Stroke di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Oleh Ayu Maharani pada 13 Aug 2019, 14:20 WIB
Stroke tak lagi dialami usia lanjut, tetapi juga menyerang usia yang lebih muda. Kenali penyebab dan cara mencegah stroke di usia muda.
Stroke di Usia Muda, Apa Penyebabnya? (Elnur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Dua puluh tahun yang lalu, mungkin stroke pada usia 40-an bikin geger. Namun semakin ke sini, stroke tak lagi identik sebagai penyakit lansia, tetapi juga banyak menyerang usia yang lebih muda. Kenali penyebab stroke di usia muda sehingga Anda bisa menentukan langkah-langkah pencegahannya.

Pola hidup sedenter menjadi penyebab utama

Berdasarkan penjelasan dari dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, stroke dapat menyerang usia muda akibat perubahan pola hidup. Semakin muda usia seseorang yang mengalami stroke, maka bisa kemungkinan besar sebelumnya si penderita menerapkan pola hidup sedenter, banyak konsumsi makanan cepat saji dan jarang atau tak pernah berolahraga.

Kurang olahraga bisa memicu terjadinya penyakit kronis seperti diabetes dan stroke. Sebaliknya, latihan fisik teratur dapat menurunkan risiko penyakit tersebut. Olahraga terbukti dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kolesterol jahat (LDL), memperbaiki aliran darah, dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

Pola hidup sedenter hanya satu dari beberapa faktor risiko. Mereka yang sudah menerapkan pola hidup sehat pun tak boleh besar kepala, berpikir akan terhindar sepenuhnya dari stroke. Sebab, stroke adalah penyakit rumit yang dipengaruhi beberapa faktor, seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, dan kadar kolesterol.

“Orang mungkin berpikir, kalau sudah olahraga dan pola makannya sehat, ia terbebas dari stroke. Tapi setelah diperiksa, dia punya masalah tekanan darah tinggi yang tak terkontrol. Kalau sudah begitu, risikonya untuk mengalami serangan stroke di usia muda akan sama tingginya dengan mereka yang hidup sedenter,” jelas dr. Alvin.

Faktor lainnya penyebab stroke di usia muda

Selain gaya hidup sedenter, berikut ini beberapa faktor risiko penyumbang bertambahnya kasus stroke di usia muda.

  • Kebiasaan merokok

Makin ke sini, usia perokok semakin muda. Dikatakan oleh dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, merokok dapat mengubah kecepatan aliran darah melalui pembuluh darah ke otak.

“Perubahan yang terus-menerus pada lapisan pembuluh darah otak dapat memicu penyakit serebrovaskular, yang sering terjadi pada penderita stroke,” jelas dr. Dyah.

  • Stres

Penuh kompetisi dan tekanan, hubungan yang tidak baik, kehidupan yang masih stagnan mampu membuat usia muda mengalami stres berat.

Menurut sebuah penelitian di jurnal medis “The Lancet” tahun 2017, semakin tinggi tingkat stres yang dialami seseorang, semakin tinggi pula risiko penyakit jantung dan stroke yang dia hadapi.

Adalah amigdala (bagian pada otak), yang bertanggung jawab atas untuk menanggulangi stres. Amigdala adalah kelompok saraf yang mengatur emosi, rasa takut, kecemasan, kesenangan, dan stres. Saat amigdala aktif menangani stres, itu akan memicu aktivitas ekstra pada sumsum tulang belakang, lalu sebabkan peradangan di arteri. Kemungkinan terjadinya penyakit jantung dan stroke pun meningkat.

1 of 2

Selanjutnya

  • Kurang asupan serat

Serat tak melulu soal pencernaan. Menurut dr. Dyah, tubuh yang kekurangan serat juga berisiko mengalami kolesterol tinggi. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan benar bisa berakhir pada stroke.

  • Berat badan berlebih

“Berat badan berlebih membuat seseorang cenderung tekanan darah dan kolesterol tinggi. Berbagai gangguan metabolik ini dapat menyebabkan penyakit jantung atau stroke,” ujar dr. Alvin.

  • Kelainan irama jantung

Mengutip salah satu artikel dr. Vito Damay, SpJP, M.Kes, FIHA, FICA, dalam KlikDokter, kelainan irama jantung (atrial fibrilasi) juga salah satu faktor penyebab stroke di usia muda. Penyebabnya adalah gangguan mikro dalam struktur jantung, yang bisa merupakan akibat dari serangan jantung yang pernah dialami.

Menurut dr. Vito, keluhan utama dari kelainan irama jantung adalah berdebar-debar. Aliran listrik jantung yang tidak normal menyebabkan kontraksi-relaksasi jantung tidak sinkron. Akibatnya, timbul bekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah otak.

  • Kelainan struktur jantung

Kelainan pada katup jantung akibat penyempitan katup atau katup jantung yang tidak rapat membuat sebagian ruang jantung membesar. Kebocoran pada dinding sekat ruang jantung juga dapat mengakibatkan sebagian ruang jantung membesar. Ini berpotensi timbulkan atrial fibrilasi. Selain itu, pembengkakan ruang jantung mengakibatkan kemampuan kontraksi jantung menurun.

Menurut dr. Vito kondisi tersebut menyebabkan darah cenderung mengental dalam ruang jantung. Bekuan darah yang terbentuk dari pengentalan tersebut bisa menyebabkan stroke.

Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab stroke di usia muda, selanjutnya Anda diharapkan dapat melakukan antisipasi dalam mencegah tejadinya penyakit tersebut.

Beberapa langkah berikut bisa Anda lakukan untuk mencegah datangnya stroke di usia muda:

  • Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
  • Memperbanyak asupan serat dan menerapkan pola makan sehat.
  • Membatasi konsumsi makanan cepat saji.
  • Rutin berolahraga setidaknya 30 menit sehari, 3 kali seminggu.
  • Menjaga berat badan ideal. Segera turunkan jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Menjalani pemeriksaan medis secara rutin dan deteksi dini sejak usia 20 tahun. Pemeriksaan yang direkomendasikan adalah cek tekanan darah, fisik, kadar kolesterol lengkap saat puasa (LDL, HDL, dan trigliserida), gula darah, ukuran lingkar pinggang, dan rekam jantung standar (EKG).

Bukannya menakut-nakuti, tetapi stroke di usia muda kini sudah banyak terjadi. Penyakit ini tak lagi identik sebagai penyakit lansia. Penyebabnya beragam, mulai dari pola hidup sedenter, merokok, pola makan tak sehat, obesitas, jarang berolahraga, atau kondisi medis tertentu. Cegahlah dengan menerapkan pola hidup sehat yang disarankan di atas.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓
Zainudin ZainudinZainudin Zainudin

kemo trapi apa pengaruhnya untuk kesehatan ?