ASI Melindungi Bayi Prematur dari Bakteri Usus Berbahaya

Oleh dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc pada 05 Aug 2019, 12:00 WIB
Pemberian ASI bisa melindungi bayi prematur dari infeksi akibat bakteri usus yang berbahaya. Berikut penjelasan medisnya.
ASI Melindungi Bayi Prematur dari Bakteri Usus Berbahaya (GOLFX/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pada bayi prematur, jumlah bakteri pelindung ususnya masih sedikit. Kondisi ini tentu saja rentan mengakibatkan belum optimalnya sistem perlindungan terhadap infeksi dalam tubuh bayi. Nah, pemberian air susu ibu atau ASI dapat melindungi bayi prematur dari bakteri usus berbahaya.

Ada sebuah penelitian terkini yang membahas mengenai manfaat lain dari ASI bagi bayi yang lahir prematur, atau kurang dari usia matang kehamilan. Penelitian tersebut mencoba meneliti perlindungan terhadap terjadinya infeksi yang berbahaya.

Temuannya, ASI yang mengandung antibodi immunoglobulin A akan menurunkan risiko bayi prematur mengalami salah satu jenis penyakit saluran pencernaan, yang dikenal dengan istilah necrotizing enterocolitis (NEC).

Penelitian dilakukan di Universitas Pittsburgh dan UPMC Children’s Hospital of Pittsburgh, Amerika Serikat. Kesimpulan yang didapat adalah, antibodi imunoglobulin A yang ada di dalam ASI akan berikatan dengan bakteri yang menyebabkan NEC, sehingga bayi – khususnya bayi prematur – akan terhindar dari penyakit tersebut. Seperti diketahui bayi prematur memang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Apa itu penyakit NEC?

NEC atau enterokolitis nekrotikans adalah penyakit yang terjadi pada 1-3 dari 1.000 kelahiran hidup. Lebih dari 90 persen kasus NEC dialami oleh bayi yang lahir sebelum usia kandungan 32 minggu, dengan berat badan lahir rendah dibawah 3,3 pounds (sekitar 1.650 gram).

Bayi dengan NEC umumnya mengalami peradangan pada usus. Bakteri-bakteri baik pada usus yang jumlahnya sedikit, sistem kekebalan tubuh dan usus yang belum sempurna, serta paparan terhadap sumber penyakit dapat membuat bayi mengalami infeksi yang berat, sehingga dapat terjadi kegagalan multiorgan.

Penyebabnya adalah karena saluran cerna bayi prematur belum berfungsi sempurna dan lebih lemah dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan. Sistem kekebalan tubuh pada saluran pencernaan bayi prematur belum mampu melawan bakteri atau virus yang masuk dengan baik.

Faktor protektif di dalam ASI

Untuk mencegah NEC, dibutuhkan ASI yang mengandung imunoglobulin A. Hal itu disimpulkan oleh Timothy Hand, PhD, seorang penulis senior dan asisten profesor divisi penyakit infeksi anak di R. K. Mellon Institute for Pediatric Research dan Pitt’s School of Medicine, AS. Ia meneliti sampel dari 30 bayi prematur dengan NEC dan 39 bayi dengan usia yang sama yang tidak memiliki NEC. 

Pada penelitian tersebut, bayi yang diberi ASI mempunyai lebih banyak imunoglobulin A yang berikatan dengan bakteri usus, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula. Anak yang mendapatkan imunoglobulin A akan memiliki variasi bakteri baik yang lebih beragam pada saluran cerna. Dengan demikian, saluran cernanya jadi lebih sehat.

Bagaimana jika seorang ibu tak bisa memberikan ASI pada bayinya?

Meski hampir semua ibu bisa menyusui, tetapi ada sejumlah wanita yang tidak bisa atau tidak disarankan untuk menyusui bayinya. Ibu yang melahirkan bayi prematur sering kali kesulitan memproduksi ASI dengan baik, sementara sang bayi membutuhkannya. Pada kasus ini, ASI dari donor bisa dipertimbangkan.

Mencari ASI dari donor juga tak boleh sembarangan. American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa sebelum seorang wanita bisa menjadi donor ASI, harus ada serangkaian tes darah untuk memastikan dirinya bebas infeksi seperti hepatitis dan HIV. Selain itu, semua ASI yang didonorkan kemudian dipasteurisasi, dan bank-bank ASI akan secara teratur memeriksa ASI tersebut untuk memastikan semuanya bebas dari kontaminasi bakteri.

Ibu yang melahirkan bayi prematur harus menyadari adanya kemungkinan bayi terkena NEC. Karenanya, ibu direkomendasikan untuk segera memompa ASI-nya segera setelah melahirkan. Memompa ASI setiap 3 jam juga dapat meningkatkan produksi ASI.

Pemberian ASI dapat melindungi bayi prematur dari bakteri usus yang berbahaya. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua ibu yang melahirkan bayi prematur dapat memproduksi ASI. Sebisa mungkin, ibu jangan sampai merasa tertekan jika tak dapat memproduksi ASI. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan solusi terbaik.

(RN/ RVS)