Sering Nyeri Punggung? Waspada Risiko Skoliosis

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 20 Aug 2019, 08:00 WIB
Sering nyeri punggung bisa jadi salah satu penanda skoliosis. Kelainan tulang apakah ini? Yuk, baca selengkapnya di sini!
Sering Nyeri Punggung? Waspada Risiko Skoliosis (Wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Jangan anggap enteng bila Anda sering nyeri punggung. Bisa jadi, hal tersebut disebabkan oleh skoliosis. Meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja karena masih dalam masa pertumbuhan, kondisi ini dapat bertahan hingga dewasa dan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kelainan tulang belakang ini terjadi pada 1% populasi dunia. Selain itu, dikutip dari tesis yang dilakukan oleh Siti Mukaromah dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia pada 2011, di Indonesia – khususnya  Jakarta – skoliosis terjadi pada 4-5% penduduk.

Lebih jauh tentang skoliosis 

Normalnya, tulang belakang manusia memang sedikit melengkung, tapi ke arah belakang pada bagian punggung atas dan ke arah depan pada leher dan punggung bawah, pada garis lurus vertikal. Pada penderita skoliosis, terjadi kelainan tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan yang tidak normal ke sisi samping. Akibatnya, pada pemeriksaan sinar X, tulang belakang membentuk lengkungan dengan bentuk huruf “C” atau “S”.

Kelainan lengkung tulang belakang tersebut dapat terjadi di bagian punggung atas (thoracal) ataupun punggung bawah (lumbar), dan bisa miring ke kanan ataupun kiri. Menurut ahli, kelengkungan lebih dari 10 derajat yang dianggap sebagai skoliosis. Di bawah itu, kelengkungan tulang belakang biasanya jarang menimbulkan masalah.

Dengan terjadinya skoliosis, tentunya terjadi perubahan postur. Pundak Anda jadi lebih miring pada satu sisi, daerah pelvis (pinggang) Anda juga miring, termasuk organ-organ di dalam tubuh Anda. 

Selain itu, perubahan postur yang menetap akibat skoliosis menyebabkan otot dan persendian bekerja lebih keras dan kaku. Coba bayangkan jika Anda memiringkan postur tubuh ke satu sisi dalam waktu lama, tentunya Anda merasa pegal dan kaku bukan? Itulah yang terjadi pada skoliosis yang menyebabkan keluhan sering nyeri punggung.

Sebanyak 80% penyebab skoliosis yang terjadi pada anak, remaja, maupun dewasa biasanya bersifat idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Selain skoliosis, nyeri punggung juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal. Misalnya, osteoporosis, cedera otot, tendon, ligamen, sendi dan otot spasme (kaku) akibat olahraga, angkat beban, atau gerakan mendadak. 

Penyebab lain nyeri punggung

Selain hal-hal itu, ada pula beberapa penyebab lain yang dapat menimbulkan nyeri punggung yang dapat berujung pada skoliosis, yaitu:

  • Postur berdiri dan duduk

Pernahkah ketika Anda berdiri lama, lalu Anda berdiri sambil menumpu pada satu kaki dan yang satunya ditekuk? Selain itu, pernahkah ketika kerja di depan komputer Anda duduk dengan posisi miring? 

Secara postur, kedua keadaan tadi menyebabkan skoliosis sementara pada tulang belakang. Jika sering dilakukan, posisi ini dapat menyebabkan skoliosis yang berujung nyeri punggung. 

  • Kaki panjang sebelah 

Tahukah Anda, pesepak bola David Beckham memiliki kaki kiri yang lebih pendek dari kaki kanannya? Ketika berdiri, kondisi tersebut tentunya menyebabkan pelvis menjadi miring karena kaki yang lebih pendek juga harus menyentuh tanah. Lama-kelamaan, hal ini akan berakibat skoliosis.

  • Penggunaan tas yang salah

Penggunaan tas yang terlalu berat sering menimbulkan masalah postur pada anak-anak. Selain itu, pada orang dewasa, menggunakan tas yang cukup berat, hanya pada satu sisi, dan berlangsung terus-menerus akan mengakibatkan perubahan postur ke sisi yang dibebani. Skoliosis yang diiringi nyeri punggung kerap terjadi akibat kebiasaan ini.

Sering nyeri punggung bisa jadi karena Anda memiliki kondisi skoliosis serta punya beberapa kebiasaan yang disebutkan di atas. Tak cuma sering nyeri punggung, skoliosis juga bisa bisa berdampak lebih serius pada Anda, seperti keterbatasan gerak dan sulit bernapas. Karena itu, periksakan lebih lanjut jika Anda mengalami kondisi ini. Diperlukan pemeriksaan fisik dan foto rontgen (jika dibutuhkan) untuk menentukan diagnosis skoliosis. 

[HNS/ RVS]