Cara Mencegah Tetanus Akibat Menginjak Paku Berkarat

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 31 Mar 2020, 13:14 WIB
Waspada bila tertusuk atau menginjak benda tajam berkarat, karena ada ancaman penyakit tetanus. Ini solusi agar tidak mengalaminya.
Cara Mencegah Penyakit Tetanus akibat Menginjak Paku Berkarat

Klikdokter.com, Jakarta Selain luka, hal lain yang dicemaskan bila tertusuk benda tajam berkarat seperti paku atau kawat adalah penyakit tetanus. Agar tak sampai mengalami dan mencegah komplikasinya, ada beberapa hal yang wajib Anda tahu.

Perlu diingat, luka akibat benda tajam berkarat akan menjadi sumber yang rentan terhadap infeksi Clostridium tetani, bakteri penyebab tetanus.

 

1 of 3

Sekilas Tentang Tetanus

Ilustrasi Tetanus
Ilustrasi Tetanus

Tetanus adalah penyakit serius akibat toksin yang dibuat oleh spora bakteri Clostridium tetani. Bakteri tersebut dapat ditemukan di tanah, debu, dan kotoran hewan.

Ketika spora memasuki luka yang terbuka, spora tersebut tumbuh menjadi bakteri yang dapat menghasilkan racun yang disebut sebagai tetanospasmin.

Toksin tersebut dapat merusak saraf yang mengendalikan otot-otot, sehingga dapat menimbulkan kekakuan hingga kejang otot. Toksin juga dapat menyebabkan kontraksi otot yang menyakitkan, terutama pada otot rahang dan leher.

Penyakit yang juga disebut sebagai lockjaw ini dapat mengganggu kemampuan penderitanya untuk bernapas, sehingga dapat mengancam nyawa.

Anda akan lebih terlindungi dari tetanus jika sebelumnya telah melakukan vaksin. Namun, penyakit ini tetap menjadi ancaman bagi orang-orang yang tidak mengenal vaksin, terutama di negara-negara berkembang.

Tanda-tanda tetanus muncul mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu setelah bakteri Clostridium tetani masuk ke dalam tubuh lewat luka. Rata-rata, masa inkubasinya adalah 7-10 hari.

Gejala umum tetanus antara lain:

  • Kejang dan kekakuan pada otot rahang (trismus).
  • Kekakuan otot leher.
  • Kesulitan menelan.
  • Kekakuan otot perut.
  • Kejang yang berlangsung selama beberapa menit, yang biasanya dipicu oleh kejadian kecil seperti suara angin, suara keras, atau sentuhan fisik dan cahaya.
  • Tanda dan gejala lain: demam, berkeringat, tekanan darah tinggi, dan detak jantung yang cepat.

Artikel lainnya: Ini yang Perlu Anda Tahu tentang Penyakit Tetanus

2 of 3

Cara Mencegah Tetanus dan Komplikasinya

Cara Mencegah Tetanus: Suntik Vaksin Tetanus
Cara Mencegah Tetanus: Suntik Vaksin Tetanus

Nah, agar luka akibat benda berkarat tidak sampai mengalami tetanus (beserta komplikasinya), lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Cuci Luka dengan Air Mengalir dan Sabun

Pertolongan pertama untuk mencegah penyakit tetanus adalah dengan membersihkan luka dengan sabun dan air mengalir.

Saat terluka, sebagian orang membiarkan luka tersebut atau langsung menutupnya dengan plester. Padahal, luka wajib dibersihkan terlebih dulu dengan air mengalir.

Khusus untuk luka akibat benda tajam berkarat, bersihkan juga dengan sabun. Gosok dan bersihkan selama beberapa waktu. Gosok secara perlahan agar dapat membunuh kuman dengan lebih efektif.

  1. Bersihkan Luka dari Kotoran atau Partikel Lainnya

Perhatikan luka secara saksama dan usahakan untuk mengeluarkan kotoran dan partikel lainnya yang terlihat. Langkah tak hanya penting untuk mencegah tetanus, tetapi juga untuk melindungi Anda dari infeksi bakteri lainnya pada luka.

  1. Tutup Luka dan Berobat ke Dokter

Setelah luka dibersihkan secara benar dengan air mengalir dan sabun, selanjutnya persiapkan diri untuk berobat ke dokter. Namun, sebelum pergi, pastikan untuk menutup luka dengan kasa atau plester, khususnya jika luka ada di telapak kaki.

Artikel lainnya: Pentingnya Ikut Imunisasi Tetanus di Sekolah

Pasalnya, bagian tubuh tersebut adalah yang paling mendapatkan gesekan dan tekanan cukup kuat. Selain itu, telapak kaki mudah terpapar dengan lingkungan sekitar ketika dipakai untuk berjalan.

Bila luka dialami di bagian tubuh yang tidak terlalu mendapatkan gesekan atau tekanan, Anda tak perlu menutupnya dengan kasa atau plester.

  1. Vaksin

Sesampainya di dokter, luka akan dibersihkan lagi dan Anda akan mendapatkan Tetanus Immunoglobulin (TIG).

Vaksin tetanus biasanya diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari vaksin difteri, toksoid tetanus, dan komponen antigen bakteri pertusis (DTaP).

Vaksin tersebut memberi perlindungan terhadap tiga penyakit sekaligus, yaitu infeksi tenggorokan dan pernapasan difteri, pertusis atau batuk rejan, serta tetanus.

Bila tidak pernah menerima vaksin tetanus saat anak-anak dan sedang mengalami luka terbuka, Anda sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin.

Dokter mungkin akan memberikan suntikan saat perawatan pertama pada luka. Lalu, Anda harus kembali memeriksakan diri ke dokter empat minggu kemudian dan enam bulan ke depan untuk melengkapi vaksinasi.

Bila sudah terlanjur terinfeksi tetanus, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti penisilin, metronidazole, atau tetrasiklin. 

Selain itu, dokter juga mungkin akan meresepkan antikonvulsan (antikejang) seperti diazepam, serta relaksan (untuk mengendurkan dan memanjangkan otot) seperti baclofen untuk menekan sinyal saraf dari otak ke sumsum tulang belakang agar ketegangan otot mereda.

Perlu diketahui bahwa tetanus tak hanya bisa terjadi akibat tak sengaja menginjak paku atau benda tajam lainnya yang berkarat. Tetanus juga bisa berkembang dari jenis luka seperti di bawah ini:

  • Luka tusuk, termasuk splinter (potongan atau serpihan benda yang menembus kulit), tindikan, tato, dan obat-obatan suntik.
  • Luka tembak.
  • Fraktur terbuka, yaitu kondisi sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit dan memiliki risiko infeksi yang cukup tinggi.
  • Luka bakar.
  • Luka pembedahan.
  • Penggunaan narkoba suntik.

  • Gigitan binatang atau serangga.
  • Luka kaki yang terinfeksi.
  • Infeksi gigi.
  • Tunggul pusar (umbilical stump) yang terinfeksi pada bayi baru lahir, yang terlahir dari ibu yang mendapatkan vaksin yang memadai.

Bekali diri dengan pengetahuan seputar penyakit tetanus dengan benar supaya dapat mencegahnya. Anda juga bisa bertanya ke dokter lewat fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter. Tindakan dan pengobatan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk menghindari komplikasi berbahaya.

(RN/RPA)

Lanjutkan Membaca ↓