Pengaruh Gaya Hidup Ayah terhadap Kesehatan Anak

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 14 Aug 2019, 09:00 WIB
Sebuah penelitian menunjukkan ada korelasi kuat antara gaya hidup ayah saat ini dengan kesehatan anak di masa depan. Yuk, cari tahu di sini.
Pengaruh Gaya Hidup Ayah terhadap Kesehatan Anak (Eggeegg/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar dari Anda mengetahui bahwa pola makan dan kebiasaan berolahraga ibu hamil akan memengaruhi kesehatan janin. Namun, tak banyak yang tahu kalau ternyata pilihan gaya hidup ayah juga memengaruhi kesehatan anak hingga dewasa kelak. 

Di masa kini, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa ayah berperan penting dalam pemrograman metabolisme dan kemunculan obesitas pada anak. Proses ini bahkan dimulai sejak sebelum pembuahan terjadi.

Pengaruh gaya hidup ayah sebelum anak lahir

Pada 2018, sebuah studi dari Ohio State University College of Medicine menemukan bahwa gaya hidup yang dijalani para calon ayah sebelum terjadinya kehamilan –khususnya kebiasaan berolahraga – berpengaruh besar pada kesehatan anak di masa depan. 

Studi ini mencoba melihat bagaimana kebiasaan berolahraga ayah memengaruhi proses metabolisme keturunannya melalui uji coba pada hewan. Para peneliti menggunakan tikus jantan sebagai model dan membaginya menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi makan diet normal dan kelompok kedua diet tinggi lemak. 

Pemberian makan dilakukan selama tiga minggu. Selama periode ini pula, sebagian tikus dari masing-masing kelompok diet dibiarkan hidup sedenter. Sedangkan kelompok sisanya berolahraga dengan bebas. Setelah tiga minggu, tikus-tikus jantan itu dibiakkan dan anak-anaknya diberi makan diet normal dalam kondisi sedenter selama setahun.

Hasilnya, keturunan tikus yang telah dewasa dari tikus jantan yang berolahraga memiliki metabolisme glukosa yang lebih baik. Anak-anak tikus ini juga memiliki berat badan dan massa lemak tubuh yang lebih rendah daripada mereka yang ayahnya tidak berolahraga atau hidup sedenter.

Memang keturunan tikus jantan yang diberi diet tinggi lemak memiliki metabolisme yang cenderung lebih buruk daripada yang diberi diet normal. Namun, olahraga dapat meniadakan efek tersebut. Dari sini bisa dikatakan, kebiasaan berolahraga pada ayah berefek positif pada profil metabolisme dan kesehatan anak-anaknya, meski pola makan sang ayah kurang sehat.

Mengapa demikian? Dari hasil analisis profil genetik para tikus jantan, olahraga menyebabkan perubahan ekspresi genetik pada sperma ayah, yang dapat menekan efek buruk dari makanan. Perubahan ekspresi genetik ini ditransfer pula kepada keturunannya. 

Oleh sebab itu, para peneliti menyimpulkan bahwa rutin berolahraga – bahkan sebulan sebelum pembuahan – akan berdampak besar pada kualitas sperma ayah serta metabolisme dan kesehatan anak dalam jangka panjang.

Pengaruh gaya hidup ayah setelah anak lahir

Pengaruh gaya hidup ayah terhadap kesehatan anak ternyata tak berhenti sampai proses pembuahan. Setelah anak lahir, gaya hidup yang ditunjukkan ayah juga memengaruhi kesehatan anak secara langsung. Gaya hidup yang dimaksud memiliki lingkup yang luas dan mencakup pemilihan makanan, kebiasaan berolahraga, merokok, minum alkohol, dan lain sebagainya.

Anak-anak cenderung belajar dari contoh nyata yang diperlihatkan orang tua. Meski di sekolah anak diajar tentang pola makan sehat atau pentingnya berolahraga, pengaruhnya tak akan signifikan bila dia tak melihat langsung orang tuanya berolahraga. 

Anak belajar dengan melihat, mengamati, dan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. Secara tak sadar, anak pun akan menyerap nilai-nilai yang ditanamkan dan melakukannya.

Pilihan gaya hidup ayah sebelum pembuahan memang akan memengaruhi gen-gen yang nantinya diwariskan kepada anak. Namun, itu bukan satu-satunya faktor yang berkontribusi pada kesehatan anak. Sekalipun mendapatkan gen yang kurang baik, kualitas kesehatan anak masih bisa ditingkatkan dengan aktif menjalani gaya hidup sehat, seperti yang ditunjukkan oleh ayah dan ibu. Jadi, bila ingin si Kecil sehat, terapkanlah pola hidup sehat itu mulai dari diri Anda sendiri.

[HNS/ RVS]