Awas, Penyakit Gusi Bisa Memicu Alzheimer!

Oleh drg. Wiena Manggala Putri pada 13 Aug 2019, 11:30 WIB
Penyakit gusi ternyata bisa memicu berbagai penyakit lain, salah satunya Alzheimer. Baca selengkapnya di sini!
Awas, Penyakit Gusi Bisa Memicu Alzheimer! ?(Victoria 1/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit gusi merupakan suatu kondisi yang diidentifikasi sebagai sumber perantara peradangan ke dalam sirkulasi darah yang bisa memengaruhi beberapa penyakit lain. Namun yang mengejutkan, penyakit gusi ternyata bisa memicu Alzheimer, penyakit yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan faktor usia tua dan genetik. 

Alzheimer sendiri adalah penyakit dengan kelainan progresif, di mana sel-sel pada otak sudah tidak bisa bekerja dengan baik dan terus menurun secara signifikan seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, penyakit ini juga dikaitkan dengan penurunan tingkat kemampuan berpikir atau demensia.

Penyakit gusi bisa membawa bakteri ke otak

Sementara itu, pada penyakit gusi tahap lanjut atau periodontitis, kondisi gusi atau struktur yang mendukung gigi mengalami peradangan yang disebabkan infeksi bakteri. Biasanya, kondisi ini diawali sebagai radang gusi atau gingivitis.

Koloni bakteri di dalam plak tumbuh dan menghasilkan racun, sehingga memicu respons peradangan pada gusi. Jika tidak segera diobati, peradangan akan menetap, membuat perlekatan terbuka, dan menghancurkan tulang peyangga gigi, sehingga akhirnya gigi bisa goyang dan lepas.

Proses peradangan ini ditandai dengan keadaan sistemik melalui mekanisme yang meliputi penyebaran sitokin proinflamasi atau bakteri yang masuk ke dalam aliran darah. Secara sistemik, bakteri kemudian mencapai otak melalui jalur saraf perifer.

Hal inilah yang menjadi penyebab radang gusi bisa menyebarkan bakteri sampai ke otak.

Penyakit Gusi

Sebuah penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan antara penyakit gusi dan Alzheimer. Salah satu buktinya menunjukkan bahwa penderita Alzheimer memiliki gangguan kesehatan mulut lebih besar karena gangguan kognitif yang memengaruhi kebiasaan mereka dalam merawat kesehatan mulut.

Sedangkan bukti selanjutnya mengatakan bahwa penyakit gusi yang tidak ditangani dengan tepat dapat memicu atau memperburuk neuroinflamasi yang ditemukan pada penderita Alzheimer.

Bakteri yang merupakan salah satu patogen penyakit gusi dan respons peradangan dapat memengaruhi fungsi otak, terutama pada penderita lanjut usia sehingga lebih rentan menyebabkan gangguan memori. Selain itu juga lebih berpengaruh terhadap perkembangan penyakit neurodegenerative seperti Alzheimer

Dikutip dari Healthline.com, sebuah studi yang dipublikasikan Journal Science Advances juga memeriksa jaringan otak pada penderita Alzheimer yang sudah meninggal. 

Di dalam jaringan otak mereka ditemukan bakteri porphyromonas ginggivalis. Bakteri ini merupakan patogen utama yang berperan dalam penyakit gusi.

Lalu, mereka juga melakukan serangkaian tes pada tikus yang mengalami infeksi porphyromonas gingivalis. Hasilnya menunjukkan bahwa adanya infeksi gusi bisa menyebabkan peningkatan produksi beta amiloid. Beta amiloid sendiri merupakan penanda adanya penyakit Alzheimer di dalam otak.

Dalam kondisi neurodegenerative, protein beracun akan terakumulasi secara berlebih dan membentuk plak yang mengganggu hubungan komunikasi di antara sel-sel otak.

Selain itu, pada otak penderita Alzheimer maupun model tikus, peneliti juga menemukan adanya enzim beracun yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. 

Meskipun para peneliti juga mengungkapkan bahwa hubungan penyakit gusi dan Alzheimer belum memiliki cukup bukti yang kuat, namun menjaga kebersihan gigi dan mulut tetaplah sangat penting. Sebab, rongga mulut yang sehat akan turut memengaruhi kesehatan bagian tubuh lainnya.

Salah satu tindakan pencegahan yang paling mudah Anda lakukan adalah dengan menggosok gigi secara rutin dan dengan teknik yang tepat. Dengan begitu, Anda dapat menghilangkan plak serta bakteri yang menempel di permukaan gigi.

Mengurangi kemungkinan penyakit gusi bisa memicu Alzheimer  juga bisa Anda lakukan dengan rutin periksa ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.  Dengan demikian berbagai masalah di dalam rongga mulut, termasuk penyakit gusi, akan dapat dihindari.

[MS/ RVS]