Kondisi Kulit Bayi Baru Lahir dan Artinya bagi Kesehatan

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 17 Aug 2019, 15:00 WIB
Bayi lahir ke dunia dengan kondisi kulit yang berbeda-beda. Ini dia arti kesehatan di balik kondisi kulit bayi baru lahir.
Kondisi Kulit Bayi Baru Lahir dan Artinya bagi Kesehatan (KieferPix/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kulit bayi baru lahir tidak melulu sama satu sama lainnya. Kondisi ini ditentukan oleh lamanya kehamilan, sebelum bayi benar-benar dilahirkan ke dunia. Tenang, Anda tidak perlu cemas berlebihan. Pasalnya, tidak setiap perbedaan kondisi kulit bayi baru lahir adalah hal berbahaya yang mesti dikhawatirkan.

Kondisi kulit bayi baru lahir dan artinya

Fakta menyebutkan bahwa kulit bayi baru lahir akan berangsur-angsur mengalami banyak perubahan, baik dalam penampilan maupun tekstur. Pada hari kedua atau ketiga, kulit bayi akan tampak lebih cerah dan mungkin terlihat kering dan bersisik. 

Berikut adalah kondisi kulit bayi baru lahir dan artinya bagi kesehatan si Kecil:

  1. Berwarna merah tua atau ungu

Bayi baru lahir bisa saja memiliki kulit berwarna merah tua atau ungu, dengan tangan dan kaki kebiruan. Ini adalah kondisi normal yang tidak perlu Anda khawatirkan. 

Kulit akan tampak lebih gelap sampai bayi bernapas untuk pertama kalinya, yaitu ketika dirinya mengeluarkan tangisan. Kulit bayi akan berubah warna menjadi kemerahan saat menangis. Bibir, tangan dan kaki berubah menjadi kebiruan atau berbintik-bintik saat bayi kedinginan.

  1. Lapisan tebal seperti keju

Lapisan tebal seperti keju yang menutupi kulit bayi dikenal sebagai verniks. Lapisan ini melindungi kulit janin dari cairan ketuban saat dalam rahim. Verniks harus dicuci saat bayi mandi untuk pertama kalinya.

  1. Terdapat rambut halus

Rambut halus dan lembut terdapat di kulit kepala, dahi, pipi, bahu, dan punggung dikenal sebagai lanugo. Rambut ini lebih sering terdapat pada bayi yang lahir sebelum tanggal perkiraan. Lanugo akan hilang dalam beberapa minggu pertama kehidupan si Kecil.

  1. Kulit kering 

Kulit kering dan mengelupas dapat dialami oleh hampir semua bayi normal, terutama yang lahir agak terlambat dari waktu perkiraan. 

  1. Benjolan kecil seperti mutiara

Benjolan kecil pada hidung dan wajah berwarna putih seperti mutiara dikenal sebagai milia. Kondisi ini disebabkan oleh tersumbatnya kelenjar minyak, dan bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari hingga minggu.

  1. Jerawat halus 

Jerawat ringan bisa saja terdapat pada kulit bayi baru lahir. Kondisi ini biasanya hilang dalam beberapa minggu maupun bulan. Jerawat pada kulit bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa hormon ibu yang masih berada di dalam darah bayi. Tidak perlu pengobatan khusus.

  1. Ruam merah

Ruam agak tebal dengan batas tidak jelas yang terlihat seperti benjolan kecil berwarna putih atau kuning dengan dasar kemerahan. Keadaan ini dikenal dengan sebutan eritema toksikum, dan merupakan kondisi yang tidak berbahaya. Biasanya muncul di wajah, tubuh, kaki dan tangan sekitar 1–3 hari setelah kelahiran dan hilang dalam 1 minggu.

1 of 2

Selanjutnya

  1. Tahi lalat

Tanda pada kulit berpigmen gelap atau tahi lalat bisa ada sejak bayi lahir kedunia. Kondisi ini dikenal sebagai nevi congenital, Ukurannya bervariasi, dari sekecil biji kacang hingga cukup besar sampai menutupi seluruh tangan atau kaki. Nevi congenital yang lebih besar berisiko lebih tinggi untuk berubah menjadi kanker kulit. 

  1. Bercak abu-abu kebiruan

Bercak datar berwarna abu-abu kebiruan atau cokelat dikenal sebagai Mongolian spot. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa pigmen tidak sampai ke lapisan teratas saat kulit terbentuk. Mongolian spot dapat muncul pada kulit bokong atau punggung, terutama pada bayi yang lahir dengan kondisi kulit gelap. Mongolian spot tidak berbahaya dan biasanya menghilang pada usia sekolah.

  1. Bercak seperti kopi susu

Bercak berwarna cokelat muda seperti kopi susu dikenal sebagai café-au-lait spot. Kondisi ini sering muncul saat lahir atau dalam beberapa tahun pertama kehidupan si Kecil. 

  1. Seperti noda merah

Pertumbuhan yang mengandung pembuluh darah berwarna merah sampai keunguan dikenal sebagai port-wine stain. Kondisi ini sering terlihat pada wajah, namun tak menutup kemungkinkan untuk terjadi pada area tubuh lainnya.

  1. Terlihat seperti daging lebih

Kondisi ini terbentuk dari kumpulan kapiler-kapiler (pembuluh darah kecil), yang dikenal sebagai hemangioma. Kondisi ini mungkin muncul sejak lahir atau dalam beberapa bulan.

  1. Noda merah 

Noda merah berukuran kecil berupa sarang pembuluh darah sederhana dikenal sebagai salmon patches. Bila terbentuk pada belakang leher, kondisi ini disebut stork bites. Bila muncul di antara mata, disebut angel kisses

Selain lokasi tersebut, noda merah berukuran kecil dapat pula terbentuk di dahi atau bibir atas bayi. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh hormon ibu dan akan memudar dengan sendirinya setelah beberapa minggu hingga bulan.

  1. Kuning pada kulit dan mata

Warna kuning pada kulit dan mata bayi dikenal sebagai jaundice. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan bilirubin (produk pemecahan sel darah merah). Bila cukup parah, terapi penyinaran mungkin dibutuhkan untuk menurunkan kadar bilirubin.

Meski tak melulu berbahaya, kondisi kulit bayi baru lahir tetap perlu menjadi perhatian khusus bagi orang tua maupun keluarga. Bila kondisi kulit si Kecil berkaitan dengan hal-hal yang bersifat gawat darurat, segera berobat ke dokter agar bisa mendapat penanganan yang paling tepat.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓