di atas, segera periksakan kondisi pendengarannya ke dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Dengan demikian si Kecil bisa segera mendapatkan penanganan yang optimal. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula kemungkinannya terhindar dari gangguan pendengaran permanen dan perkembangan bahasa (menyimak dan berbicara).

Adakah cara mencegahnya?

Apabila Anda dan pasangan terpaksa harus membawa bayi ke bioskop, kenakan penyumbat pada telinga si Kecil. Sebisa mungkin, pilihlah film dengan adegan yang tidak terlalu mengagetkan, sehingga suara yang dihasilkan tidak terlalu menyakiti telinga bayi Anda. 

Selain itu, Anda dan pasangan juga bisa menjaga bayi dengan keluar bioskop secara bergantian. Memang tidak nyaman buat orang dewasa seperti Anda, tetapi setidaknya, itu bisa ‘mengistirahatkan’ sejenak fungsi pendengaran buah hati dari suara-suara bising. 

Apabila bayi sudah menunjukkan rasa tidak nyaman, misalnya rewel atau menangis hebat, jangan berusaha untuk menenangkannya di dalam studio bioskop. Lebih baik ajak keluar, agar tidak mengganggu kenyamanan orang lain yang sedang menyaksikan film.

Pada akhirnya, membawa bayi nonton di bioskop bukanlah ide cemerlang. Bahkan efek yang ditimbulkan secara medis pun tak main-main. Pahamilah bahwa prioritas Anda ketika menikah dan memiliki anak sudah berbeda dengan sebelumnya. Jika memang tidak ada yang bisa menjaga si buah hati saat akan pergi ke bioskop, singkirkan ego Anda dan lebih baik tunda rencana tersebut. Pilihlah aktivitas hiburan lain yang lebih aman untuk kesehatan si Kecil.

(NB/ RH)