Nasi Merah vs Nasi Putih, Mana Lebih Aman bagi Penderita Diabetes?

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 10 Aug 2019, 13:00 WIB
Sumber karbohidrat penting untuk manajemen diabetes. Antara nasi merah vs nasi putih, mana pilihan yang lebih aman bagi penderita diabetes?
Nasi Merah vs Nasi Putih, Mana Lebih Aman bagi Penderita Diabetes? (Sanit Fuangnakhon/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penderita diabetes harus tahu aturan dalam mengonsumsi nasi secara aman. Ketimbang nasi putih, nasi merah disebut-sebut menjadi sumber karbohidrat yang lebih sehat dalam menjaga kadar gula darah.

Diabetes adalah salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat. Awal kemunculannya tak memperlihatkan gejala sehingga sering kali tidak disadari penderitanya. Tahu-tahu diabetes ketahuan saat sedang periksa kadar gula darah, atau ketika sudah telanjur terjadi komplikasi yang lebih serius.

Gaya hidup bisa jadi dalang munculnya diabetes

Diabetes terjadi akibat gangguan metabolisme karbohidrat dan glukosa (gula darah). 

Fungsi glukosa dalam tubuh sungguh krusial, yaitu sumber energi utama bagi sel-sel di organ tubuh, terutama otak.

Dalam dunia medis, terdapat beberapa jenis diabetes. Namun, kasus yang paling banyak terjadi di masyarakat adalah diabetes tipe 2, yang sebetulnya bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Diabetes dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, tetapi ini lebih sering ditemui pada diabetes tipe 1 yang umumnya diderita oleh anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, terjadi kelainan pada sel pankreas yang memproduksi insulin, yang mana jumlah produksinya tidak cukup.

Sementara itu, diabetes tipe 2 yang lebih banyak dialami disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya makan dalam porsi besar, konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat sederhana (tinggi gula) dan tinggi lemak, jarang atau tidak pernah berolahraga, serta kelebihan berat badan.

Apabila kadar gula darah tidak dijaga dengan baik, maka penderita diabetes atau diabetesi dapat mengalami berbagai komplikasi jangka panjang. Misalnya katarak dan kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. 

Selain itu bisa terjadi juga kerusakan saraf yang dapat menyebabkan baal (terutama di kaki), luka dan infeksi yang sulit sembuh (terutama di kaki) yang menyebabkan risiko amputasi, serta gagal ginjal yang dapat berujung pada tindakan cuci darah.

1 of 2

Cegah komplikasi dengan menstabilkan gula darah

Kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol akan membuat diabetesi berisiko tinggi mengalami komplikasi. Tak hanya satu, komplikasi bisa dialami oleh banyak organ.

Meski disiplin konsumsi obat diabetes sesuai anjuran dokter sangat penting, tetapi pilar dasar manajemen diabetes yang paling utama adalah pengaturan pola makan dan olahraga rutin. Jangan pernah beranggapan bahwa dengan minum obat secara rutin, diabetesi bisa makan tanpa aturan.

Bijak memilih sumber karbohidrat: nasi putih vs nasi merah

Diabetesi harus benar-benar memperhatikan kadar gula darahnya. Karena gula merupakan pemecahan dari karbohidrat, maka asupan makanan yang mengandung karbohidrat harus dikontrol. Sumber karbohidrat utama masyarakat Indonesia adalah nasi putih. Sayangnya, nasi putih kadar gulanya tinggi. Penyerapan gula ke dalam darah akan terjadi lebih cepat, sehingga kandungan gula dalam darah jadi berlebihan.

Berbagai asosiasi diabetes menyarankan tak hanya menghitung dan membatasi karbohidrat, tetapi juga konsumsi karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks tidak menyebabkan peningkatan mendadak kadar gula di dalam darah. Salah satu contohnya adalah nasi merah.

Sebagai perbandingan, 200 gram nasi merah masak mengandung 45 gram karbohidrat dan 3,5 gram serat. Sementara itu, 200 gram nasi putih masak mengandung karbohidrat lebih tinggi, yakni 53 gram, tetapi kandungan seratnya lebih rendah, yaitu 0,6 gram.

Selain itu, nasi merah juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah (68) dibandingkan dengan nasi putih (73). Indeks glikemik adalah sebuah skala yang mengukur seberapa cepat suatu makanan yang mengandung karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah. 

Skor indeks glikemik berkisar antara 0-100, yang mana 0 adalah yang paling rendah dan tidak meningkatkan kadar gula darah (misanya air), dan 100 adalah makanan yang paling cepat dan paling tinggi meningkatkan kadar gula darah. Semakin rendah indeks glikemik suatu makanan, maka semakin aman makanan tersebut untuk dikonsumsi oleh diabetesi.

Beras merah juga mengandung vitamin dan mineral yang lebih lengkap dibandingkan beras putih, karena tahapan prosesnya lebih singkat. Kulit dan ari dari beras putih sudah dikupas sedemikian rupa, sehingga kandungan vitamin dan mineralnya lebih sedikit. Semakin pulen suatu beras, maka semakin sedikit pula kandungan vitamin mineralnya.

Kekurangan dari beras merah mungkin hanya satu, yaitu dari segi tekstur dan rasa. Banyak yang mengeluhkan nasi merah tidak pulen (pera), lebih keras, dan rasanya tak senikmat nasi putih.

Makan nasi tidak dilarang, tetapi penderita diabetes harus memperhatikan pemilihannya. Nasi merah jauh lebih sehat dan aman dibandingkan dengan nasi putih, karena kandungan indeks glikemiknya lebih rendah tetapi tinggi serat. Jika belum terbiasa, Anda bisa mencampur beras merah dan beras putih sebagai penyesuaian.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓