Peran Penting Ayah bagi Keberhasilan Ibu Menyusui

Oleh Hotnida Novita Sary pada 06 Aug 2019, 15:10 WIB
Banyak faktor yang dapat mendukung keberhasilan ibu menyusui untuk memberikan ASI pada bayinya. Salah satunya, peran penting ayah di masa ini.
Peran Penting Ayah bagi Keberhasilan Ibu Menyusui (Foto: DKT Indonesia)

Klikdokter.com, Jakarta Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan utama bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Nyatanya, tidak semua ibu menyusui berhasil memberikan ASI eksklusif. Data Kementerian Kesehatan tahun 2017 menyebutkan, hanya 35 persen ibu di Indonesia yang berhasil menjalankan ASI eksklusif. 

Ada berbagai kendala yang berperan. Antara lain kurangnya pengetahuan, tidak percaya diri dengan produksi ASI, stres, dan kelelahan. Hal tersebut terungkap dalam acara konferensi pers bertema “Problematika Ibu Menyusui dan Pemilihan Kontrasepsi yang Tepat dalam Sahabat Andalan Ibu” di bilangan Kuningan, Jakarta, Kamis (1/8). 

"Kebanyakan ibu tidak tahu informasi yang tepat mengenai pemberian ASI. Selain itu, ada juga bayi yang sudah keburu dikasih susu lain, hingga membuat bayi sudah kenyang duluan," jelas konselor laktasi, dr. Ameetha Drupadi, CIMI, yang hadir sebagai narasumber.

Tak hanya itu, masalah yang juga kerap menimpa para ibu saat menyusui adalah minimnya waktu menyusui langsung. 

“Iya, zaman sekarang ‘kan banyak ibu yang bekerja juga. Jadi harus meninggalkan anak dengan stok ASI perah di rumah. Nah, hal ini turut juga berperan dalam penurunan produksi ASI,” ujar dr. Ameetha.

Dia menambahkan, "Kalau payudara tidak diisap dalam waktu lama atau Anda jarang pumping, lama-kelamaan produksi ASI akan berkurang. Kalau sudah berkurang, risiko Anda mengalami ASI habis akan lebih besar.”

Di sisi lain, seorang ibu menyusui membutuhkan support system yang baik. “Siapakah support system terbesar dan terbaik bagi seorang ibu? Ya tentu saja suaminya sendiri,” Ameetha menegaskan.

1 of 2

Peran Penting Ayah

Peran Penting Ayah (Foto: DKT Indonesia)
Peran Penting Ayah (Foto: DKT Indonesia)

Ayah, sebagai sosok terdekat ibu menyusui, punya andil besar agar ibu menyusui sukses memberikan ASI. 

“Ayah dapat berperan sangat penting untuk membuat ibu merasa rileks dalam aktivitas menyusui bayi,” jelas Ameetha.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan ayah. Misalnya dengan membantu pekerjaan rumah tangga, bergantian mengganti popok si Kecil, serta membelikan makanan kesukaan ibu. 

“Dengan ibu yang rileks dan bahagia, pada akhirnya, hormon bahagia berkontribusi untuk memacu hormon prolaktin, yaitu hormon pelancar ASI,” ujar dr. Ameetha lagi.

Setidaknya ada lima hal yang menurut dr. Ameetha dapat ayah lakukan untuk istri selama masa menyusui. Pertama, ayah bisa mendampingi istri saat mencari informasi yang benar seputar menyusui. Kemudian, ayah secara konsisten memberi dukungan dan semangat kepada istri agar tetap menyusui. 

“Selanjutnya, ayah bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama buah hati. Ayah jangan takut untuk terlibat dan juga belajar dalam proses menyusui. Dan terakhir, ayah juga harus memastikan bahwa istri memiliki asupan nutrisi yang cukup pada saat menyusui.”

Asupan nutrisi saat menyusui penting bagi kualitas ASI dan kesehatan sang ibu sendiri. Nutrisi ini mencakup gizi makro dan mikro. Nutrisi makro mencakup karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara itu, zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral. 

Terpenuhinya gizi makro dan mikro sangat penting untuk membantu memperlancar proses menyusui, menyehatkan Ibu dan bayi, serta memaksimalkan proses tumbuh kembang bayi. Anda dapat memenuhi kebutuhan zat gizi ini melalui konsumsi makanan bergizi, seperti kacang-kacangan, sup ayam, daging merah, sayur katuk, dan susu. 

Lancarnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan tak lepas dari peran seorang ayah. Sebagai orang terdekat, dukungan ayah dalam memberikan semangat akan menaikkan kadar hormon bahagia di tubuh ibu. Ini berdampak pada derasnya produksi ASI. Karena itu, jangan membebani ibu dengan terlalu banyak hal. Bantulah sang ibu menyusui sebisa Anda, dan terus ciptakan aura positif di sekitarnya.

(RH)

Lanjutkan Membaca ↓