Ini Perbedaan Oat, Muesli, dan Granola

Oleh dr. Muhammad Iqbal Ramadhan pada 21 Aug 2019, 11:00 WIB
Terlihat mirip, tapi apa sih perbedaan oat, muesli, dan granola yang kerap jadi menu pilihan untuk sarapan? Cari tahu di sini.
Ini Perbedaan Oat, Muesli, dan Granola (Anna_Pusty Nikova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Saat ini pilihan menu makanan untuk sarapan makin beragam dengan hadirnya oat, muesli, dan granola. Jadi Anda tidak hanya bisa menyantap nasi, kentang atau roti saat makan pagi. Tapi apa Anda sudah tahu perbedaan antara oat, muesli dan granola?

Ya, ketiga bahan makanan tersebut memang kerap saling tertukar nama. Nah, agar Anda tidak bingung mau memilih yang mana, yuk, cari tahu perbedaannya di bawah ini.

  1. Oat

    Oat berbahan dasar biji gandum (Avena sativa). Makanan kaya serat dan baik bagi jantung ini semakin sering ditemukan di meja makan Anda beberapa tahun belakangan. Oat tergolong dalam beberapa klasifikasi menurut jenis pengolahannya, yaitu rolled oat, steel cut-oat, dan oat instan. 

    Letak perbedaan ketiganya dalam hal tekstur, cara, serta lama penyajian. Rasa asli oat tergolong tawar dan perlu penambahan beberapa topping, seperti susu, gula cair, madu, buah potong, ataupun garam sesuai selera. 

    Oat bukan termasuk makanan siap saji. Artinya, oat tidak bisa langsung dimakan tanpa diolah. Oat biasanya direbus atau diseduh dengan air hangat hingga konsistensinya menyerupai bubur (oatmeal). Berikut adalah beberapa jenis oat:

    • Steel cut-oat

     

    Steel cut-oat (gandum Irlandia) memiliki tekstur yang kenyal setelah diolah ataupun dimasak. Sekilas bentuknya menyerupai beras karena diproses dengan dipotong-potong pada seluruh bagian gandum. Biji gandum jenis ini membutuhkan waktu yang lama untuk dimasak dan memiliki tekstur kenyal.

     

    • Rolled oat

     

    Rolled oat diproses dengan cara dikukus sampai konsistensinya kenyal, kemudian digerus (rolled) hingga bentuknya lebih pipih jika dibandingkan steel cut-oat, dan tahap akhir dipanggang. Rolled oat menyerap cairan lebih banyak saat diolah, tapi memiliki tekstur yang tidak mudah hancur. Selain dipanaskan sebagai menu tunggal untuk sarapan, rolled oat juga digunakan sebagai campuran dalam pembuatan granola, cookies, dan makanan panggang lainnya.

     

    • Instant Oat

     

    Instant Oat alias oat cepat saji ini mungkin yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Oat jenis ini merupakan jenis biji gandum yang paling banyak mengalami proses pengolahan saat diproduksi. Biji gandum melalui proses pemasakan, pengeringan, lalu digulung dan ditekan hingga bentuknya lebih tipis dari rolled-oat. Karena teksturnya ini, oat cepat masak memiliki tekstur yang paling lembut daripada jenis oat lainnya.

     

  1. Muesli

Muesli diciptakan oleh seorang dokter Swiss pada akhir 1800-an. Hidangan ini dibuat dengan menggabungkan sejumlah kecil gandum mentah (rolled oat) yang digulung dengan bubuk almond dalam jumlah yang sama, sedikit jus lemon dan apel besar yang diparut. 

Muesli modern kini biasanya terdiri dari rolled oat, kacang-kacangan, biji-bijian dan buah kering. Beberapa modifikasi muesli, yakni mengganti rolled oat dengan quinoa atau millet. Buah kering yang digunakan juga bervariasi, seperti kurma, aprikot, cranberry, dan cherry.

Sebagian besar orang kini menikmati muesli dalam campuran yang direndam dalam susu semalaman (overnight oat) dan dikonsumsi secara mentah tanpa dimasak terlebih dahulu. Berbeda dengan granola, muesli tidak diolah dengan cara dipanggang terlebih dahulu. Karena dalam pengolahannya tidak diberikan pemanis, rasa muesli cenderung tawar sehingga butuh penambahan pemanis sesuai selera.

  1. Granola

Granola pertama kali dikembangkan di Amerika Serikat pada 1890-an. Meski biasanya terbuat dari oat yang dicampur kacang-kacangan, biji-bijian dan buah kering, granola juga dapat dibuat dari barleys, gandum hitam atau biji-bijian lain. 

Campuran diaduk dengan minyak canola, mentega atau lemak lain, kemudian dimaniskan dengan madu atau sirup maple dan dipanggang sampai bahan-bahan itu membentuk gumpalan renyah. Karena sudah dipanggang dan memiliki rasa, granola bisa langsung dimakan tanpa perlu diproses dahulu. 

Jenis sereal ini tidak seperti muesli atau oat yang penyajiannya harus menggunakan susu atau campuran yoghurt. Kalaupun menggunakan campuran dalam penyajiannya, hal tersebut disesuaikan dengan selera setiap orang.

Secara garis besar, itulah perbedaan oat, muesli, dan granola. Ketiganya tergolong makanan sehat yang dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat dan serat. Yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan jenis campurannya. Pilih campuran makanan yang punya kandungan gizi baik serta kalori yang rendah. 

[HNS/ RVS]