Kiat Memilih Tempat Tidur Bayi yang Aman

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 13 Aug 2019, 16:20 WIB
Memilih tepat tidur bayi perlu mempertimbangkan sejumlah hal termasuk kesehatan dan kenyamanan bayi. Berikut kiatnya.
Kiat Memilih Tempat Tidur Bayi yang Aman (FamVeld/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama beberapa bulan setelah bayi lahir, ia akan menghabiskan waktu kira-kira 20 jam tiap harinya untuk tidur. Karenanya, tempat tidur bayi harus diperhatikan. Ada beberapa indikator penting dalam memilih tempat tidur bayi.

Menurut sebuah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal “Paediatrics & Child Health”, kebiasaan tidur yang baik penting untuk kondisi fisik dan emosional bayi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan di antaranya adalah lingkungan tempat ia tidur, di mana ia tidur, tempat tidur, tipe matras atau kasur, dan lain-lain.

Lingkungan tidur yang aman dapat mengurangi risiko kematian mendadak pada bayi baru lahir kurang dari 1 tahun (suddent infant death syndrome atau SIDS).

Kamar bayi dan tempat tidurnya harus ekstra aman. Tempat tidur dan kamar tidurnya adalah tempat si Kecil pertama kali akan mengeksplorasi ketika ia mulai berjalan. Bahkan terkadang luput dari pengawasan.

Supaya bayi aman, lingkungannya tersebut juga harus aman dari potensi bahaya di sekitarnya, misalnya tersandung, menginjak benda tajam, kejatuhan benda berat, dan lain sebagainya.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, dua hal yang perlu diperhatikan dalam memilih lingkungan tidur bayi, yaitu keamanan dan kenyamanan.

“Dari sisi aman, harus ada pembatas atau penghalang di sekeliling bayi, kalau bayi guling-guling, setidaknya itu aman dan tidak membuatnya terjatuh. Sedangkan dari segi kenyamanan, orang tua harus tepat dalam memilih benda-benda di kamarnya, apalagi tempat tidur untuk bayi,” jelas dr. Alvin.

Memilih tempat tidur bayi yang aman

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat tidur yang aman untuk bayi antara lain:

  • Untuk bayi di bawah 1 tahun, pilih boks bayi

Canadian Pediatric Society merekomendasikan agar bayi di bawah satu tahun tidur di boks bayi (crib). Bayi tidak seharusnya tidur di tempat tidur orang tua karena tidak aman.

Banyak studi berskala besar yang menunjukkan bahwa bayi yang berbagi tempat tidur dengan orang dewasa lebih berisiko terjepit dan mati lemas kehabisan napas.

Jika Anda ingin selalu dekat dengan bayi, boks bayi bisa diletakkan di sebelah tempat tidur Anda (co-sleeping). Menyusui bayi yang bangun tengah malam pun jadi lebih mudah.

Bayi tak boleh tidur di kasur air, bahan matras atau karpet kulit domba, bantal, sofa, kursi santai (armchair), atau permukaan empuk lainnya.

1 of 3

Selanjutnya

  • Perhatikan fitur yang ditawarkan tempat tidur bayi

Jika ingin membeli tempat tidur bayi dalam waktu dekat, cari yang memiliki kriteria di bawah ini.

  • Tak perlu cari yang paling mahal. Faktor keamanan lebih penting ketimbang desain atau harga.
  • Sebaiknya beli boks atau tempat tidur bayi baru, bukan barang bekas. Kalaupun dapat “warisan”, pastikan model tempat tidur tidak kuno. Selain itu, sempatkan diri untuk riset, mana tahu model tempat tidur tersebut menerima review buruk dari konsumen.
  • Hindari boks bayi antik, boks bayi yang sudah turun-temurun, atau boks bayi dengan sisi drop-down (yang bisa dilipat ke bawah untuk memudahkan akses mengambil dan meletakkan bayi). Menurut Komisi Keselamatan Konsumen Amerika Serikat (CPSC), isu keselamatan membuatnya tak lagi diproduksi dan dijual.
  • Ukur bilah atau teralinya, jangan sampai lebih dari 6 cm agar bayi tak bisa melewati sela tersebut, atau menyebabkan tubuh atau kepalanya terjepit.
  • Ketinggian bilah atau terali juga tak boleh luput, yaitu minimal 65 cm dari matras. Seiring bertambahnya usia bayi, matras sebaiknya diturunkan lebih rendah, sehingga ia sulit memanjat keluar dari boksnya.
  • Ukur juga tiap sudutnya. Idealnya tak kurang dari dari 0,15 cm, sehingga pakaian bayi tak akan tersangkut.
  • Periksa jika ada bagian yang membahayakan, misalnya ada yang longgar atau mudah terlepas, cat yang mengelupas, ujung yang tajam, atau apa pun yang membuat tempat tidurnya tidak aman.
  • Pilih matras dengan tingkat keempukan solid dan padat (firm) untuk mencegah kejadian SIDS.
  • Ukuran matras harus pas dengan tempat tidur, agar tak ada celah pada tiap sudutnya. “Jangan pilih bahan kapuk, karena partikel kapasnya bisa melukai saluran pernapasan anak Anda,” tambah dr. Alvin.
  • Bahan seprai, bantal, guling, dan selimut sebaiknya terbuat dari katun untuk menyerap keringat bayi, sehingga tidurnya lebih nyaman.
  • Jangan tempatkan boks bayi di sebelah jendela atau dekat dengan barang-barang berbahaya lainnya. Tali tirai gulung (blind cords), tirai serangga (bug screen) yang dipasang di jendela, atau pelengkap jendela lainnya punya potensi bahaya. Paparan sinar matahari langsung dari jendela juga bisa membuat bayi tak nyaman.
  • Jika perlu, pasang kelambu pelindung yang berukuran lebih panjang dan besar dari boks bayi, sehingga ia bisa tidur nyenyak tanpa gangguan gigitan nyamuk.
  • Hindari penggunaan bumper (bantalan pelindung yang dipasang pada terali tempat tidur bayi), karena bisa membuat bayi tercekik. Selain untuk, untuk balita yang sudah agak besar, bumper tersebut bisa dijadikan pijakan untuk melompati tempat tidur.
  • Jangan letakkan selimut tebal, bed cover, bantal, atau boneka besar di dalam boks bayi, karena bayi bisa dengan mudahnya ‘tertimbun’ benda-benda tersebut.

Selain kriteria di atas, dr. Alvin juga mengingatkan untuk memperhatikan kebersihan lingkungan tempat bayi tidur.

“Ingat, bayi sering buang air kecil dan buang air besar, jadi kamar tidur dan matrasnya harus rajin dibersihkan atau seprainya diganti secara berkala,” kata dr. Alvin. “Jika mungkin, pilih matras bayi yang terbuat dari lateks yang kedap air,” lanjutnya.

2 of 3

Tips agar bayi nyaman saat tidur

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, ada beberapa tips untuk menunjang bayi bisa tidur dengan aman dan nyaman. Berikut ini panduannya.

  • Saat bayi membalikkan badannya, tidak perlu memaksakan bayi tidur pada posisi sebelumnya.
  • Bayi tidak boleh tidur di bantal, kasur udara, kasur air, guling, bahan lembut atau tempat tidur longgar. Bahkan ketika Anda bepergian, tempat tidur bayi harus aman. Kursi mobil (car seat) dan gendongan bayi tidak boleh digunakan untuk menggantikan tempat tidur bayi.
  • Bayi harus tidur di ruangan yang sunyi, gelap, dengan suhu yang agak dingin.
  • Jangan pernah tidur dengan bayi dalam satu kasur, atau membiarkan bayi tidur sendirian di sofa atau kursi.
  • Tempatkan bayi tidur terlentang di permukaan yang rata. Jangan pakaikan bayi selimut yang terlalu tebal yang bisa menekan bayi.
  • Jangan tinggalkan botol susu atau jus di tempat tidur bayi.
  • Tetapkan rutinitas tidur yang menenangkan, konsisten, dan terjadwal.
  • Cobalah untuk menjaga waktu tidur siang dan waktu tidur malam yang sama setiap harinya, termasuk saat akhir pekan.
  • Sediakan waktu sekitar 10-30 menit untuk melakukan sesuatu yang istimewa dengan bayi sebelum tidur. Ini memang tergantung pada usia bayi, tetapi Anda bisa bercanda atau sekadar membacakan buku cerita untuknya.

Itulah sejumlah kiat lengkap memilih tempat tidur bayi yang aman, begitu juga berbagai cara agar ia bisa tidur dengan nyenyak tanpa potensi bahaya. Pastikan juga bayi tidur dalam keadaan bersih dan tidak lapar. Jika ia mengalami gangguan kesehatan yang mengganggu tidurnya, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓