Anak Sering Menelan Pasta Gigi, Bahayakah?

Oleh drg. Callista Argentina pada 03 Aug 2019, 10:00 WIB
Sering kali anak menelan pasta gigi saat menyikat gigi. Sekali atau dua kali mungkin masih aman. Bagaimana bila terlalu sering, bahayakah?
Anak Sering Menelan Pasta Gigi, Bahayakah? (Aleksey Kurguzov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anak di bawah usia enam tahun masih belum punya refleks berkumur dan membuang ludah dengan baik. Sehingga, saat menyikat gigi mereka sering kali menelan pasta gigi. Jika hal ini terjadi setiap hari, bisa jadi membahayakan kesehatannya.

Pasta gigi anak kini hadir dengan berbagai macam rasa, sehingga membuat anak tertarik untuk menyikat gigi. Namun, sering kali pasta gigi tersebut tertelan, baik dengan cara yang sengaja ataupun tidak sengaja.

Bahaya menelan pasta gigi

Sebagian besar pasta gigi anak yang dijual di pasaran memiliki kandungan fluoride, yang berfungsi untuk melindungi permukaan gigi agar tidak mudah berlubang. Namun jika fluoride terlalu banyak tertelan maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti berikut ini:

  1. Dental fluorosis

Dental fluorosis adalah kerusakan pada lapisan enamel gigi tetap, ditandai dengan timbulnya bercak dan corak garis-garis putih. Bahaya yang lebih berat, bisa menyebabkan gigi seperti terkena bercak noda cokelat kehitaman dan terdapat lubang-lubang dalam yang rapuh.

Hal ini bisa disebabkan si Kecil terlalu banyak menelan zat fluoride yang terdapat dalam pasta gigi, dan terjadi saat tahap pembentukan gigi yaitu dari usia 0-8 tahun.

Dampak lainnya, menelan pasta gigi akan membuat anak menjadi tidak percaya diri terhadap gigi tetapnya, terutama saat memasuki usia remaja.

  1. Ruam pada kulit

Penggunaan pasta gigi mengandung fluoride juga dapat mengakibatkan dermatitis perioral, yaitu ruam yang terjadi di mulut dan sekitarnya. Selain itu, jenis ruam ini juga bisa menyebabkan sariawan.

Meski banyak terjadi pada wanita usia 20-50 tahun, bukan berarti si Kecil tidak bisa mengalaminya. Jika hal ini terjadi, segera hentikan pemakaian pasta gigi ini dan ganti dengan pasta gigi non-fluoride.

  1. Keracunan secara akut

FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, mengeluarkan peringatan atas bahaya keracunan akibat menelan pasta gigi. Disebutkan bahwa anak yang menelan terlalu banyak pasta gigi berfluoride dapat mengalami keracunan bahkan kematian.

Berdasarkan penelitian, satu tube pasta gigi anak dengan rasa bubblegum mengandung 143 mg fluoride. Kandungan ini dapat mematikan anak kecil dengan berat badan kurang dari 30 kg.

Sedangkan, jika keracunan fluoride dengan dosis sebesar 0,1–0,3 mg per kg berat badan, maka dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Mulai dari nyeri lambung, mual, muntah, sakit kepala, pusing dan munculnya gejala seperti sakit flu.

  1. Terganggunya metabolisme gula darah

Terlalu banyak menelan pasta gigi mengandung fluoride bisa mempengaruhi kadar gula darah dan kadar hormon insulin. Hal ini sudah terjadi pada lebih dari 5-10 persen anak-anak yang memakai pasta gigi berfluoride, terutama yang tinggal di komunitas yang sudah memakai fluoridasi pada air minumnya.

Sehingga, sudah jelas sekali bahwa akibat menelan fluoride terlalu banyak dapat berkontribusi meningkatkan kemungkinan penyakit diabetes pada anak. Diabetes merupakan keadaan di mana kadar gula darah cenderung tinggi. 

Jadi, jika ada suatu zat yang dapat meningkatkan kadar gula darah dan menurunkan kadar insulin, maka ini penting untuk diperhatikan. Apalagi pada anak yang memang sudah punya riwayat penyakit diabetes. Pada anak yang memiliki riwayat diabetes, maka sebaiknya diberikan pasta gigi yang mengandung kadar fluoride yang rendah.

  1. Risiko kanker tulang, IQ menurun, hingga ADHD

Keamanan dalam penggunaan pasta gigi berfluoride masih dalam perdebatan. Namun, American Dental Association tetap menganjurkan pemakaiannya untuk anak-anak dan dewasa. Dengan catatan, penggunaannya harus tepat.

Anjuran untuk anak di bawah 3 tahun adalah sebesar biji beras, sedangkan anak di atas 3-6 tahun sebesar biji kacang polong.

Jika anak Anda tertelan fluoride, National Capital Poison Center di Amerika Serikat menyarankan untuk memberikan susu atau produk susu lainnya, karena kalsium di dalam susu dapat mengikat fluoride di dalam perut.

Kejadian anak menelan pasta gigi saat membersihkan sela-sela gigi dan mulutnya terkadang memang sulit untuk dihindari. Apalagi, bila si Kecil baru saja belajar menyikat gigi. Melihat berbagai bahayanya di atas, usahakan untuk menemani saat si Kecil sikat gigi, agar tak terlalu sering menelan pasta giginya.

[NP/ RH]