4 Cara Mudah Mencegah Stretch Mark

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 18 Aug 2019, 14:00 WIB
Stretch mark sering kali muncul dan mengganggu penampilan. Tenang, ada cara mudah mencegah stretch mark.
4 Cara Mudah Mencegah Stretch Mark (Denis-Val/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda berkaca, melihat adanya stretch mark pada tubuh dan berpikir bagaimana cara mencegahnya? Sekalinya muncul, garis-garis ini juga sulit dihilangkan walaupun sudah dicoba dengan segala cara.

Tidak heran, Anda ingin mencegahnya karena stretch mark yang timbul pastinya mengganggu penampilan, bukan? Kelainan kulit satu ini memang kadang tak terhindarkan, tetapi bukan berarti tidak bisa dicegah. 

Seputar stretch mark

Dalam dunia medis, stretch mark disebut striae. Bagi Anda yang belum tahu, stretch mark adalah kelainan pada kulit yang ditandai dengan munculnya garis-garis berlekuk yang berbeda warna.

Striae biasanya berwarna merah, ungu, atau kecoklatan. Garis berlekuk ini kerap muncul di perut, dada, pinggang, bokong, dan paha. Stretch berarti meregang dan mark berarti tanda. Jadi secara harfiah, stretch mark berarti tanda peregangan, dan itulah yang terjadi pada kulit Anda.

Bagian-bagian di atas bisa dibilang bagian yang paling sering mengalami peregangan. Kulit sendiri memang mempunyai kemampuan untuk menjadi elastis akibat peran protein kolagen dan elastin. Namun ketika peregangan terlalu cepat dan protein tersebut tidak cukup, maka terjadilah stretch mark.

Hindari stretch mark dengan cara ini

Kelainan kulit ini memang tidak membahayakan, namun sering kali mengganggu penampilan dan kepercayaan diri Anda. Maka dari itu, lakukan cara mudah di bawah ini untuk mencegahnya.

1. Mengatur berat badan

Mengatur berat badan bukan berarti menurunkan berat badan. Biasanya stretch mark terjadi pada orang yang gemuk atau obesitas karena terjadi peregangan pada kulitnya. Namun penurunan berat badan yang drastis akibat cara diet yang salah – atau penyakit  - juga bisa menyebabkan stretch mark, lo.

Maka dari itu, aturlah berat badan Anda dalam batas normal. Dan jika ingin menurunkan atau menaikkan berat badan, lakukanlah secara perlahan.

2. Menggunakan pelembap

Kulit yang kering merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kemungkinan stretch mark. Dengan menggunakan losion atau pelembap kulit, khususnya di bagian-bagian yang terdapat penumpukan lemak, menjaga kelembapan kulit dan dipercaya dapat mencegah stretch mark muncul.

3. Penuhi kebutuhan cairan

Selain sebagai organ pelindung paling luar, kulit juga mempunyai peran untuk mengatur keseimbangan cairan melalui kelenjar keringat. Ketika Anda kekurangan cairan, maka kulit juga menjadi kering.

Maka, penuhilah kebutuhan cairan tubuh denan minum 8 gelas air sehari, agar kulit juga tetap lembap, halus dan terhindar dari stretch mark.

4. Konsumsi buah dan sayur

Selain protein yang penting untuk pembentukan kolagen, mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga penting untuk kesehatan kulit Anda. Buah dan sayur juga merupakan sumber yang kaya akan mikronutrien dan sudah disarankan Kementerian Kesehatan sebagai makanan yang harus ada pada menu sehari-hari.

Vitamin A, C, D, E, dan mineral seperti zink diketahui penting untuk kesehatan kulit. Vitamin C sebagai vitamin yang paling penting karena diketahui membantu pembentukan elastin. Dikenal dengan nama asam askorbat, vitamin ini mudah didapat dari jeruk, lemon, dan apel.

Selain hal-hal yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian stretch mark pada tubuh Anda. Faktor tersebut antara lain kehamilan dan kenaikan berat badan.

Pada pria, stretch mark paling sering terjadi pada binaraga karena pertumbuhan otot yang drastis, apalagi jika mengonsumsi steroid. Selain itu, jika orang tua Anda mengalami stretch mark, kemungkinan Anda juga akan mengalaminya.

Kini Anda sudah tahu bahwa mencegah stretch mark bukanlah hal sulit, hanya perlu melakukan pola hidup sehat. Jika stretch mark masih juga muncul dan semakin cepat ditangani, semakin mudah pula untuk membuatnya tidak terlihat. Bila Anda mengalaminya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

[NP/ RVS]