Kualitas ASI Perah Tak Sebaik ASI yang Diberikan Langsung?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 05 Aug 2019, 12:15 WIB
ASI perah menjadi alternatif untuk ibu bekerja. Tapi, apakah kualitas ASI perah berbeda dengan ASI yang diberikan secara langsung?
Kualitas ASI Perah Tak Sebaik ASI yang Diberikan Langsung? (Tomsickova Tatyana/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tidak semua ibu menyusui dapat memberikan ASI secara langsung, terutama ibu bekerja. Biasanya ibu akan memompa ASI dan memberikannya kepada buah hatinya. Hal ini yang kemudian membuat banyak ibu bekerja merasa khawatir dengan kualitas ASI perah.

Mana yang lebih baik?

ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi. Itu sebabnya, program ASI eksklusif disarankan oleh WHO dan IDAI. Jadi, ada baiknya ibu menyusui berusaha memberikan ASI kepada buah hatinya walaupun tidak bisa secara langsung, yaitu dengan ASI perah.

ASI yang diberikan secara langsung dengan menyusui bayi memiliki kandungan nutrisi terbaik dan gizi lebih tinggi dibandingkan ASI perah, baik yang dibiarkan di suhu ruangan, di kulkas atau dibekukan. Namun, ASI perah tetap lebih baik dibandingkan dengan susu formula atau susu sapi.

ASI langsung atau ASI segar mengandung sifat anti infeksi lebih baik dibandingkan dengan ASI perah. Hal ini disebabkan oleh proses pembekuan dapat mengurangi kandungan antibodi dan membunuh sebagian sel hidup pada ASI.

Penelitian juga membuktikan bahwa kandungan vitamin A, D, dan E dalam ASI masih relatif stabil jika disimpan selama satu minggu, jika dibekukan pada suhu -20 celsius. Sedangkan, kandungan vitamin C lebih cepat berkurang saat didinginkan. 

ASI segar juga memiliki kandungan antioksidan tertinggi dibandingkan ASI perah atau susu formula. 

Penelitian lain dari Breastfeeding Medicine menemukan bahwa setelah dibekukan selama tiga bulan dalam suhu -20 celcius, kandungan lemak dan kalori pada ASI perah menurun secara signifikan. 

Kualitas ASI juga sesuai dengan usia bayi. Jadi ketika Anda memberikan ASI perah saat bayi baru lahir dan memberikan ASI perah tersebut pada saat bayi berusia beberapa bulan, kandungan gizinya tentunya berbeda dan tak bisa asal diberikan.

Tips menyimpan ASI

ASI perah pada suhu ruangan 25 Celsius dapat bertahan selama empat hingga enam jam. Namun, lebih baik jika ASI disimpan di kulkas ketika tidak akan digunakan dalam waktu satu jam.

Suhu kulkas sebaiknya antara suhu 0–4 Celsius. Jika ASI perah yang di kulkas tidak digunakan dalam waktu satu minggu, sebaiknya ASI perah dibekukan untuk pemakaian selanjutnya. 

ASI perah beku ini tahan selama dua minggu untuk kulkas satu pintu, tiga hingga enam bulan untuk kulkas dua pintu, dan enam sampai dua belas bulan untuk kulkas khusus beku (-20 celcius).

Selain suhu, tempat menyimpan ASI perah juga penting untuk menjaga kualitas ASI perah. Sebelum memompa, biasakan untuk selalu cuci tangan. Setelah itu, pilihlah tempat ASI, baik kaca atau plastik, yang memang khusus untuk menyimpan ASI. 

Jangan lupa untuk memberikan tanda pada setiap ASI perah dengan tanggal dan jam agar mudah untuk menentukan sampai berapa lama ASI perah tersebut bertahan. Aturannya adalah selalu cairkan ASI perah yang paling lama terlebih dahulu (first in first out). 

Untuk mencairkan ASI perah juga ada caranya. Sebab, ASI dapat rusak jika mengalami perubahan suhu secara drastis. Jadi, ASI beku diturunkan dulu ke kulkas bawah selama 23 jam sebelum akan digunakan.

Setelah itu satu jam sebelum digunakan, ASI beku yang sudah cair di dalam kulkas didiamkan di suhu ruangan selama 30 menit. Setelah itu, masukkan ASI perah tersebut ke dalam wadah berisi air hangat untuk menghangatkannya.

ASI ini dapat digunakan hanya selama dua jam. Jangan pernah membekukan ASI perah yang sudah dicairkan.

Kualitas ASI perah memang tidak sesempurna ASI yang diberikan langsung pada anak. Namun, ASI tetap merupakan nutrisi terbaik dibandingkan dengan susu formula atau susu sapi. Jadi, usahakan untuk memenuhi kebutuhan ASI si Kecil setiap harinya.

[NP/ RH]