Keringat Berlebih, Ini Penyebab yang Perlu Anda Waspadai

Oleh dr. Nadia Octavia pada 18 Aug 2019, 13:00 WIB
Jangan remehkan kondisi keringat berlebih Anda. Karena bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh hal-hal yang membahayakan tubuh seperti berikut ini.
Keringat Berlebih, Ini Penyebab yang Perlu Anda Waspadai (Doucefleur/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Berkeringat merupakan kondisi yang normal dan dapat dialami oleh siapa saja, terlebih jika suhu udara sedang panas. Namun, pada orang yang mengalami kondisi keringat berlebih atau secara medis disebut dengan hiperhidrosis, dapat berkeringat kapan saja meski cuaca sedang tidak panas.

Bahkan, orang yang mengalami hiperhidrosis dapat berkeringat meski sedang berada di ruangan dengan AC, sedang tidak banyak beraktivitas atau bahkan sedang berenang. Ketahui kondisi apa saja yang bisa menyebabkan keringat berlebih.

Penyebab keringat berlebih

Penyebab dari hiperhidrosis tergantung dari waktu dan kapan terjadinya keringat berlebih. Sering kali keringat berlebih memang tidak berbahaya dan tidak diketahui penyebabnya. Namun pada kondisi tertentu, keringat berlebih bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu.

Hiperhidrosis sendiri dibagi dalam 2 jenis, yaitu hiperhidrosis primer dan sekunder. Pada hiperhidrosis primer atau disebut juga dengan hiperhidrosis fokal, terjadi keringat berlebih pada tangan, ketiak, wajah dan kaki tanpa adanya alasan tertentu.

Sedangkan hiperhidrosis sekunder atau disebut juga hiperhidrosis generalisata, terjadi keringat berlebih di seluruh tubuh yang dapat disebabkan oleh suhu udara yang panas, kondisi medis tertentu atau obat - obatan tertentu.

Jenis hiperhidrosis

Hiperhidrosis atau keringat berlebih ternyata bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Hiperhidrosis primer

Seseorang yang mengalami hiperhidrosis primer dapat mengeluarkan keringat yang berasal dari kelenjar keringat atau disebut juga dengan kelenjar ekrin.

Kelenjar ekrin banyak terdapat di kaki, telapak tangan, wajah dan ketiak. Ketika Anda sedang berada di suhu yang panas, banyak bergerak, sedang pada situasi yang emosional, atau karena hormonal, maka saraf akan merangsang kelenjar ekrin untuk mengeluarkan keringat.

Namun, pada hiperhidrosis primer, penyebabnya tidak diketahui. Untuk penanganannya dapat dengan pemberian obat-obatan, tindakan laser atau injeksi botox.

2. Hiperhidrosis sekunder

Kondisi hiperhidrosis sekunder berbeda dengan hiperhidrosis primer. Pada hiperhidrosis sekunder, seseorang dapat berkeringat berlebih di seluruh tubuh tidak hanya di tangan, ketiak, wajah dan kaki.

Tidak seperti halnya hiperhidrosis primer, pada hiperhidrosis primer seseorang bisa berkeringat berlebih saat tidur. Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan hiperhidrosis sekunder antara lain:

  • Menopause

Menopause merupakan penyebab tersering keringat berlebih pada wanita yang sering kali terjadi pada malam hari. Kondisi ini disebabkan oleh fluktuasi hormonal (estrogen dan hormon lainnya) yang terjadi sebelum atau saat menopause.

  • Hipertiroid

Jika seseorang mengalami kondisi hipertiroid, terjadi produksi berlebih hormon tiroksin yang merupakan hormon pengatur metabolisme tubuh. Kadar hormon tiroksin yang tinggi dapat meningkatkan metabolisme tubuh seseorang dan menyebabkan keringat berlebih.

Diabetes Penyandang diabetes biasanya mengalami keringat berlebih jika terdapat hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah. Pada kondisi ini, penyandang diabetes harus segera meningkatkan gula darahnya agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut yang mengancam nyawa.

  • Kehamilan

Banyak wanita lebih sering berkeringat saat sedang hamil dan biasanya disebabkan oleh peningkatan berat badan, fluktuasi hormonal dan meningkatnya metabolisme.

Keringat berlebih saat hamil merupakan kondisi yang normal. Namun jika keringat berlebih disertai dengan demam, menggigil atau muntah, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan efek samping keringat berlebih, misalnya beberapa jenis antibiotik, antivirus, anti nyeri, obat-obatan hormonal seperti insulin, antidepresan dan obat kemoterapi.

  • Kanker

Terkadang beberapa jenis kanker dapat menyebabkan seseorang mengalami keringat berlebih seperti kanker hati, leukemia, tumor karsinoid, limfoma dan kanker tulang.

  • Obesitas

Bobot tubuh yang berlebih akan membuat seseorang lebih rentan berkeringat. Hal ini dikarenakan tenaga yang dikerahkan lebih tinggi karena bobot tubuh yang berat.

Keringat yang berlebih sebaiknya jangan disepelekan. Beberapa kondisi di atas dapat menyebabkan timbulnya keringat berlebih. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebabnya.

[NP/ RVS]