Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 14 Aug 2019, 08:00 WIB
Dikenal sebagai penyakit yang punya berbagai penyulit, apakah diabetes bisa disembuhkan?
Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan? (Andrey_Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda yang saat ini menderita diabetes – atau ada dari keluarga Anda yang mengidap penyakit ini – mungkin sering bertanya apakah diabetes bisa disembuhkan? Di sisi lain ada juga yang mengatakan bahwa diabetes tidak mungkin disembuhkan.

Komplikasi penyakit diabetes – atau penyakit kencing manis – yang sangat beragam sehingga disebut-sebut sebagai “induk” segala jenis penyakit karena komplikasinya tersebut, memang sering membuat diabetesi patah semangat. Bagaimana tidak, karena biasanya dari penyakit ini lalu muncul penyakit jantung, hipertensi, stroke, hingga gagal ginjal, dan lain-lain. 

Lalu sebenarnya, bisakah penyakit diabetes itu disembuhkan? 

Silent killer dengan jumlah penderita yang terus meningkat

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memetabolisme gula darah akibat kekurangan insulin. Insulin berfungsi mengelola gula dalam darah (pada diabetes tipe 1) atau tubuh yang tidak sensitif terhadap insulin (pada diabetes tipa 2).

Tumpukan gula darah tersebut memicu gangguan pada organ tubuh dan menimbulkan sejumlah gejala khas diabetes, seperti mudah lapar, mudah haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Gejala lain yang bisa timbul adalah mudah lelah, gatal di area kemaluan, luka yang sulit sembuh, dan gangguan penglihatan.

Di antara berbagai penyakit metabolik, diabetes adalah salah satu penyakit yang angka kejadiannya semakin tinggi. Sebagaimana dicatat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), jumlah penderita diabetes di dunia terus bertambah, terutama di negara berkembang. Indonesia sendiri menempati urutan keempat dalam daftar negara dengan kasus diabetes terbanyak. Diperkirakan, sekitar 10 juta orang mengalaminya.

Bertambahnya jumlah penderita diabetes tentu berdampak pada banyak aspek. Diabetes kerap disebut sebagai silent killer, atau pembuluh dalam senyap. Karena, gejalanya sering terjadi perlahan tanpa disadari penderitanya, dan berujung pada berbagai komplikasi. Tak jarang, pasien diabetes memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan saat sudah terjadi gangguan ginjal, penglihatan, saraf, penyakit jantung, masalah pembuluh darah, dan sebagainya.

Dampak lainnya adalah, diabetes menyebabkan usia harapan hidup seseorang berkurang sekitar 5-10 tahun. Diabetes adalah salah satu penyebab kegagalan organ tubuh dan kematian pada usia muda.

1 of 2

Apakah diabetes bisa disembuhkan?

Fakta-fakta di atas membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah ada terapi yang bisa menyembuhkan diabetes?

Dokter jarang menyebutkan kata “sembuh” pada penderita diabetes, karena memang penyakit tersebut tak bisa sembuh. Namun, diabetes bisa “sembuh”, dalam arti kadar gula gula darah stabil dan terkontrol. Inilah yang merupakan tujuan pengobatan diabetes. Dengan demikian penderitanya bebas dari gejala, terhindar dari komplikasi yang berat, dan pada akhirnya dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa gangguan penyakit ini.

Supaya gula darah stabil serta penyakit terkontrol, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Mengatur pola makan 

Langkah pertama dalam upaya mengontrol penyakit diabetes adalah mengatur pola makan. Anda perlu membatasi asupan karbohidrat, terutama karbohidrat sederhana seperti nasi atau roti putih, dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks yang tinggi serat seperti nasi merah, sayur, gandum, dan sebagainya.

Penderita diabetes juga harus menjaga asupan lemak. Lemak yang harus dikonsumsi adalah lemak tak jenuh yang berasal dari ikan, kacang-kacangan, minyak zaitun.

  1. Rutin berolahraga

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara rutin dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Penderita diabetes yang rutin berolahraga akan membantu mengontrol kadar gula darah, sehingga mengurangi kejadian komplikasi. Olahraga yang dianjurkan adalah olahraga aerobik seperti berenang, jalan kaki, atau bersepeda, serta dilakukan sebanyak lima kali seminggu selama 30 menit tiap sesinya (total 150 menit per minggu).

  1. Jaga berat badan 

Penderita diabetes umumnya akan mengalami penurunan berat badan, sehingga badannya akan tampak menyusut. Namun, tidak sedikit juga penderita diabetes yang mengalami obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko diabetes. 

Pada penderita diabetes yang obesitas, berat badan harus diturunkan hingga mencapai bobot ideal. Caranya adalah dengan dua poin di atas, yaitu mengatur pola makan dan olahraga teratur.

  1. Minum obat penurun gula darah

Apabila dengan tiga cara di atas gula darah belum terkontrol, atau kondisi diabetes sudah sampai menimbulkan gangguan organ, dokter akan menyarankan konsumsi obat penurun gula darah atau insulin.

Jenis, dosis, dan aturan pakai obat tersebut akan ditentukan berdasarkan kadar gula darah, adanya penyakit lain selain diabetes, serta fungsi organ tubuh yang lain. Selain itu, Anda pun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah rutin untuk mengetahui apakah gula darah sudah terkontrol atau belum.

Jadi, apakah diabetes bisa disembuhkan? Jawabannya tidak. Namun, diabetes dapat dikontrol. Dengan melakukan pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, penderita penyakit gula dapat merasakan hidup yang bebas dari gejala, serta terhindar dari komplikasi, dan penderita diabetes bisa menjalani aktivitas tanpa gangguan.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓