Air Rebusan vs. Air Minum Kemasan, Mana Lebih Baik untuk Si Kecil?

Oleh KlikDokter pada 08 Aug 2019, 10:45 WIB
Jenis air seperti apakah yang baik untuk Si Kecil, air keran rebusan atau air minum kemasan?
Air Rebusan vs. Air Minum Kemasan, Mana Lebih  Baik untuk Si Kecil? (Alex SG/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Air adalah salah satu kebutuhan dasar tubuh manusia, dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa air minum Bunda dan keluarga aman untuk dikonsumsi. Sebagian orang memilih untuk mengonsumsi air galon kemasan, dan sebagian lainnya lebih suka untuk merebus air sendiri.

Lalu, pilihan manakah yang lebih tepat, terutama untuk Si Kecil?

Kapan Si Kecil boleh mulai minum air?

Umumnya, Si Kecil boleh mulai mengonsumsi air putih setelah berusia 6 bulan. Dari baru lahir sampai usia 6 bulan, semua kebutuhan airnya dapat terpenuhi hanya dari mengonsumsi ASI atau air putih yang umumnya diberikan sebagai pelarut susu jika Si Kecil tidak mendapatkan ASI.

Biasanya, Bunda juga menggunakan air putih untuk membersihkan lidah dan gusi Si Kecil sehabis menyusu. Setelah Si Kecil menginjak usia 6 bulan, mereka dapat diberikan air minum sesuai jumlah yang direkomendasikan.

Saat menggunakan air untuk mempersiapkan susu atau makanan pendamping ASI (MPASI), sebaiknya menggunakan petunjuk pada  kemasan yang sesuai dengan anjuran.

Air rebusan atau air minum kemasan, mana lebih baik untuk Si Kecil?

Menurut artikel yang dilansir National Health Services (NHS) di Inggris, air kemasan sebaiknya tidak digunakan langsung untuk mempersiapkan susu formula Si Kecil. Hal ini karena beberapa air kemasan ada yang tidak melalui proses perebusan.

Lembaga tersebut menyarankan agar air kemasan direbus terlebih dulu hingga mencapai suhu 70 °C –sama dengan air lainnya– sebelum digunakan untuk mempersiapkan susu formula atau makanan.

Namun, perlu diketahui bahwa air minum biasa mengandung mineral sehingga ketika dicampur dalam susu atau bubur Si Kecil, akan memicu penambahan dan perubahan kandungan mineral yang ada pada susu atau bubur makanan Si Kecil.

Kelebihan dan kekurangan di antara keduanya

Air minum kemasan merupakan jenis air minum yang dibuat melalui proses produksi tertentu seperti proses UV dan UHT untuk menghilangkan mikroorganisme. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa air tersebut aman untuk dikonsumsi. Sumber dari air kemasan bisa dari mata air, sumur, atau yang lainnya.

Satu hal lain yang perlu diperhatikan adalah air kemasan memiliki tanggal kedaluwarsa. Air minum kemasan sebenarnya tidak dapat kedaluwarsa. Tanggal tersebut lebih dimaksudkan untuk wadah plastiknya.

Di sisi lain, sebagian masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi air rebus. Maksud dari air rebus di sini adalah air yang didapatkan dari sumber air bebas seperti keran, pompa, tanah dan sebagainya, dan kemudian dimasak. Tujuannya adalah untuk memusnahkan mikroorganisme pada air keran, namun belum tentu dapat menghilangkan bahan kimia yang ada.

Dalam merebus air untuk diminum, penting untuk mengetahui suhu dan durasi merebus. Diketahui bahwa merebus air dengan suhu 70°C dapat membunuh mikroorganisme dalam 30 menit, sedangkan merebus air dengan suhu 85°C dapat membunuh mikroorganisme dalam beberapa menit.

Namun, karena merebus air keran belum tentu dapat menghilangkan bahan mineral atau kimia yang mungkin ada, disarankan untuk menghindari konsumsi air minum dari sumber yang tidak diketahui, apalagi jika sumber air bersih di daerah tersebut diduga tercemar bakteri-parasit serta mineral yang berlebih.

1 of 2

Alternatif air yang lebih sehat

Baik air rebusan maupun air minum kemasan memiliki keuntungan  masing-masing. Jika Bunda menginginkan air yang lebih sehat, air murni bebas mineral dapat menjadi salah satu pilihan. Tapi jika Bunda ingin mendapatkan air minum yang cenderung lebih murah, tentu air rebusan adalah pilihannya.

Air murni bebas mineral adalah air khusus yang sudah dimurnikan yang hampir semua mineral dan ionnya dihilangkan. Biasanya mineral yang dihilangkan adalah kalsium, fluoride magnesium, natrium, klorida, sulfat, nitrat, dan bikarbonat.

Pembuatan air murni ini biasanya dilakukan di pabrik. Semua air dimurnikan dari mineral dan ion, dan setelah itu dilakukan proses UV dan UHT untuk menghilangkan mikroorganisme. Pada akhirnya, memiliki kandungan ion hidrogen (O2) dan ion hidroksida (H2O).

Air murni bebas bakteri dan partikel mineral sangat direkomendasikan untuk melarutkan susu dan pembuatan bubur-makanan Si Kecil, karena tidak berisiko tercemar dari bakteri dan merusak mineral yang sudah ada di susu dan makanan Si Kecil tersebut.

Memang, air murni bebas mineral belum terlalu populer untuk diminum sehari-hari. Ini karena air minum biasa yang mengandung mineral sering dianggap masih diperlukan oleh tubuh. Padahal saat ini, kadar dari mineral air yang diminum tidak bisa diukur dengan pasti. Pada beberapa negara, seperti Jepang dan negara-negara di Eropa, penggunaan baby kids water untuk melarutkan susu dan makanan Si Kecil sudah lama populer digunakan.

Bunda dan keluarga bisa mendapatkan manfaat air murni bebas mineral dari Morinaga Heiko+ Water, yang merupakan inovasi dari Morinaga Research Center Jepang. Teknologi UHT dan multistage filtration dapat meghilangkan makromolekul yang tidak dibutuhkan, sehingga air menjadi steril dan bebas mineral.

Selain steril, Heiko+ WATER juga praktis karena bebas mikroorganisme dan mineral. Susu atau bubur yang dilarutkan komposisinya akan sesuai dengan yang tertulis di % angka kecukupan gizi sehingga tidak akan mengubah kandungan nutrisi di dalamnya.

Morinaga Heiko+ Water telah mendapatkan standar BPOM, SNI, dan sertifikat halal. Kemasannya pun bebas BP-A dan bersegel. Dengan mengonsumsi air murni bebas mineral, diharapkan kesehatan Si Kecil akan lebih terjamin baik pada masa sekarang maupun masa yang akan datang. Orang dewasa di rumah juga dapat mengonsumsinya untuk kebutuhan sehari-hari.

[RS/ RH]

Lanjutkan Membaca ↓