Jangan Remehkan Rasa Ngilu pada Gigi, Ini Risikonya!

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 08 Aug 2019, 11:00 WIB
Rasa ngilu pada gigi tidak boleh dipandang sebelah mata karena berbagai risiko dapat muncul jika dibiarkan!
Jangan Remehkan Rasa Ngilu pada Gigi, Ini Risikonya! (Paulaphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan rasa ngilu yang tajam saat sedang makan es krim? Jika iya, Anda adalah salah satu orang yang mengalami masalah gigi sensitif. Faktanya, 1 dari 3 orang memiliki gigi sensitif. Penelitian lain juga telah menunjukkan bahwa sekitar 2 dari 5 orang yang berusia 18-35 tahun yang mengalami gigi ngilu.

Rasa ngilu akibat gigi sensitif muncul ketika gigi terkena suatu rangsangan panas, dingin, ataupun asam. Meskipun hanya berlangsung sementara, hal ini tidak boleh diremehkan begitu saja karena dapat menjadi lebih parah seperti menyebabkan nyeri berkepanjangan.

Selain itu, gigi sensitif juga dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Menurut penelitian, sebanyak 70,4% orang yang menderita gigi sensitif merasakan keterbatasan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Gigi ngilu membatasi mereka dalam menikmati makanan atau minuman favoritnya. Oleh karena itu, perawatan khusus harus dilakukan sedari dini agar kondisi tersebut tidak datang kembali.

Risiko jika gigi sensitif dibiarkan

Salah satu penyebab gigi sensitif adalah adanya penurunan gusi atau resesi gusi yang menyebabkan akar gigi terlihat. Keadaan ini umumnya disebabkan oleh teknik menyikat gigi yang kurang tepat serta pemilihan sikat gigi yang keras dan tebal.

Selain itu, resesi gusi juga bisa disebabkan oleh adanya penyakit gusi. Resesi gusi juga terjadi akibat kebersihan mulut yang buruk sehingga menimbulkan penumpukan plak dan karang gigi di sekitar leher gigi. Jika tak segera ditangani dengan perawatan yang tepat, gigi goyang hingga terlepas dapat terjadi.

Rasa ngilu juga bisa menjadi tanda adanya gigi berlubang. Penanganannya pun harus sesuai dengan kondisinya. Jika tidak segera ditangani, dapat terjadi gusi bengkak dan disertai infeksi. Dalam kasus yang parah, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti leher atau kepala.

Melakukan prosedur pemutihan gigi atau bleaching saat ini sedang digemari masyarakat. Sudah banyak produk-produk pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran. Produk tersebut umumnya mengandung bahan kimia keras untuk menghilangkan noda.

Akan tetapi, bahan-bahan tersebut dapat pula mengikis lapisan pelindung gigi sehingga rasa sensitif setelah pemutihan gigi sering terjadi. Oleh karena itu, tidak semua gigi bisa diputihkan. Sebelum melakukan prosedur ini, Anda terlebih dahulu harus menjalani pemeriksaan oleh dokter gigi.

Semua rasa ngilu yang timbul pada gigi harus diperiksa tingkatannya. Dengan mengetahui tingkat sakitnya, seperti rasa nyeri yang ringan, sedang, ataupun berat, dokter gigi dapat menentukan rencana perawatan selanjutnya.

Solusi gigi sensitif

Menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif merupakan salah satu solusi yang pada umumnya akan direkomendasikan oleh dokter gigi. Pilihlah pasta gigi khusus gigi sensitif yang mengandung strontium acetatet.

Pasta gigi khusus yang mengandung strontium asetat juga telah terbukti secara ilmiah untuk menghilangkan rasa ngilu akibat gigi sensitif sejak pemakaian pertama.

Perawatan ini tentu harus dibarengi rutin menyikat gigi dua kali sehari. Selain itu, pemilihan sikat gigi dan teknik menyikat gigi juga menentukan. Pilihlah sikat dengan bulu yang halus, serta menyikat gigi dengan tidak terlalu keras agar tidak terjadi pengikisan kembali.

Itulah beberapa risiko yang dapat terjadi jika Anda meremehkan rasa ngilu pada gigi sensitif. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, terutama ketika rasa ngilu muncul. Dengan begini, gigi sensitif dapat segera diatasi dan kemungkinan terburuk dapat dihindari.

[HNS/ RH]