Pertolongan Pertama Saat Penderita Epilepsi Alami Kejang

Oleh dr. Sara Elise Wijono MRes pada 08 Aug 2019, 08:00 WIB
Penderita epilesi bisa mengalami serangan kejang kapan pun dan di mana pun. Segera bantu dengan melakukan langkah pertolongan pertama ini.
Pertolongan Pertama Saat Penderita Epilepsi Alami Kejang (Rainer Fuhrmann/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bukannya menolong, melihat penderita epilepsi kejang Anda justru menjauh karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Padahal, Anda bisa menolongnya dengan melakukan langkah pertolongan pertama terhadap kejang.

Sering kali kejang pada penderita epilepsi hanya berlangsung beberapa menit, umumnya kurang dari 2 menit. Meski tergolong sebentar, tetapi kondisi tersebut bisa menakutkan bagi penderita maupun orang-orang di sekitarnya.

Pertolongan pertama saat penderita epilepsi mengalami kejang

Terutama jika ada orang terdekat yang memiliki epilepsi, maka seharusnya Anda memahami dengan benar langkah-langkah pertolongan pertama pada kejang.

  1. Tetap tenang

Sederhana, tetapi kadang sulit dilakukan. Respons Anda dapat memicu reaksi orang lain di sekitar Anda. Apabila Anda tetap tenang, kemungkinan besar orang-orang di sekitar Anda juga akan melakukan hal yang sama, sehingga mencegah keadaan ricuh.

  1. Perhatikan waktu kejang

Begitu Anda melihat seseorang mulai mengalami kejang, usahakan untuk memperhatikan waktu. Ini akan membantu menentukan apakah penanganannya butuh bantuan tambahan atau tidak.

Kejang yang berlangsung lama, yaitu 5 menit atau lebih, butuh pertolongan lebih lanjut dari tenaga medis.

  1. Memindahkannya ke tempat yang aman

Orang yang kejang tak bisa mengontrol gerakannya, sehingga berpotensi melukai diri sendiri. Jika saat mengalami kejang penderita ada di situasi yang berbahaya, misalnya saat menyeberang di jalan raya, segera pindahkan ke tempat yang aman.

Perhatikan juga benda-benda di sekitar penderita. Jika ada objek tajam, berbahaya, atau yang berpotensi melukai, segera singkirkan.

  1. Lindungi kepala penderita

Untuk melindungi agar kepala penderita tidak terantuk lantai, Anda dapat meletakkan benda lembut di bawah kepala penderita kejang, misalnya gulungan jaket atau bantal.

Jika penderita epilepsi memakai kacamata, Anda bisa melepaskannya. Kalau perlu, jaga area leher bebas dari ikatan ketat, misalnya melonggarkan dasi, membuka kancing di bagian leher, membuka scarf, dan lain-lain.

  1. Temani dan jelaskan

Anda dianjurkan untuk menemani penderita epilepsi dari awal kejang hingga selesai. Jika ia sudah sadar, jelaskan secara sederhana apa yang telah terjadi. 

Mengalami kejang di tempat umum bisa menyebabkan penderita epilepsi menjadi tontonan, yang dapat menjadi pengalaman memalukan atau membingungkan baginya. Usahakan untuk memberi ruang bagi penderita kejang.

  1. Kejang berhenti

Setelah kejang berhenti, Anda bisa membantu memosisikan penderita untuk miring. Posisi tersebut akan membantu air liur, makanan, atau minuman dalam mulut untuk keluar, sehingga tidak membuat tersedak. Setelah sadar, pastikan penderita kejang bisa bernapas dengan baik. 

1 of 2

Yang tidak boleh dilakukan

Anda tak perlu sampai mengekang penderita yang sedang kejang atau menghentikan kejang secara paksa. Hal itu malah berpotensi melukai penderita. Selain, penderita juga bisa kebingungan, marah, bahkan berperilaku agresif.

Selain itu, Anda tak perlu memasukkan benda apa pun ke dalam mulut (untuk digigit). Itu malah bisa menciptakan risiko patah gigi, atau objek tersebut patah dan tertelan.

Jangan memberikan makanan dan minuman kepada penderita kejang, kecuali kejang sudah selesai dan Anda yakin orang tersebut sudah sadar penuh. Jika diberikan dalam keadaan setengah sadar, ada risiko makanan atau minuman masuk ke saluran pernapasan, sehingga malah menyebabkan tersedak.

Kapan harus segera mencari bantuan medis?

Jika Anda melihat adanya tanda-tanda di bawah ini, semampu mungkin segera cari bantuan medis.

  • Jika Anda tahu kejang terjadi pertama kalinya.
  • Kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Penderita mengalami kesulitan untuk sadar atau bernapas.
  • Muncul kejang kedua yang jarak waktunya berdekatan, atau jika muncul kejang kedua sebelum penderita sadar dari kejang sebelumnya.
  • Terluka saat kejang terjadi.
  • Kejang terjadi di dalam air, misal di laut atau di kolam renang.
  • Apabila penderita meminta bantuan lebih lanjut, sedang hamil, atau punya kondisi kesehatan lainnya (diabetes, penyakit jantung, dan lain-lain).

Mendapati seorang penderita epilepsi mengalami kejang memang terkadang membuat orang di sekitarnya panik. Biasanya orang tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi tersebut.

Dengan membaca uraian di atas, kini saat Anda melihat ada penderita epilepsi mengalami kejang, Anda bisa segera menolong dengan langkah-langkah pertolongan pertama yang dijelaskan di atas. Percayalah, bantuan yang Anda berikan secara tepat  bisa menyelamatkan hidup penderita.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓