Mau Menghapus Tato secara Permanen? Ini yang Harus Diperhatikan

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 18 Aug 2019, 09:00 WIB
Menghapus tato secara permanen tidaklah mudah. Perlu penanganan khusus dari medis atau profesional lainnya.
Mau Menghapus Tato secara Permanen? Ini yang Harus Diperhatikan (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menghapus tato permanen itu tidak mudah, lo. Mereka yang memiliki tato nama mantan pacar, atau terbentur peraturan di kantor yang melarang tato, tentu pernah pusing dibuatnya. Makanya, sebelum memutuskan merajah kulit tubuh, sebaiknya pikirkan matang-matang.

Di sisi lain, jangan pernah mencoba menghilangkan tato permanen sendiri tanpa bantuan ahli. Misalnya dengan penggunaan krim tertentu, dikerok dengan koin, atau dipanaskan dengan rokok atau besi untuk menghapus tato. Cara-cara tersebut tidak efektif dan meningkatkan risiko terjadinya iritasi bahkan infeksi kulit.

Selain itu, Anda juga perlu tahu bahwa tinta tato yang banyak digunakan oleh para seniman tato dirancang khusus untuk menempel permanen di kulit. Karena itulah, tindakan penghapusan tato tidak seratus persen akan mengembalikan kulit Anda yang ditato ke warna aslinya.

Teknik menghapus tato

Berkat kemajuan teknologi, ada beberapa cara yang aman secara medis untuk menghapus tato secara permanen dengan bantuan dokter. Meski begitu, tindakan ini harus dilakukan bertahap. Teknik penghapusan tato juga perlu pengawasan dokter agar hasilnya optimal.

Teknik menghapus tato secara permanen itu adalah:

  • Dermabrasi

Dermabrasi merupakan teknik menghapus tato yang sudah jarang digunakan karena kurang efektif dibandingkan dengan teknik yang lainnya. Metode dermabrasi bertujuan untuk mengikis lapisan kulit dengan menggunakan alat berbentuk sikat dan roda dengan kecepatan tinggi.

Setelah tindakan ini, pasien akan mengalami rasa nyeri selama beberapa hari. Masa penyembuhan pasca dermabrasi berlangsung selama 2-3 minggu.

  • Laser

Teknik laser juga efektif menyingkirkan tato secara permanen. Terdapat tiga jenis laser untuk menghapus tato, yaitu:

1. Q-switched ruby laser (694 nm). Jenis laser ini untuk menghapus tato yang berwarna hitam, biru, dan hijau. Efek samping laser jenis ini adalah luka jaringan parut (scar), perubahan warna kulit, perubahan tekstur kulit.

2. Q-switched Nd:YAG laser, yang terdiri dari:  

  • 532 nm:  Jenis laser ini untuk menghapus tato yang berwarna merah.
  • 1064 nm: Laser ini untuk menghapus tato warna hitam dan biru.

Efek samping perubahan tekstur, hiperpigmentasi dan hipopigmentasi pada laser ini sangat jarang terjadi dibandingkan jenis laser yang lain.

3. Q-switched alexandrite laser (755 nm). Jenis laser ini untuk menghapus tato yang berwarna hitam, biru, dan hijau. Efek samping laser jenis ini akan muncul keluhan hipopigmentasi (warna kulit menjadi lebih putih) dan perubahan tekstur kulit pasien.

Hasil optimal akan dihasilkan jika tindakan laser ini dilakukan rutin dengan ketentuan dari dokter yang memeriksa karena tergantung dari ukuran dan warna tato.

  • Operasi pengangkatan

jaringan kulit Metode tindakan ini efektif, tapi dapat meninggalkan luka jaringan parut dan hanya dapat digunakan pada tato yang berukuran kecil. Pada metode ini, jaringan kulit pada area tato diambil lalu ditutup lagi dengan dijahit.

Jika Anda ingin menghapus tato secara permanen, konsultasi lebih lanjut dengan dokter agar dapat dilihat dulu jenis tato, ukuran, dan metode apa yang cocok untuk kondisi kulit Anda. Prosedur ini membutuhkan kesabaran karena prosesnya lama dan berulang. Anda pun harus konsisten serta rutin untuk menjalankan terapi. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan juga tidak murah. Karena itu, pikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk merajah tubuh Anda.

[HNS/ RVS]