Punya Masalah dengan Keringat Berlebih? Ini Cara Mengatasinya

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 17 Aug 2019, 11:00 WIB
Inilah beberapa cara mengatasi keringat berlebih yang mungkin Anda alami. Baca tips selengkapnya di sini.
Punya Masalah dengan Keringat Berlebih? Ini Cara Mengatasinya (Urte Baranauskaite/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pada dasarnya, berkeringat merupakan respon fisiologis tubuh manusia sebagai bentuk melepaskan panas tubuh untuk menjaga keseimbangan sistem di dalam tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi pada seluruh tubuh. Saat keringat berlebih atau hiperhidrosis terjadi, ketahui cara efektif untuk mengatasinya.

Tak hanya pada tubuh, berkeringat pada tangan dan kaki juga merupakan respon fisiologis untuk memperkuat genggaman. Proses berkeringat sebagai regulator suhu ini diatur oleh hipotalamus yang ada di otak.

Selain akibat perubahan suhu tubuh, stres psikologis, emosi, dan kecemasan, juga bisa menyebabkan berkeringat di tangan dan kaki.

Penyebab keringat berlebih

Hingga kini penyebab hiperhidrosis masih belum diketahui secara pasti. Tetapi, pada beberapa orang diketahui terdapat faktor keturunan yang menyebabkan reaksi dari saraf yang berlebihan, sehingga menghasilkan keringat berlebih.

Selain itu, efek obat-obatan, hormon, gangguan saraf, kulit, gangguan jiwa, dan kehamilan juga dapat memicu keringat berlebih.

Hiperhidrosis memang tidak membahayakan nyawa. Namun, orang yang memiliki kondisi ini tentunya merasa terganggu.

Tips mengatasi keringat berlebih

Keringat yang berlebih dapat membuat dehidrasi, mengganggu aktivitas, mengganggu penampilan, membuat orang lain tidak nyaman, menyebabkan bau yang tidak sedap, sehingga mengganggu kepercayaan diri dan menurunkan kualitas hidup. Berikut cara-cara untuk mengatasi keringat berlebih yang bisa Anda coba:

  1. Atur pola hidup dan berat badan

Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, tentunya membutuhkan lebih banyak tenaga untuk bergerak dan lebih mudah merasa gerah. Maka dari itu, atur berat badan tetap ideal, terutama bila Anda yang memiliki kondisi hiperhidrosis.

  1. Batasi konsumsi kafein

Efek dari kafein sebagai stimulan otak dapat meningkatkan stimulasi pada jantung agar berdetak lebih cepat dan merangsang keringat keluar. Oleh sebab itu, sebaiknya kurangi konsumsi kafein seperti minum kopi, bila Anda mengalami keringat berlebih.

  1. Manajemen stres

Penting untuk bisa tetap tenang dan mengatur stres dengan baik agar tidak terjadi produksi keringat yang berlebihan. Karena stres psikologis dapat meningkatkan produksi keringat.

1 of 2

Pengobatan yang bisa dilakukan

Selain dengan melakukan berbagai tips di atas, Anda yang mengalami keringat berlebih bisa mendapatkan pengobatan berikut ini untuk mengatasinya. Tapi ingat, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya.

  • Topikal 

Obat topikal atau yang digunakan pada kulit bisa digunakan untuk kondisi hiperhidrosis. Misalnya adalah antiperspirant yang biasanya terkandung dalam deodoran bisa digunakan. Jika deodoran hanya mencegah terjadinya bau, antiperspirant dapat mengurangi keringat dengan menyumbat kelenjar keringat. 

Jika hal tersebut masih tidak berpengaruh, Anda bisa gunakan obat Alumunium Klorida (AlCl) yang diketahui lebih efektif menyumbat kelenjar keringat. AlCl digunakan sekali seminggu pada malam hari sebelum tidur di bagian-bagian yang sering berkeringat.

Selain itu, metode iontoforesis juga bisa digunakan untuk mengatasi hiperhidrosis pada tangan dan kaki dengan menyumbat kelenjar keringat menggunakan ion.

Terakhir, suntik toksin botulinum atau yang biasa dikenal dengan suntik botox juga bisa menjadi pilihan yang efektif. Botox bekerja langsung pada saraf dengan menghambat zat kimia yang menstimulasi keringat. Tindakan ini perlu dilakukan 1-4 kali dalam satu tahun dengan efek samping kulit kering dan kelemahan otot.

  • Sistemik

Obat golongan antikolinergik, antidepresan trisiklik, penghambat kanal kalsium, dan penghambat beta bisa menjadi pilihan untuk mengatasi hiperhidrosis. Namun, obat-obatan tersebut memiliki efek samping seperti mulut kering dan tensi turun. 

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda sebelum mengonsumsi obat sistemik diatas.

  • Tindakan operasi

Tindakan non-invasif dapat dilakukan untuk menghancurkan sekumpulan kelenjar keringat (misalnya di ketiak) dengan menggunakan gelombang mikro yang disebut MiraDry (microwave thermolysis). Cara ini dapat mengurangi keringat berlebih di lokasi tertentu. 

Selain itu, tindakan operatif yang lebih besar disebut Endoscopin Thoracic Sympathectomy (ETC), yaitu tindakan memotong saraf dari tulang belakang yang berhubungan dengan kelenjar keringat agar tidak terjadi keringat.

Namun, tindakan ini sebaiknya dijadikan pilihan terakhir karena mempunyai efek samping berupa keringat berlebih di daerah lainnya.

Di antara berbagai langkah pencegahan keringat berlebih di atas, lakukanlah perubahan pola hidup terlebih dahulu, disertai dengan pengobatan topikal seperti antiperspirant. Jika masih tidak berpengaruh, Anda boleh gunakan suntik botox, lalu obat sistemik, dan tindakan operasi sebagai pilihan terakhir.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓