Cara Sehat Mengolah Daging Kurban Saat Idul Adha

Oleh Tamara Anastasia pada 10 Aug 2019, 11:00 WIB
Mengolah daging kurban saat Idul Adha sudah harus dimulai sejak daging diterima. Agar kesehatan tetap terjaga, begini cara mengelolanya.
Cara Sehat Mengolah Daging Kurban Saat Idul Adha (Swisty242-Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat Hari Raya Idul Adha, pembagian daging kurban selalu menjadi momen yang dinantikan. Setiap keluarga yang menerima pembagian daging punya cara sendiri dalam mengolah daging kurban.

Nah, agar kesehatan tetap terjaga, Anda perlu tahu cara yang tepat dalam mengelola daging kurban. Baik daging sapi maupun daging kambing mengandung banyak nutrisi, termasuk protein yang berperan dalam pembentukan otot dan fungsi otak serta zat besi yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah di dalam tubuh.

Cara sehat mengolah daging kurban

Daging kurban yang diterima perlu dikelola dengan menyimpan dan mengolahnya secara benar. Pasalnya semua kandungan nutrisi daging merah tersebut bisa hilang jika Anda salah dalam memasaknya.

Misalnya saja daging kambing, menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, sebaiknya Anda tidak memasak daging pada suhu yang terlalu tinggi, di  atas 250 derajat Celsius. Memasak daging dengan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kandungan gizinya.

Oleh karena itu disarankan, cara memasak daging yang paling baik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Untuk menghilangkan aroma khas kambing, Anda bisa meremas-remas potongan timun ke daging. Lalu bersihkan dan lap dengan handuk sebelum memasaknya. Selain itu hindari menambahkan santan agar kandungan kolesterol di dalamnya tidak bertambah.

Ditambahkan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter selain  diolah dengan dikukus ataupun direbus, daging kurban juga bisa dimasak dengan cara dipanggang. Metode memasak tersebut dinilai lebih sehat sekaligus bisa mempertahankan nutrisi dalam daging.

Nah, beberapa langkah mengelola daging kurban yang disebutkan di bawah ini bisa Anda jadikan panduan bagaimana mengolah dan memasak daging kurban saat Idul Adha besok.

  • Jangan gunakan arang panas saat memanggang daging. Daging yang dipanggang di atas arang bertemperatur tinggi berisiko menjadi karsinogenik  sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Sebaiknya gunakan kompor atau oven untuk memanggang daging.
  • Singkirkan semua lapisan lemak pada daging sebelum mengolahnya.
  • Untuk mengurangi waktu pemasakan, daging bisa dipotong kecil-kecil agar lebih cepat matang.
  • Pisahkan alat-alat masak – seperti pisau dan talenan – yang digunakan untuk daging dengan alat masak atau alat makan untuk bahan makanan lainnya.
  • Simpan daging, terutama daging cincang, di dalam freezer bersuhu
  • Simpanlah daging yang belum digunakan di tempat tertutup seperti di dalam kotak plastik kedap udara.
  • Jika tidak mengundang tamu, jangan mengolah semua daging kurban. Bagilah daging dalam beberapa porsi. Simpan di freezer agar bisa dikonsumsi lagi di kemudian hari. Umumnya, daging kurban bisa bertahan hingga 3 bulan di freezer.

Selain cara-cara di atas, pastikan juga daging yang akan dimasak sudah dicuci bersih dengan air mengalir. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kontaminasi kuman yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti, diare atau keracunan makanan. Jika daging tidak langsung dikelola, pastikan daging sudah kering sebelum disimpan di dalam freezer.

Hindari mengonsumsi daging secara berlebihan meski hidangan tersebut tampak lezat, karena berisiko meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Selain itu, bagi Anda yang sudah punya masalah kolesterol tinggi, konsumsi saja bagian dagingnya. Hindari  bagian jeroannya seperti usus, limpa, babat, hati, atau torpedo. Bagian-bagian tersebut mengandung kolesterol yang jauh lebih tinggi ketimbang dagingnya.

Dan yang tidak kalah penting, imbangi juga dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah. Selain itu konsumsilah vitamin dan mineral untuk mengurangi efek samping dari konsumsi daging secara berlebihan.

Saat tiba Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari Minggu (11/8) besok, tak perlu takut mengonsumsi daging kurban selama Anda tahu cara mengelolanya dengan sehat. Mengolah daging kurban sudah harus Anda mulai sejak menerima daging tersebut. Pengelolaan daging yang tepat – baik penyimpanan maupun pengolahannya – akan membuat nutrisi daging tetap terjaga. Selain itu manfaatnya bagi kesehatan juga tetap optimal.

(RN/ RVS)