Benarkah Minum Pil KB Bikin Gendut dan Jerawatan?

Oleh Ayu Maharani pada 05 Aug 2019, 13:00 WIB
Sebagian kalangan meyakini minum pil KB bikin gendut dan jerawatan. Benar atau tidaknya pendapat itu, yuk simak penjelasannya di sini.
Benarkah Minum Pil KB Bikin Gendut dan Jerawatan? (sebra/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu pendek, seorang wanita dapat menggunakan alat kontrasepsi berupa pil KB. Bahkan, pil KB kerap digunakan kaum hawa untuk mengatasi gangguan haid, endometriosis, dan meminimalkan rasa tak mengenakkan dari premenstrual syndrome. Namun, meski lumrah digunakan, sebagian kalangan meyakini bahwa minum pil KB bikin gendut dan jerawatan!

Lantas, benarkah pendapat tersebut? Atau jangan-jangan, kedua kondisi tersebut sebenarnya disebabkan oleh faktor lain?

Pil KB tingkatkan retensi cairan di bagian tubuh tertentu

Perlu Anda ketahui bahwa pil KB biasanya mengandung hormon sintetis estrogen, progesteron, atau kombinasi keduanya. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, penggunaan pil KB jenis progestin memang dapat menyebabkan peningkatan berat badan sekitar 2 kilogram dalam kuran waktu 6-12 bulan.

Dijelaskan oleh dr. Nadia, namun tak semua wanita yang mengonsumsi pil KB mengalami hal ini. Efek peningkatan berat badan pun hanya bersifat sementara.

Adanya peningkatan berat badan lebih disebabkan oleh retensi atau penumpukan cairan di area payudara serta pinggul, tapi bukan penumpukan lemak. Bila setelah mengonsumsi pil KB pola makan Anda tidak berubah, seharusnya kondisi tubuh juga tidak akan terlalu berubah signifikan.

Jenis pil KB yang dapat menyebabkan jerawat

Lalu, bagaimana dengan pendapat yang mengatakan bahwa minum pil KB bisa bikin jerawatan? Untuk kasus ini menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, memang ada jenis pil KB yang memiliki efek samping memicu jerawat.

Secara biokimiawi, hormon androgen mirip bentuknya dengan hormon progesteron. Itulah sebabnya, pil KB yang hanya mengandung progesteron dapat menyebabkan timbulnya jerawat.

Jerawat akibat pil KB yang hanya mengandung progesteron biasanya muncul setelah wanita menggunakan pil tersebut setidaknya satu bulan. Sama seperti efek samping gemuk, kondisi ini sebenarnya tak dialami oleh semua wanita.

Bahkan diperkirakan, hanya sekitar 30 persen pengguna pil KB progesteron yang alami jerawat setelahnya. Tak cuma persoalan progesteron dalam pil KB, penghentian pil KB pun bisa menimbulkan kekacauan hormonal. Akibatnya, jerawat bisa bermunculan.

Pil KB juga bisa sembuhkan jerawat!

Di sisi lain, ada pula pil KB yang digunakan dokter sebagai salah satu pengobatan untuk jerawat membandel. Pil KB yang menggunakan jenis hormon progesteron berupa norgestimate, norethindrone, dan drospirenone, dapat menyelesaikan masalah jerawat dengan cara menurunkan kadar hormon androgen. Efeknya, produksi minyak berlebih bisa dikurangi.

Pengobatan jerawat dengan pil KB kurang lebih membutuhkan waktu 3-5 bulan, tergantung tingkat keparahan jerawat. Pada saat memulai pengobatan, jerawat biasanya akan terlihat semakin banyak, tetapi menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, itu adalah reaksi awal yang wajar.

Untuk bisa mendapatkan terapi penyembuhan jerawat dengan pil KB, seorang wanita setidaknya telah berusia 15 tahun dan sudah menstruasi. Mereka yang sedang hamil, menyusui, dan memiliki riwayat penyakit berupa penyakit jantung, kanker payudara, stroke, darah kental, atau hipertensi, tidak boleh mendapatkan treatment ini.

Pil KB bikin gendut dan jerawatan memang benar adanya. Akan tetapi, efek samping ini tidak dialami semua wanita pengguna pil KB. Selain itu, efek lebih gemuk juga hanya berlangsung sementara. Untuk itu, akan lebih baik bila Anda mengonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan alat kontrasepsi agar Anda tahu benar efek sampingnya.

[HNS/ RVS]