4 Fase Persalinan Normal yang Perlu Ibu Tahu

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 13 Aug 2019, 08:00 WIB
Persalinan normal tak hanya sebatas mengeluarkan janin dari vagina. Ada empat fase persalinan normal yang perlu Anda ketahui.
4 Fase Persalinan Normal yang Perlu Ibu Tahu (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Persalinan normal lebih dari sekadar mengeluarkan janin lewat vagina. Ada beberapa fase yang harus dilalui ibu hamil, hingga akhirnya bayi dilahirkan. Karenanya, para calon ibu mesti mengenali apa saja fase-fase tersebut.

Persalinan normal adalah salah satu bentuk fisiologis yang bisa dialami wanita. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran janin yang sudah siap hidup sendiri atau cukup bulan ke dunia luar, melalui jalan kelahiran.

Bagi Anda yang baru pertama kali menanti kehadiran buah hati, proses persalinan bisa menjadi sumber kecemasan. Namun, tak perlu sampai khawatir berlarut-larut. Dengan pengetahuan dan persiapan yang cukup selama kehamilan, proses persalinan bisa berjalan lancar.

Tanda-tanda persalinan

Proses persalinan normal umumnya berlangsung pada saat usia kandungan sudah mencapai 37-40 minggu. Tanda-tanda persalinan antara lain:

  • Kontraksi yang semakin kuat dan teratur

Tanda awal dari persalinan yang mudah dikenali adalah adanya kontraksi. Anda harus bisa membedakan apakah yang dirasakan merupakan Braxton Hicks (kontraksi palsu) atau kontraksi asli. 

Kontraksi asli akan dirasakan semakin kuat  dan teratur di seluruh perut, serta ada penyebaran ke bagian tubuh lain seperti bagian pinggang.

  • Ada lendir yang bercampur dengan darah

Munculnya lendir bercampur darah juga dapat menjadi tanda ibu siap menjalani persalinan. Lendir tersebut diakibatkan oleh adanya robekan pada dinding mulut rahim akibat adanya tekanan dari janin yang semakin kuat.

Apabila lendir darah semakin banyak dan disertai adanya kontraksi, maka mulut rahim akan menjadi lembek, pembukaan akan semakin lebar, sehingga siap untuk menjadi jalan lahir bagi janin.

  • Pecahnya air ketuban 

Air ketuban seharusnya pecah apabila ada kontraksi dan pembukaan. Namun pada beberapa kondisi, kantung ketuban bisa pecah sebelum waktunya dan dapat menjadi tanda persalinan.

Apabila ibu hamil mengeluhkan air yang keluar terus-menerus dari jalan lahir, segera bawa ke fasilitas kesehatan untuk segera menjalani persalinan.

  • Peningkatan tekanan di sekitar vagina atau anus

Karena adanya kontraksi yang semakin kuat dan teratur, bagian terbawah dari janin akan semakin turun dan menekan jalan lahir. Akibatnya, timbul sensasi ingin mengejan, diikuti tekanan di sekitar vagina atau anus yang meningkat.

Proses melahirkan bisa menjadi kenangan manis dan sakral bagi sebagian besar wanita. Setelah merasakan adanya tanda-tanda persalinan yang semakin kuat, persalinan sudah di depan mata.

1 of 2

Empat fase persalinan normal

Jangan membayangkan bahwa melahirkan secara normal hanya tentang mengejan. Ada empat fase penting yang terjadi untuk melahirkan sang buah hati. 

  • Fase 1

Fase ini sering disebut sebagai fase pembukaan mulut rahim, yang sudah dimulai sejak adanya kontraksi dari rahim.

Fase ini terbagi menjadi dua tahapan, yaitu fase laten dan fase aktif. Fase laten merupakan tahapan lambat ketika pembukaan mulut rahim kurang dari 4 cm, dan butuh setidaknya 8 jam untuk mengalami kemajuan pembukaan bagi Anda yang pertama kali melahirkan. Bagi yang sudah pernah melahirkan, tahapan ini bisa berjalan lebih cepat.

Pada fase aktif, terjadi pembukaan mulut rahim 4-10 cm, yang disertai dengan penurunan bagian bawah dari janin.

  • Fase 2

Setelah fase pembukaan sudah lengkap, masuklah fase kedua, yaitu tahapan pengeluaran janin. Apabila muncul rasa ingin mengejan yang semakin kuat, Anda harus mengikuti arahan dari dokter atau bidan yang membantu jalannya persalinan.

  • Fase 3

Fase ketiga dimulai setelah bayi lahir. Tahapan ini merupakan proses pengeluaran plasenta. Proses ini berlangsung sekitar 6-15 menit setelah bayi lahir, dan tak boleh lebih dari 30 menit. Jika lebih, kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dapat terjadi.

  • Fase 4 

Setelah plasenta dikeluarkan, maka Anda perlu menjalani observasi selama 2 jam setelah kelahiran berlangsung. Pada tahapan ini, komplikasi masih berlanjut, sehingga perlu dilakukan monitoring ketat terhadap tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, dan laju napas), kontraksi uterus, maupu banyaknya perdarahan yang keluar.

Persalinan normal yang dihadapi setiap ibu hamil bisa berbeda-beda, tergantung kesiapan masing-masing. Dengan mengetahui empat fase persalinan normal, diharapkan ibu hamil bisa lebih mempersiapkan mental dan kondisi kesehatannya agar persalinan lancar. Jangan lupa untuk rutin berkonsultasi pada dokter atau bidan agar tidak terjadi komplikasi, baik selama kehamilan berlangsung maupun saat proses persalinan.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓