Bolehkah Mengombinasikan ASI dengan Susu Formula?

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 06 Aug 2019, 15:00 WIB
Mengombinasikan pemberian ASI dengan susu formula diperbolehkan selama memerhatikan prinsip-prinsip berikut.
Bolehkah Mengombinasikan ASI dengan Susu Formula? (Syda-Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dalam kondisi tertentu, ada kalanya Anda merasa perlu untuk mengombinasikan pemberian ASI dengan susu formula. Ada banyak pertanyaan yang muncul mengenai cara tersebut. Apakah kombinasi tersebut diperbolehkan? Jika boleh, bagaimana cara yang aman? Dan jika tidak disarankan, apa alasannya?

Ada banyak alasan mengapa orang tua memutuskan untuk mengombinasikan pemberian ASI dengan susu formula. Beberapa alasan yang  paling sering dikemukakan, yaitu:

  • Produksi ASI yang dirasa kurang. Umumnya, ini terjadi di hari-hari awal pasca melahirkan. Nyeri akibat luka pada jalan lahir atau operasi caesar serta stres pasca melahirkan dapat menurunkan produksi ASI. Apalagi, bila muncul rasa sakit dan lecet pada puting payudara yang semakin menyulitkan proses menyusui.
  • Ibu bisa lebih banyak istirahat. Memberikan ASI perah dan susu formula merupakan salah satu cara agar ibu bisa mendapatkan waktu istirahat yang lebih. Dengan cara ini, pasangan atau suami juga dapat memberi minum bayi di malam hari, sehingga ibu berkesempatan untuk beristirahat.
  • Ibu bisa kembali bekerja. Sebagian ibu, terutama yang bekerja purnawaktu, memutuskan untuk mengombinasikan pemberian ASI dan susu formula agar yakin bahwa bayinya cukup mendapat nutrisi ketika mereka kembali bekerja.

Apakah aman untuk dilakukan?

Untuk memudahkan pemberiannya, banyak yang berpikir untuk mencampur ASI dengan susu formula dalam botol yang sama. Praktik ini boleh dilakukan, asal caranya benar.

Susu formula dibuat sedemikian rupa agar bayi mendapatkan sejumlah nutrisi dan kalori dalam volume tertentu. Susu formula standar memberikan 20 kalori per 30 mL cairan. Jadi, jika Anda menyiapkan susu formula sesuai petunjuk pembuatan, maka bayi akan mendapatkan kalori yang sesuai.

Namun, jika Anda melarutkan bubuk susu formula langsung ke dalam ASI tanpa mengencerkannya terlebih dulu dengan air, ini akan mengubah keseimbangan nutrisi di dalam keduanya.

Konsentasi nutrisi yang terlalu pekat dapat membahayakan oleh karena fungsi ginjal bayi yang belum sempurna. Kecukupan air diperlukan agar ginjal bayi mampu memproses seluruh nutrisi yang didapat dari ASI maupun susu formula, khususnya protein dan garam.

Oleh sebab itu, jangan pernah mengencerkan bubuk susu formula dengan ASI. Susu formula harus selalu disiapkan terlebih dulu sesuai dengan petunjuk pembuatannya. Setelah itu, baru dapat dicampurkan ke dalam botol yang berisi ASI atau diberikan setelah bayi mendapatkan ASI.

Pertimbangkan hal berikut

Meski praktik tersebut aman, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal berikut saat mengombinasikan pemberian ASI dengan susu formula.

ASI adalah nutrisi terbaik bagi bayi. Karena itu, sebaiknya tidak dicampur dalam satu wadah dengan susu formula. Prinsipnya, memberikan ASI terlebih dulu sebelum disuplementasi dengan susu formula. Mengapa demikian?

Alasan pertama, Anda tentu tidak ingin menyia-nyiakan ASI yang dihasilkan dengan susah payah. Jika Anda memberikan ASI terlebih dulu, bisa saja bayi kemudian menolak diberikan susu formula karena sudah kenyang. Namun yang jelas, tidak ada sedikitpun ASI yang terbuang.

Jika ASI yang diberikan dalam botol tersendiri tidak habis diminum, sisanya bisa kembali disimpan di kulkas hingga 3-4 jam kemudian. Bakteri tidak mudah tumbuh karena ASI mengandung banyak antibodi.

Sebaliknya, jika ASI diberikan bersama susu formula dalam satu wadah, sisanya harus dibuang dalam 2 jam dari waktu dibuat. Ini karena bakteri mudah tumbuh dari ludah bayi yang tercampur dengan susu formula.

Sebagai contoh, saat  Anda mencampur 60 mL ASI dengan 60 mL susu formula dan bayi hanya mampu minum setengah dari jumlah total campuran tersebut, maka sisanya harus dibuang. Jika masih ingin tetap mencampur keduanya dalam satu wadah, sebaiknya siapkan dalam jumlah total yang lebih kecil. Misalnya, hanya 60 mL untuk sekali minum. Dengan demikian, ASI yang mungkin terbuang pun akan lebih sedikit.

Alasan kedua, bayi akan mendapat semua manfaat ASI. Karena kandungan nutrisinya jauh lebih lengkap ketimbang susu formula, manfaat ini akan optimal jika bayi mendapatkan semua ASI yang tersedia.

Jika Anda masih ingin mengombinasikan ASI dengan susu formula, silakan saja. Yang penting, pahami bagaimana praktik pencampuran yang aman dan yang paling sedikit berisiko membuang ASI. Ingat pula untuk tetap menjaga produksi ASI dengan sesering mungkin menyusui langsung atau memompa meski bayi Anda diberi tambahan susu formula.

[NP/ RVS]