5 Gejala Polip Rahim Paling Umum yang Perlu Anda Ketahui

Oleh Tamara Anastasia pada 14 Aug 2019, 10:00 WIB
Polip rahim ditandai dengan munculnya sebuah benjolan pada dinding rahim. Kenali gejala polip rahim agar bisa mencegahnya sejak dini.
5 Gejala Polip Rahim Paling Umum yang Perlu Anda Ketahui (Veronika Zakharova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menstruasi yang tidak teratur memang bisa menjadi tanda jika ada yang salah pada kesehatan Anda. Salah satu masalah yang mungkin muncul adalah polip rahim. Tapi tidak hanya menstruasi tidak lancar, ada beberapa gejala polip rahim lainnya yang sebaiknya Anda ketahui dan waspadai.

Polip rahim – atau polip endometrium – merupakan tumbuhnya sebuah benjolan yang melekat pada dinding rahim bagian dalam yang menonjol ke arah rongga rahim. Hal ini bisa disebabkan karena adanya pertumbuhan sel-sel yang melapisi rahim secara berlebih. 

Meski terdengar berbahaya, umumnya polip rahim jenis ini termasuk dalam kategori jinak. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jika beberapa tipe polip rahim lainnya menjadi ganas dan menyebabkan terbentuknya kanker. 

Gejala polip rahim 

Menurut dr. Valda Garcia dari KlikDokter, polip rahim sebenarnya banyak ditemui pada wanita yang sudah masuk dalam masa menopause atau pasca menopause. Meski begitu, bukan berarti wanita yang usianya lebih muda tidak dapat mengalami polip rahim. 

Gejala pada penderitanya pun bisa berbeda-beda. Namun, gejala paling umum yang biasanya terjadi jika seorang wanita mengidap polip rahim adalah: 

  • Terjadinya perdarahan menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi sering kali telat dan tidak sesuai jadwal, atau mengalami menstruasi dengan jumlah darah yang juga tidak teratur. 
  • Mengalami perdarahan di tengah siklus menstruasi.
  • Masih mengalami menstruasi, padahal sudah masuk masa menopause.
  • Mengalami perdarahan yang berlebih saat menstruasi. 
  • Lebih sulit untuk hamil atau mengalami infertilitas.

Polip rahim sendiri memiliki ukuran yang bermacam-macam. Ada yang hanya beberapa milimeter, ada juga yang hingga beberapa sentimeter. 

Biasanya, bisa terdapat satu atau lebih polip yang muncul pada dinding rahim dan berada di dalam rongga rahim. Namun, terkadang polip bisa juga menonjol ke luar mulut rahim menuju vagina.

“Adanya pengaruh hormon memang diduga menjadi penyebab terjadinya polip rahim. Sebenarnya, polip rahim sendiri memang sangat sensitif dengan estrogen, artinya pertumbuhannya dapat dipengaruhi oleh kadar estrogen di dalam tubuh, ” ujar dr. Valda.

Selain itu, pengaruh usia juga bisa menjadi faktor lainnya yang menyebabkan munculnya polip rahim. “Umumnya, wanita yang sudah atau sedang menopause juga sudah cukup berumur, jadi itu juga bisa berpengaruh,” tambah dr. Valda.

1 of 2

Bagaimana mendiagnosis polip rahim?

Jika Anda mendapati beberapa gejala yang disebutkan di atas, biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti: 

  1. USG

Metode pemeriksaan ini akan dilakukan dengan menggunakan alat panjang yang dimasukkan melalui vagina. Pada USG, akan dikeluarkan gelombang suara untuk menghasilkan pencitraan rahim, termasuk di bagian dalamnya. 

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada penebalan jaringan yang melapisi rahim, yang bisa menjadi tanda Anda mengidap polip rahim. 

  1. Histeroskopi

Selain USG, histeroskopi juga merupakan metode yang dilakukan dengan cara memasukkan alat tipis dan fleksibel melalui vagina dan mulut rahim menuju ke dalam rahim. 

Jika memang terdapat benjolan saat melakukan histeroskopi, biasanya dokter akan melakukan prosedur pembedahan atau tindakan pengangkatan polip. Polip yang diangkat dapat dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

  1. Biopsi Endometrium

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari dalam rahim, untuk kemudian dievaluasi lebih lanjut di laboratorium. 

Penanganan polip rahim

Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, dokter akan melakukan observasi pada dinding rahim Anda. Polip kecil yang tidak menyebabkan tanda dan gejala bisa saja tak membutuhkan penanganan khusus. 

Untuk polip jenis ini umumnya hanya dilakukan observasi secara rutin. Kecuali jika terdapat faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan kanker rahim. 

Langkah selanjutnya, dokter akan memberikan pengobatan. Beberapa pengobatan hormonal diketahui dapat mengurangi tanda dan gejala yang disebabkan oleh polip. 

Akan tetapi, konsumsi obat umumnya ditujukan untuk mengurangi keluhan jangka pendek. Jika polip rahim diketahui mengandung sel kanker, dokter akan menyarankan evaluasi dan penanganan selanjutnya. 

Jika Anda mendapati beberapa gejala polip rahim di atas, jangan sungkan untuk segera memeriksakannya ke dokter. Selain itu, menjalankan pola makan sehat dan menjaga berat badan ideal merupakan cara yang bisa dilakukan untuk mencegah polip rahim. 

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓