Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan GERD dan Maag
search

Sering Dikira Sama, Apa Beda GERD dengan Sakit Maag?

Sama-sama bikin nyeri ulu hati, GERD dengan sakit maag sering dianggap sama. Mari kenali lebih jauh apa perbedaan di antara keduanya.
Sering Dikira Sama, Apa Beda GERD dengan Sakit Maag?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang kerap menyamakan sakit maag dengan GERD atau gastroesophageal reflux disease. Padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda. Ini perbedaan GERD dan maag yang belum banyak diketahui. 

Maag atau secara medis dikenal dengan istilah gastritis merupakan peradangan, iritasi, atau erosi yang terjadi pada lapisan lambung. Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau kronis.

Sedangkan, GERD merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Gejala GERD dan sakit maag memang hampir mirip, yaitu menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual, dan muntah.

1 dari 4

Perbedaan GERD dan Maag

Perbedaan GERD dan Maag
loading

Berikut adalah perbedaan GERD dan sakit maag:

  • Perbedaan dari Sisi Gejala

Terdapat perbedaan GERD dan maag dari gejalanya. Pada penyakit GERD, biasanya disertai dengan keluhan dada terasa terbakar (heartburn) akibat cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan.

Selain itu, penderita GERD sering mengeluhkan adanya rasa asam di mulut, bau mulut, nyeri dada, kesulitan menelan, hingga sesak napas.

  • Perbedaan dari Sisi Penyebab

Perbedaan GERD dan maag juga terdapat dari penyebabnya. Penyebab maag dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, stres, penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiradang, infeksi bakteri, dan sebagainya.

Sedangkan penyebab GERD bisa dikarenakan oleh berat badan berlebih, hernia hiatal, merokok, konsumsi alkohol, kehamilan, atau konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antinyeri atau obat antidepresan.

Artikel Lainnya: Cara Menghilangkan Mual Karena Maag

2 dari 4

Mendiagnosis GERD dan Maag

Ilustrasi GERD
loading

Untuk mendiagnosis GERD dan sakit maag, salah satunya adalah melalui tindakan endoskopi. Endoskopi adalah teknik pemeriksaan menggunakan kamera yang tersambung dengan semacam selang dan dimasukkan dari mulut ke lambung serta saluran cerna. Dari sinilah kita bisa melihat perbedaan GERD dan maag.

Pemeriksaan endoskopi dapat digunakan untuk mengetahui adanya kerusakan lambung, tumor, peradangan, ataupun luka pada lambung. Pada sakit maag akut, hasil endoskopi menunjukan adanya hiperemia atau kemerahan pada jaringan mukosa lambung yang disertai beberapa luka kecil.

Sementara pada sakit maag kronis, jaringan mukosa lambung terlihat mengecil. Pada jaringan mukosa lambung sering kali terlihat adanya tanda-tanda keganasan.

Sedangkan pada penderita GERD, hasil endoskopi dapat normal atau terkadang bisa ditemukan adanya peradangan di esofagus. Selain itu, pemeriksaan endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil jaringan guna mengetahui adanya komplikasi, semisal Barrett’s esophagus.

Jika tak ditangani dengan baik, GERD dan maag bisa mengakibatkan komplikasi. Komplikasi dari GERD dapat menyebabkan perdarahan, luka, atau perubahan pada sel yang melapisi dinding kerongkongan, serta meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Sedangkan, komplikasi sakit maag dapat memicu terjadinya perdarahan saluran cerna, dehidrasi (karena muntah berlebih), hingga gangguan pada ginjal.

Artikel Lainnya: Kenali Lebih Dalam Tentang Maag Kronis

3 dari 4

Bagaimana Cara Mengatasi GERD dan Maag?

Seorang Dokter Mengecek Pasien yang Mengalami GERD dan Maag
loading

Cara mengatasi GERD dan maag sebetulnya hampir sama, yaitu dengan memberikan obat antasida, H2 blocker, atau golongan proton pump inhibitor.

Selain obat-obatan, diperlukan juga pengaturan pola makan bagi penderita sakit maag dan GERD. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu untuk dihindari bagi penderita kedua penyakit tersebut.

Asupan tertentu seperti makanan pedas, makanan berlemak, makanan yang terlalu asam, minuman beralkohol, minuman bersoda, atau minuman yang mengandung kafein dapat memicu terjadinya gejala sakit maag dan GERD sehingga perlu dihindari.

Baca Juga

Demikian perbedaan GERD dan maag. Meski sama-sama menyebabkan nyeri di ulu hati, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar bedanya GERD dan maag, silakan berkonsultasi dengan dokter kami. Gunakan fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter. Yuk, unduh sekarang juga!

[FY]

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Juwita Ninda Suherman

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000
avatar

dr. Wendri Wildiartoni Pattiawira

Dokter Umum
wallet
Rp. 20.000

ARTIKEL TERKAIT

Benarkah Merokok juga Bisa Picu GERD?

Info Sehat
29 Jul

Konsumsi Yoghurt dan Susu Bikin GERD Makin Parah?

Info Sehat
28 Jul

Mengenal Pemicu, Gejala dan Cara Mencegah Gerd

Info Sehat
28 Jul

Pedoman Hidup Sehat untuk Penderita GERD

Info Sehat
26 Jul

Yuk, Kenali GERD Lebih Lanjut

Info Sehat
23 Jul

REAKSI ANDA

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat