Bolehkah Penderita Diabetes Suntik Filler?

Oleh dr. Adeline Jaclyn pada 19 Aug 2019, 13:15 WIB
Salah satu bentuk perawatan kecantikan yang sekarang lagi tren adalah filler. Tapi, apakah penderita diabetes boleh suntik filler?
Bolehkah Penderita Diabetes Suntik Filler? (Mark Agnor/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tren perawatan kecantikan saat ini menawarkan banyak prosedur yang dapat dilakukan untuk mempercantik diri. Siapa saja – termasuk penderita diabetes – tentu boleh saja menjalani perawatan kecantikan. Salah satu prosedur yang kini banyak  dilakukan adalah suntik filler. Namun, penderita diabetes justru harus mewaspadai jenis perawatan suntik filler ini.

Mengatasi penuaan

Semua orang akan mengalami proses penuaan yang tidak bisa dihindari. Semua organ pada tubuh termasuk kulit pun akan mengalami penuaan. Kulit akan mengalami peregangan akibat hilangnya lemak subkutan. Hal ini membentuk tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, keriput dan lipatan yang lebih kendur.

Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dua cara, yaitu facelift atau suntik filler. Facelift adalah operasi bedah plastik yang besar.

Operasi ini merupakan prosedur permanen dan biasanya tidak membutuhkan operasi ulang. Operasi dapat berjalan sekitar beberapa jam. Biasanya pasien akan dirawat inap untuk proses pemantauan setelah operasi. 

Sedangkan suntik filler merupakan salah satu prosedur invasif minimal. Prosedur suntik filler termasuk cepat hanya 30 menit, namun hanya sementara dan bertahan sekitar empat bulan hingga satu tahun. Sehingga, prosedur filler ini harus rutin diulang. 

Prosedur suntik filler

Cara kerja suntik filler adalah menyuntikkan suatu zat ke dalam tubuh untuk mengisi volume tubuh. Suntik filler dapat mengisi garis halus, lipatan dan kerutan, sehingga tanda penuaan tersebut akan hilang. Dengan demikian, suntik filler dapat meningkatkan penampilan seseorang dan membuatnya lebih muda.  

Beberapa zat yang digunakan sebagai bahan filler adalah asam hialuronat (yang paling terkenal), kolagen, serta lemak autologus yang berasal dari tubuh. Biasanya suntik filler dilakukan pada bagian tubuh seperti bibir, pipi, dagu, rahang, garis antara mulut dan hidung (smile line), serta kantung mata bawah.

Setiap prosedur tentunya memiliki risiko efek samping termasuk filler. Beberapa dampak dari perawatan kecantikan ini adalah sebagai berikut:

  • Kemerahan atau memar
  • Bengkak
  • Nyeri
  • Gatal dan ruam
  • Infeksi
  • Sulit melakukan aktivitas, misalnya saat filler dilakukan pada punggung tangan
  • Nodul atau benjolan pada bawah kulit
  • Luka terbuka atau berair
  • Alergi yang ringan sampai ke parah seperti anafilaksis
  • Kematian jaringan atau nekrosis
  • Migrasi zat filler ke tempat lain
  • Kebocoran atau pecahnya zat filler pada tempat suntikan atau melalui kulit
  • Gangguan penglihatan bahkan kebutaan
  • Stroke
  • Kerusakan pada suplai darah
  • Kerusakan pada kulit atau bibir
1 of 2

Bolehkah dilakukan penderita diabetes?

Menurut studi dari Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, sebenarnya tidak ada kontraindikasi untuk penderita penyakit metabolik diabetes untuk melakukan prosedur filler. Namun, yang perlu diperhatikan adalah apakah penderita diabetes tersebut memiliki kelainan pada fungsi penyembuhan luka.

Penderita diabetes biasanya memiliki fungsi penyembuhan luka yang lebih lama dibandingkan orang normal. Selain itu, penderita juga biasanya memiliki sirkulasi darah yang kurang baik dan sistem kekebalan tubuhnya juga menurun. Sehingga, cukup sulit untuk mereka mengatasi salah satu komplikasi suntik filler, yaitu infeksi. 

Salah satu contoh penyakit yang merupakan komplikasi penderita diabetes adalah ulkus diabetikum. Pada awalnya, ulkus ini merupakan luka kecil. Namun, penderita sering kali tidak menyadari adanya luka.

Akibatnya, luka tersebut sering kali mengalami infeksi dan membusuk. Pada tahap akhir, ketika luka tidak bisa disembuhkan dan makin memburuk penderita harus menjalani prosedur amputasi. 

Oleh sebab itu, sebaiknya penderita diabetes, terlebih yang gula darahnya tidak terkontrol, lebih berhati-hati untuk menjalani prosedur suntik filler. Untuk penderita diabetes yang tidak memiliki kelainan fungsi penyembuhan luka memang tidak masalah melakukan suntik filler. Meski demikian, jangan lupa untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter, ya.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓