Obat Sakit Mata Bolehkah Dipakai Bergantian?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 19 Aug 2019, 15:00 WIB
Kalau Anda sakit mata, obat mata tentu sangat diperlukan. Tapi, bolehkah obat sakit mata dipakai secara bergantian?
Obat Sakit Mata Bolehkah Dipakai Bergantian? (vgstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat mengalami sakit mata, tentu akan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Biasanya, Anda akan memerlukan obat sakit mata untuk menyembuhkannya. Tapi, apakah obat sakit mata boleh dipakai bergantian dengan orang lain?

Bisa dibilang, mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting bagi kehidupan manusia. Anda sangat mengandalkan mata dan fungsi penglihatannya untuk melakukan semua aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari untuk bekerja, hingga untuk berkendara.

Hanya saja, mata juga bisa rentan terkontaminasi penyakit atau mengalami gangguan yang disebabkan banyak faktor. Sebut saja polusi udara yang semakin meningkat, debu, asap kendaraan, asap rokok, kebiasaan buruk, infeksi jamur, virus, dan bakteri.

Jika sudah begitu, Anda membutuhkan obat sakit mata untuk menyembuhkan gangguan kesehatan pada organ ini. Pasalnya, jika tidak segera disembuhkan, gangguan tersebut bisa menular kepada yang lain, terutama pada orang-orang yang sering berada di sekitar Anda, seperti keluarga atau rekan di kantor.

Obat sakit mata dipakai bergantian, bolehkah?

Ya, obat sakit mata akan selalu diperlukan saat Anda mengalami sakit mata. Namun, jangan bayangkan memakai obat sakit mata yang ada di pasaran. Sebab, saat mengalami sakit mata, Anda harus ke dokter spesialis mata. Dengan demikian Anda akan diberi obat mata sesuai dengan keluhan.

Sayangnya, obat resep dokter itu tidak bisa dipakai sembarangan. Dalam arti, obat tersebut sama sekali tidak bisa dipakai bergantian dengan orang lain. Pasalnya, orang lain belum tentu memiliki sakit mata dengan keluhan yang sama.

Hal ini berkaitan juga dengan penyembuhan sakit mata secara maksimal. Jika Anda memakai obat mata tidak sesuai keluhan, maka penyembuhannya pun tidak akan efektif.

"Obat mata, terutama yang merupakan resep dari dokter mata, tidak boleh dipakai bergantian. Sebab, kondisi sakit mata setiap orang bisa berbeda-beda," ujar dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

"Kalau dipakai secara bergantian atau sembarangan, penyembuhan sakit mata menjadi tidak optimal. Misalnya, Anda membutuhkan obat sakit mata untuk meredakan masalah kongjungtivitis, tetapi malah memakai obat orang lain yang ternyata bukan untuk konjungtivitis – seperti obat sakit mata yang disebabkan virus. Hal itu akhirnya akan membuat proses penyembuhannya menjadi lebih lama," lanjutnya.

Ancaman alergi obat

Sebenarnya, alasan utama mengapa Anda tidak boleh memakai obat sakit mata secara bergantian adalah ancaman alergi obat. Sebab, sensitivitas setiap orang terhadap obat juga berbeda-beda.

"Selain itu, bisa juga kalau kandungan obatnya adalah kandungan yang bisa membuat Anda alergi, akhirnya mata malah menjadi bengkak. Hal ini karena setiap orang memiliki sensitivitas terhadap obat yang berbeda-beda," tambah dr. Devia.

Anda juga tidak disarankan untuk memakai obat sakit mata yang dijual bebas di pasaran. Hal ini agar sakit mata Anda tidak tambah parah karena sebenarnya sifat obat sakit mata yang dijual di pasaran itu hanya untuk membersihkan mata.

"Kalau obat mata yang dijual bebas di pasaran, itu sebenarnya bukan obat sakit mata. Kandungannya hanya air steril biasa yang berfungsi untuk membersihkan mata. Tidak mengandung antiobiotik apabpun," pungkasnya.

Jadi, obat sakit mata tidak boleh Anda pakai secara bergantian agar proses penyembuhan pada mata Anda bisa maksimal. Sebab, obat sakit mata diresepkan untuk keluhan tertentu, bukan keluhan umum yang terjadi. Selain itu, tidak memakai obat sakit mata secara bergantian juga bisa menjauhkan Anda dari risiko alergi.

[MS/ RVS]