Benarkah Vitamin A Bisa Menurunkan Risiko Kanker Kulit?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 07 Aug 2019, 15:30 WIB
Selain dapat meningkatkan kesehatan mata, vitamin A juga disebut mampu menurunkan risiko kanker kulit. Benarkah?
Benarkah Vitamin A Bisa Menurunkan Risiko Kanker Kulit? (Thodonal88/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh manusia membutuhkan vitamin A pada kadar tertentu. Selain menunjang fungsi mata, vitamin ini juga berfungsi untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh. Bahkan saking hebatnya, vitamin A juga disebut mampu menurunkan risiko kanker kulit.

Untuk mengetahui fakta di balik anggapan bahwa vitamin A dapat menurunkan risiko kanker kulit, para pakar melakukan penelitian yang menggunakan 125.000 orang Amerika Serikat sebagai responden. 

Penelitian yang telah dipublikasikan secara daring di JAMA Dermatology itu menemukan bahwa orang dengan asupan vitamin A yang tinggi memiliki risiko karsinoma sel skuamosa lebih rendah. Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker kulit yang umumnya terbentuk di area tubuh dengan banyak paparan sinar matahari, seperti wajah dan kepala. Sekitar 11% orang Amerika Serikat mengalami kanker kulit jenis ini.

"Temuan pada studi ini hanya menambah alasan lain untuk melakukan diet sehat dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya vitamin A," kata profesor di bidang dermatologi dan epidemiologi Brown University, AS yang sekaligus menjasi penulis senior pada studi, Eunyoung Cho. 

Studi tersebut memang tidak dirancang untuk membuktikan hubungan sebab dan akibat. Karenanya, studi yang dilakukan oleh Cho dan tim masih belum bisa dijadikan sebaga acuan. Walau begitu, Cho yakin bahwa vitamin A benar-benar mampu bekerja untuk menjaga sel-sel kulit agar tetap sehat hingga pada akhirnya menurunkan risiko kanker kulit sel skuamosa.

Makanan sumber vitamin A

Pasokan vitamin A yang paling baik didapatkan dari makanan sehari-hari. Berdasarkan penjelasan dr. Atika dari KlikDokter, vitamin A yang tersimpan dalam makanan memiliki beberapa bentuk.

"Ada yang berbentuk vitamin A murni ataupun provitamin A yang akan berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, seperti halnya karotenoid," kata dr. Atika. 

Lebih lanjut, dr. Atika mengatakan bahwa vitamin A bisa didapatkan dengan mudah dari hati ayam, ikan, susu dan produk olahannya. Sedangkan untuk karotenoid atau provitamin A, senyawa ini dapat ditemukan pada sayur maupun buah-buahan yang berwarna hijau gelap, kuning, oranye dan merah.

Agar Anda tidak bingung, berikut adalah daftar makanan yang memiliki kandungan vitamin A tinggi:

  • Sayur-sayuran: ubi, labu, wortel, kale, bayam, bok choi, paprika merah, seledri dan selada.
  • Buah-buahan: aprikot, jeruk bali, mangga, melon, plum dan pepaya.
  • Susu dan keju.
  • Hati ayam, hati kalkun, hati sapi dan hati domba.
  • Ikan dan seafood: belut, tuna, hering, makerel, salmon, serta minyak ikan kod.
  • Telur ayam.

Sejatinya, vitamin A adalah senyawa yang dibutuhkan tubuh manusia agar bisa berfungsi dengan optimal. Meski belum sepenuhnya terbukti bahwa vitamin A bisa menurunkan risiko kanker kulit, Anda tetap disarankan untuk memenuhi kebutuhan akan vitamin ini.  Jika perlu, konsumsilah suplemen vitamin A sesuai dosis yang dianjurkan dokter.

(NB/ RVS)