Bisakah Anak Kurus Jadi Gemuk dengan Imunisasi?

Oleh Ayu Maharani pada 05 Aug 2019, 12:30 WIB
Selain demam, katanya ada satu lagi efek samping dari imunisasi, yakni membuat tubuh lebih gemuk! Bagaimana faktanya?
Bisakah Anak Kurus Jadi Gemuk dengan Imunisasi? (A3pfamily/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Imunisasi wajib diberikan pada semua anak. Namun begitu, hingga kini masih ada saja mitos-mitos berseliweran terkait efek samping imunisasi. Selain soal kehalalan vaksin, beberapa orang juga percaya bahwa imunisasi dapat membuat seorang anak yang kurus menjadi gemuk. Lantas, bagaimana faktanya?

Imunisasi wajib bagi anak

Sebelum menjawab hal tersebut, ketahui dulu bahwa imunisasi memang berkontribusi dalam mengurangi angka kejadian berbagai penyakit di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan, Indonesia telah dinyatakan bebas polio berkat program imunisasi nasional.

Tak heran jika pemerintah sangat mendorong orang tua untuk membawa anak mendapatkan imunisasi. Di Indonesia sendiri, terdapat enam jenis imunisasi yang diwajibkan, yakni hepatitis B, BCG, polio, DPT, HiB, dan campak.

Di samping itu, ada pula imunisasi tambahan yang dianjurkan, seperti influenza, PCV, rotavirus, MMR, dan varisela. Posyandu telah menyediakan imunisasi wajib secara gratis sehingga biaya bukan lagi menjadi suatu kendala.

Imunisasi bikin anak gemuk?

Lantas, benarkah imunisasi membuat tubuh anak yang kurus menjadi gemuk? Menurut dr. Sara Elise Wijono, M.Res dari KlikDokter, informasi tersebut pada dasarnya hanya mitos belaka.

“Di dalam cairan imunisasi atau vaksin itu tidak ada kandungan yang dapat membuat tubuh seseorang yang kurus menjadi gemuk. Jadi, tidak benar bahwa efek samping vaksin sampai seperti itu,” tutur dr. Sara.

Jika tubuh anak Anda gemuk pasca imunisasi, dia menambahkan, mungkin itu disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama, saat mendapatkan imunisasi, anak Anda memang sedang dalam masa pertumbuhan. Karena itu, penambahan berat badan saat masa pertumbuhan adalah wajar terjadi.

“Selain itu, anak yang diimunisasi tentu memiliki kondisi tubuh yang lebih sehat daripada mereka yang tidak mendapatkan perlindungan apa pun. Ketika tubuh anak Anda sehat, nafsu makannya pun jadi terjaga. Penambahan berat badan pun bisa terjadi,” ucap dr. Sara lagi.

Efek samping ringan dari imunisasi

Selama ini, efek samping dari imunisasi hanya berupa demam, pembengkakan, dan rasa pegal. Gejala-gejala tersebut pun tak selalu dialami semua anak dan dapat hilang dengan sendirinya.

Agar Anda tidak khawatir berlebihan, seperti ini efek sampingnya:

  • Demam

Demam pasca imunisasi dapat berlangsung selama 2–3 hari. Untuk jenis vaksin MMR, demam bahkan dapat muncul di atas 39 derajat Celsius dan baru muncul 7-10 hari setelah imunisasi. 

Bila ini terjadi, dr. Sara menyarankan untuk mengaplikasikan kompres hangat pada anak. Anda juga bisa memberikan obat penurun panas seperti paracetamol. Bila demam tak kunjung turun, bawalah si Kecil ke dokter anak untuk diperiksa. 

  • Pembengkakan

Pada daerah bekas penyuntikan vaksin, dapat timbul pembengkakan, nyeri, dan kemerahan. Ini adalah hal yang wajar dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. 

  • Rasa pegal

Rasa pegal dapat terjadi di area penyuntikan akibat obat yang masuk ke dalam otot. Anda bisa meredakan gejala pegal si Kecil dengan mengaplikasikan kompres hangat.

Anak menjadi gemuk usai imunisasi adalah informasi yang keliru. Kalaupun anak mengalami efek samping imunisasi, seperti demam, bengkak, dan pegal, tangani dengan memberikan kompres atau paracetamol untuk menurunkan demam. Jadi mulai sekarang, Anda harus lebih bijak dalam menyaring informasi terkait imunisasi dan efek sampingnya.

[HNS/ RH]