Apakah Ibu Hamil Boleh Suntik Botox?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 17 Aug 2019, 08:00 WIB
Botox adalah salah satu tindakan untuk meningkatkan penampilan dan rasa percaya diri. Apakah prosedur ini boleh dilakukan oleh ibu hamil?
Apakah Ibu Hamil Boleh Suntik Botox? (Lucky Business/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Suntik botox merupakan salah satu perawatan estetika yang terkenal dan mungkin sudah tidak asing di telinga Anda. Metode kecantikan yang satu ini dapat membuat wajah terlihat lebih awet muda. Saking menariknya manfaat yang ditawarkan, ibu hamil bahkan tak mau ketinggalan untuk merasakannya.

Memang, suntik botox bisa mendatangkan banyak manfaat bagi pria atau wanita asalkan dilakukan dengan cara yang tepat. Akan tetapi, bagi ibu hamil, metode yang satu ini rasanya masih bersifat “abu-abu”.

Mengenal suntik botox

Botox adalah racun botolinum toxin A yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun ini sudah dimurnikan, sehingga tidak akan menyebabkan penyakit botulisme jika digunakan dengan benar. 

Suntik botox dapat menyamarkan kerutan di wajah dengan cara memblokir aktivitas saraf yang berfungsi untuk membuat otot berkontraksi. Aktivitas otot akan menurun dan tidak dapat berkontraksi atau menjadi lumpuh. Sehingga, tidak terjadi kerutan atau keriput pada wajah.

Efektifitas botox bisa bertahan selama tiga hingga empat bulan, dan akan dirasakan maksimal pada keriput yang belum menetap. Salah satu contoh keriput tidak menetap adalah gurat pada dahi yang muncul ketika Anda menaikkan alis. 

Suntik botox pada ibu hamil

Botox adalah jenis obat keras yang hanya bisa digunakan di bawah pengawasan dokter yang ahli. Tak heran, setiap orang yang ingin merasakan manfaat penuh dari suntik botox perlu berkunjung ke klinik yang memiliki dokter spesialis bedah plastik atau kulit dan kelamin. 

Pada ibu hamil, keamanan suntik botox masih belum diketahui hingga saat ini. Food and Drugs Administration (FDA) menandakan botok sebagai kategori C untuk ibu hamil. Itu artinya, botox boleh dipergunakan pada ibu hamil asalkan memberikan keuntungan yang lebih besar daripada risikonya terhadap janin. 

Hingga saat ini studi yang meneliti manfaat botox pada ibu hamil masih sangat sedikit. Sehingga, bahaya suntik botox bagi ibu hamil maupun janin dalam kandungannya masih belum diketahui dengan pasti. 

Terlepas dari fakta itu, para pakar kesehatan dan dokter tetap tidak menyarankan ibu hamil untuk melakukan suntik botox. Ini karena penelitian pada tikus menemukan bahwa botox menyebabkan hewan tersebut memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah, lahir secara prematur, tidak berkembang dengan baik, bahkan tidak dapat hidup.

Cantik alami selama hamil

Ingin tampil lebih cantik selama hamil? Tak perlu repot-repot suntik botox. Sebab, gejolak hormon dan peredaran darah yang meningkat selama kehamilan bikin ibu hamil memiliki kecantikan alami alias natural glow.

Tak hanya itu, ibu hamil juga akan terlihat cantik alami lantaran mengalami sedikit kenaikan berat badan saat hamil. Hal tersebut bisa membuat kulit-kulit pada tubuh ibu hamil lebih tertarik, sehingga kerutan menjadi tersamarkan.

Atas dasar itu, ibu hamil sebaiknya benar-benar membatasi diri dari suntik botox dan berupaya untuk tidak tergiur dengan efek awet muda yang ditawarkan oleh metode kecantikan yang satu ini. Daripada sekadar memikirkan penampilan, lebih baik terapkan gaya hidup bersih dan sehat agar ibu hamil dan janin dalam kandungan selalu sehat.

(NB/ RVS)