Udara Dingin Bikin Malas Beraktivitas, Mengapa Bisa Begitu?

Oleh Ayu Maharani pada 07 Aug 2019, 13:30 WIB
Setujukah Anda, udara dingin bikin malas beraktivitas? Kira-kira, apa ya alasannya tubuh lebih mager alias malas gerak saat udara dingin?
Udara Dingin Bikin Malas Beraktivitas, Mengapa Bisa Begitu? (Paulaphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar orang mungkin setuju kalau udara dingin bikin malas beraktivitas alias mager (malas gerak). Ini tentu membuat Anda menjadi kurang produktif. Alhasil, bukannya menyelesaikan pekerjaan, Anda cenderung hanya ingin tidur, bersantai, bahkan makan. 

Lantas, apakah keinginan bermalasan saat udara dingin ini hanya sugesti pikiran saja? Atau memang ada perubahan yang terjadi dalam tubuh Anda?

Pengaruh kebiasaan nenek moyang dulu

Nah, menurut dr. Karin Wiradarma dari KlikDokter, ada beberapa faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Yang pertama adalah soal kebiasaan. Ya, Anda merupakan salah satu makhluk tropis yang “terjebak” di wilayah dingin.

Padahal, biasanya Anda dikelilingi oleh suhu udara yang relatif hangat atau sejuk. Dengan demikian, secara tidak sadar, terjadi perubahan pola pikir dan perilaku akibat suhu tersebut.

Sebagai contoh, masyarakat tropis terbiasa untuk melakukan pekerjaannya kala hari sedang cerah dan suhu udara sedang hangat atau sejuk. Ketika yang dihadapinya adalah suhu udara yang berbeda – yakni suhu dingin – pikiran dan tubuh akan memberikan reaksi sebaliknya, yaitu enggan untuk melakukan pekerjaan.

“Itu sebenarnya juga dipengaruhi oleh perilaku nenek moyang terdahulu. Zaman dulu sekali, di musim dingin itu kan susah sekali mencari makanan. Jadi, ketika musim dingin berlangsung, mereka cenderung bersembunyi dan diam saja di dalam rumahnya. Mereka hanya makan dari bahan makanan yang sudah ditimbun sebelum musim dingin tiba,” kata dr. Karin.

Alhasil, perilaku tersebut terbawa secara turun-temurun dan menyebabkan orang sekarang lebih pasif saat berhadapan dengan suhu dingin. 

Ini yang terjadi saat tubuh kedinginan hingga bikin mager

Sementara itu, alasan medis mengapa Anda lebih malas beraktivitas di udara dingin ternyata dipengaruhi oleh metabolisme tubuh. Dokter Karin mengatakan, rasa malas dan lemas yang timbul disebabkan oleh hilangnya energi, karena adanya proses pembakaran lemak di dalam tubuh untuk menghangatkan atau membuat suhu tubuh berada di angka yang normal.

“Suhu tubuh mesti terjaga di angka 36 sampai 37,2 derajat Celsius. Karena itu, energi Anda dipakai untuk membakar lemak supaya tubuh lebih hangat dan berada di angka yang normal,” kata dr. Karin. Akibat adanya pembakaran energi dan lemak tersebut, metabolisme tubuh menjadi lebih lambat dari biasanya.

Akibatnya, saat lingkungan sekitar memiliki suhu yang ekstrem (baik itu terlalu panas maupun dingin), tubuh memang akan lebih lemas daripada biasanya dan terkesan malas beraktivitas. Itu karena, energinya memang sedang dipakai untuk pembakaran lemak dan metabolisme tubuh yang sedang melambat.

Orang gemuk mungkin akan lebih tahan terhadap dingin ketimbang mereka yang punya badan kurus. Pasalnya, orang gemuk memiliki cadangan lemak yang lebih banyak ketimbang orang kurus.

“Jadi itu alasannya mengapa orang yang gemuk lebih mudah kepanasan dan lebih tahan terhadap dingin. Sementara, orang yang tubuhnya kurus memang harus mendapatkan perlindungan ekstra, seperti pakai jaket tebal, agar tahan terhadap suhu dingin,” dr. Karin menambahkan.

Itulah alasan non-medis dan medis mengapa udara dingin bikin malas beraktivitas. Namun yang perlu Anda waspadai, udara dingin tak cuma dapat membuat Anda lebih mager, tetapi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh. 

[HNS/ RVS]