Tips Sukses Ibu Bekerja Memberikan ASI Eksklusif bagi Bayi

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 04 Aug 2019, 16:00 WIB
ASI eksklusif merupakan nutrisi terbaik bagi sang buah hati. Ada tips sukses untuk ibu bekerja agar bisa memberikan ASI eksklusif bagi bayi.
Tips Sukses Ibu Bekerja Memberikan ASI Eksklusif bagi Bayi (Chokniti Khongchum/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini kesibukan wanita terus bertambah. Apalagi jika ia adalah seorang ibu bekerja. Pertanyaan yang didengar adalah bagaimana seorang ibu bekerja bisa memberikan ASI eksklusif bagi si Kecil?

Menyambut Pekan ASI Sedunia, kesadaran untuk memberikan air susu ibu kepada si Kecil tentu harus makin ditingkatkan. Sebab, ASI merupakan asupan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI eksklusif direkomendasikan oleh WHO untuk diberikan  kepada bayi selama enam bulan pertama kehidupan. 

Solusi bagi ibu menyusui yang bekerja

Terkadang ibu bekerja merasa khawatir dan takut tidak dapat memberikan nutrisi terbaik pada buah hatinya. Berbagai alasan di balik hal tersebut mungkin karena padatnya aktivitas bekerja, stres akibat pekerjaan, dan alasan lainnya.

Jangan menyerah dulu sebelum berusaha! Ikuti tips di bawah ini agar ibu bekerja masih dapat memberikan ASI eksklusif:

  1. Memompa ASI

Memang ibu bekerja tidak dapat memberikan ASI secara langsung ke bayi mereka ketika bekerja. Namun, ibu bekerja dapat memompa ASI dan memberikan ASI perah tersebut ke buah hatinya.

Walaupun memang kualitas gizi ASI segar merupakan yang terbaik, ASI perah tetap lebih baik dibandingkan dengan susu formula atau susu sapi. Namun, sebaiknya ibu bekerja tetap berusaha memberikan ASI segar sesering mungkin kepada si Kecil ketika sudah selesai bekerja atau sedang di hari libur. 

Memompa ASI dapat dilakukan secara manual atau menggunakan alat pompa. Pompa ASI juga ada yang dibuat untuk hanya satu payudara dan ada yang untuk kedua payudara.

Untuk menjaga produksi ASI, sebaiknya sang ibu juga tetap memompa ASI setiap dua sampai tiga jam. Hal tersebut juga dapat mencegah terjadinya masalah pada payudara, seperti saluran tersumbat (clogged duct), bahkan mastitis.

  1. Menjaga kualitas ASI perah

Sangat penting untuk menjaga kualitas ASI perah agar layak diberikan ke sang buah hati dan juga disimpan selama mungkin untuk menjaga kuantitas ASI perah. Sebelum memompa ASI, cuci tangan terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan. ASI perah dapat disimpan di wadah kaca atau plastik khusus untuk menyimpan ASI. 

ASI perah pada suhu ruangan dapat bertahan hingga empat sampai enam jam. Jadi sebelum berangkat bekerja, ibu dapat memompa dan memberikan ASI perahnya tersebut kepada si Kecil. ASI perah pada suhu ruangan ini memiliki kualitas paling baik dibandingkan ASI yang sudah didinginkan atau dibekukan. 

Ketika tidak langsung diberikan ke anak, ASI perah dapat didinginkan di kulkas bawah dan dapat bertahan selama lima hari sampai satu minggu. Jika masih tidak digunakan dalam waktu satu minggu, ASI perah sebaiknya dibekukan.

ASI perah beku tahan selama dua minggu untuk kulkas satu pintu, tiga hingga enam bulan untuk kulkas dua pintu dan enam sampai dua belas bulan untuk kulkas khusus beku (-20 celcius).

Namun perlu diingat, hindari perubahan suhu yang mendadak pada ASI perah. Untuk menyimpan ASI perah, simpanlah dulu di kulkas bawah minimal 24 jam baru bisa dibekukan di kulkas atas.

Begitu juga ketika menghangatkan ASI perah. Turunkan dulu ASI perah beku ke kulkas bawah selama 23 jam, sebelum digunakan. Setelah 1 jam sebelum diberikan kepada bayi, diamkan di suhu ruangan selama 30 menit.

Kemudian, masukkan ASI perah tersebut ke dalam wadah berisi air hangat untuk menghangatkannya. ASI ini dapat digunakan hanya selama dua jam. Jangan pernah membekukan ASI perah yang sudah dicairkan.

  1. Jaga asupan nutrisi

Penting untuk menjaga asupan nutrisi agar kualitas ASI tetap terjaga. Jadi hati-hati, diet ketat untuk menurunkan berat badan dapat menurunkan produksi dan kualitas ASI. Sehingga, ibu bekerja juga harus meningkatkan asupan cairan hingga tiga liter untuk terhindar dari dehidrasi atau kekurangan cairan.

  1. Hindari stres

Stres memang susah untuk dihilangkan, terutama pada ibu bekerja. Namun, kondisi stres dapat menurunkan produksi ASI. Atasilah stres dengan pikiran positif dan tetap tenang agar produksi ASI tetap lancar.

Anda juga dapat melakukan kegiatan yang menenangkan atau berekreasi dengan keluarga untuk menyenangkan diri, sehingga terhindar dari stres.

Menjadi ibu bekerja bukan berarti mustahil untuk memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati. Dalam rangka menyambut Pekan ASI Sedunia, ikuti tips di atas agar si Kecil juga dapat bertumbuh dan berkembang secara maksimal dengan ASI eksklusif.

[NP/ RVS]