6 Tips Mengatasi Sariawan pada Bayi

Oleh dr. Atika pada 17 Aug 2019, 10:00 WIB
Anda pasti tahu rasa tak nyaman akibat sariawan. Pada bayi, sariawan biasa membuatnya rewel dan sulit makan. Ini tips mengatasinya.
6 Tips Mengatasi Sariawan pada Bayi (Foto: insompedia.com)

Klikdokter.com, Jakarta Meski kecil, tetapi Anda pasti sudah tak asing lagi dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh sariawan. Pada bayi, sariawan bisa membuatnya tak nyaman, rewel, dan sulit makan. Supaya cepat sembuh, ada tips mengatasi sariawan pada bayi dengan tepat.

Sariawan (canker sore atau bahasa medisnya adalah stomatitis aftosa), adalah gangguan pada selaput lendir mulut. Lesi sariawan punya bentuk khas, berupa luka berwarna putih, bisa terbentuk di bagian dalam bibir, dinding dalam mulut, dan lidah.

Meski sariawan pada bayi tidak mengacam nyawa, tetapi tetap saja penanganannya tak boleh sembarangan. Dengan begitu, sariawan tak mudah berulang.

Penyebab dan gejala sariawan pada bayi

Sariawan adalah bentuk peradangan yang dapat menimbulkan nyeri cukup berat. Prevalensi sariawan di Indonesia belum diketahui secara pasti. Namun sedikit gambaran, di Amerika Serikat, sariawan terjadi pada 20 persen (bervariasi dari 31-66 persen) populasi umum.

Penyebab pasti sariawan pada bayi belum dapat ditentukan. Diperkirakan, penyebabnya adalah berbagai faktor seperti:

  • Trauma

Contoh trauma yang menimbulkan sariawan adalah tergigitnya selaput lendir mulut atau lidah, trauma ketika sikat gigi, serta benturan pada area mulut. Itu semua dapat menyebabkan luka di area mulut yang bisa berubah menjadi sariawan.

  • Status nutrisi

Adanya defisiensi atau kekurangan nutrisi tertentu dapat menyebabkan bayi mudah mengalami sariawan. Zat gizi yang dimaksud adalah vitamin B12, C, dan D. Kekurangan zat besi, zink, dan asam folat juga dikaitkan dengan terjadinya sariawan pada bayi.

  • Penyakit pada kelenjar air liur

Kelenjar liur yang tidak berfungsi dengan benar juga menjadi predisposisi terjadinya sariawan.

  • Gangguan saluran cerna

Beberapa gangguan saluran cerna berhubungan dengan sariawan, misalnya gangguan absorpsi gluten (penyakit Celiac), alergi makanan (misalnya susu sapi), serta penyakit malabsorpsi lainnya.

  • Infeksi 

Sariawan juga bisa terjadi akibat infeksi beberapa jenis kuman. Kuman yang dimaksud di antaranya adalah: virus varisela zoster (penyebab cacar), HPV (human papillomavirus), virus Epstein-Barr, serta virus penyebab penyakit tangan, kaki, mulut (hand, foot, and mouth disease). Pada kondisi ini, sariawan biasanya dibarengi dengan gejala-gejala lain di seluruh tubuh.

Gejala sariawan biasanya berlangsung selama 2-10 hari. Satu hingga 2 hari sebelum sariawan muncul, bayi bisa menjadi lebih rewel akibat nyeri seperti ditusuk-tusuk di mulut. Pada kebanyakan kasus, sariawan bisa pulih sendiri dan sembuh tanpa bekas dalam 7-14 hari. Namun jika ukuran sariawan besar atau jumlahnya banyak, penyembuhannya lebih lama.

Tips menangani sariawan pada bayi

Bayi yang mengalami sariawan bisa kesulitan untuk makan atau minum, sehingga berisiko dehidrasi. Selain itu, bayi yang sulit makan juga berisiko mengalami penurunan berat badan, apalagi jika sariawan terjadi secara berulang.

Penanganan sariawan diutamakan untuk meredakan rasa nyeri serta mengoptimalkan asupan makanan dan minuman. Simak tips lengkapnya di bawah ini.

  1. Ketika sedang sariawan, bayi yang sudah mulai MPASI dapat diberikan makanan maupun minuman yang lebih dingin, misalnya sorbet buah dari jus buah asli. Sensasi dinginnya akan meredakan nyeri. Namun sebelum memberikannya, pastikan si Kecil tidak sedang mengalami radang tenggorokan.
  2. Agar sariawan tidak makin parah, Anda boleh memberikan makanan yang lebih lunak. Langkah ini bisa mencegah trauma lebih lanjut, yang bisa memperlambat penyembuhan.
  3. Bayi yang sudah memasuki masa MPASI dan yang sudah tumbuh beberapa gigi harus dibiasakan untuk makan dengan tenang. Meski kemungkinannya sangat kecil, tetapi ini bisa mencegah bagian dalam mulutnya tergigit saat makan. Jika bayi sedang sariawan, suapi ia dengan perlahan dan jangan sampai menyentuh area yang nyeri.
  4. Sariawan yang terjadi secara berulang sebaiknya tidak dianggap remeh. Bawa ia ke dokter untuk dicari kemungkinan adanya gangguan saluran cerna, seperti penyakit Celiac, alergi makanan, atau penyakit lainnya.
  5. Agar sariawan tidak berulang, upayakan untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, terutama vitamin B12, C, zat besi, dan zink. Berikan bayi makanan yang bervariasi tiap harinya.
  6. Kebersihan rongga mulut tetap harus diutamakan, sekalipun si kecil masih berusia bayi. Dibawah 1 tahun, bayi mulai dapat dibiasakan kebiasaan menyikat gigi dengan takaran pasta gigi yang sesuai.

Meski tak membahayakan nyawa, akan tetapi mengatasi sariawan pada bayi harus tepat. Lakukan tips di atas agar sariawan cepat sembuh dan tidak berulang. Selain itu, sebaik mungkin penuhi kebutuhan nutrisi harian bayi. Bukan hanya untuk mencegah sariawan, tetapi ini juga penting untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

(RN/ RVS)