Cara Membedakan Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan GERD

Oleh dr. Valda Garcia pada 15 Aug 2019, 14:40 WIB
Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh serangan jantung, tapi juga bisa karena GERD. Kenali perbedaannya agar Anda tak salah tangkap.
Cara Membedakan Nyeri Dada karena Serangan Jantung dan GERD (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Keluhan nyeri dada sangat identik dengan berbagai penyakit jantung, khususnya serangan jantung. Tak hanya itu, gangguan kesehatan tersebut juga bisa berkaitan dengan GERD.

Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi manusia, namun terdapat penyebab lain yang dapat menimbulkan keluhan serupa seperti pada kasus Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengetahui perbedaan nyeri dada dari kedua penyebab ini.

Apa yang dapat menimbulkan keluhan nyeri dada?

Nyeri dada merupakan suatu keluhan rasa tidak nyaman yang dirasakan pada tubuh di antara leher dengan perut bagian atas. Karakteristik nyeri dada serta penjalaran yang dirasakan dapat sangat bervariasi. Keluhan ini juga dapat menjadi pertanda terhadap penyakit tertentu.

Terdapat banyak organ yang dapat menyebabkan keluhan nyeri dada, dari yang bersifat ringan hingga berat, hingga dapat mengancam nyawa. Organ yang dapat menimbulkan keluhan nyeri dada antara lain adalah jantung, paru-paru, esofagus, otot, iga, tendon maupun saraf.

Kemiripan keluhan nyeri dada pada sakit jantung dan GERD

Ketika seseorang merasakan nyeri dada pasti akan sangat khawatir dengan adanya serangan jantung.

Hal ini lebih baik dibandingkan dengan tidak menghiraukan keluhan nyeri dada yang dirasakan, khususnya ketika mengalami nyeri dada tanpa sebab yang jelas, terjadi secara mendadak dan terasa sangat berat.

Meskipun keluhan seperti ini tidak selalu berbahaya, seperti yang ditemukan pada kasus GERD, sebaiknya tidak disepelekan.

1 of 3

Gejala nyeri dada pada sakit jantung

Sakit jantung yang paling sering menimbulkan keluhan nyeri dada adalah serangan jantung. Pada kondisi ini, pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung mengalami penyumbatan sehingga terjadi penurunan asupan oksigen dan energi.

Serangan jantung dapat menyebabkan jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh dan dapat menimbulkan kematian. Berikut adalah gejala khas yang dapat timbul ketika mengalami serangan jantung:

  • Nyeri dada dengan karakteristik dada seperti ditekan, diremas atau terasa berat pada sisi kiri.
  • Nyeri dada terasa dada seperti ditekan oleh benda berat.
  • Nyeri dada dapat dirasakan hilang timbul, namun hanya bertahan selama beberapa menit.
  • Nyeri dada dapat menjalar ke lengan, leher, rahang, hingga ke punggung.
  • Nyeri dada dapat disertai dengan keluhan keringat dingin, sesak napas, mual, muntah, lemas dan pusing.

Namun, tidak semua orang yang mengalami serangan jantung akan memiliki keluhan yang sama, khususnya pada pasien dengan usia tua atau memiliki riwayat kencing manis.

Nyeri dada pada GERD

GERD merupakan salah satu gangguan pada saluran pencernaan yang mempengaruhi esofagus dan lambung, sehingga asam lambung dapat mengalami refluks dan menimbulkan keluhan nyeri dada.

Nyeri dada yang dirasakan pada GERD merupakan sensasi panas atau terbakar karena iritasi yang disebabkan oleh asam lambung. Keluhan nyeri dada yang dialami pada GERD sebenarnya sama sekali tidak berkaitan dengan sakit jantung.

Namun, karena keluhan nyeri yang dirasakan berlokasi di dada, sehingga terkadang dianggap salah satu gejala serangan jantung.

Nyeri dada yang dirasakan pada GERD berkaitan dengan riwayat sakit mag sebelumnya, hingga sering kali didahului dengan keluhan nyeri ulu hati. Selain itu, ketika mengalami refluks, asam lambung juga dapat naik hingga menimbulkan keluhan asam atau pahit pada mulut.

2 of 3

Kenali beda keduanya

Meskipun memiliki beberapa kemiripan karakteristik nyeri dada pada pasien dengan sakit jantung dengan GERD, dengan memperhatikan keluhan penyerta dapat membantu mengetahui perbedaannya, seperti:

  • Nyeri dada pada GERD akan memberat setelah makan dan berbaring, sedangkan nyeri dada pada sakit jantung akan bertahan dalam kondisi apapun.
  • Nyeri dada pada GERD dapat diatasi dengan obat asam lambung.
  • Nyeri dada pada GERD pada umumnya tidak disertai dengan sesak napas.
  • Nyeri dada pada serangan jantung pada umumnya tidak disertai dengan perut kembung dan sendawa.

Keluhan nyeri dada pada pasien dengan sakit jantung dan GERD dapat dibedakan dengan memperhatikan karakteristik nyeri dada dan keluhan penyerta yang dialami. Namun, tidak jarang keduanya sangat sulit untuk dibedakan, khususnya pada orang dengan usia lanjut dan penderita diabetes.

Oleh karena itu, ketika mengalami keluhan nyeri dada tanpa sebab yang jelas, mendadak dan terasa sangat berat, tetap waspadai kondisi tersebut sebagai sakit jantung sampai diagnosis diketahui dengan pasti.

Bagaimanapun, pemeriksaan ke dokter sangat disarankan agar dapat mengetahui penyebab nyeri dada, baik karena serangan jantung atau GERD. Dengan demikian,  Anda bisa mendapatkan terapi yang tepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓