Kapan Umur Ideal Bayi Mulai Merangkak? Ini Faktanya
searchtext customer service

Kapan Bayi Mulai Bisa Merangkak? Ini Faktanya

Fase merangkak bayi adalah fase penting dan tentunya dinantikan orang tua. Umur berapa idealnya bayi mulai merangkak? Mari simak faktanya di sini
Kapan Bayi Mulai Bisa Merangkak? Ini Faktanya

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin tidak sabar menunggu kapan bayi mulai bisa merangkak. Akan tetapi, tidak semua bayi melewati fase ini pada usia yang sama. Beberapa bayi ada yang mampu cepat merangkak, sementara yang lain cenderung lebih lambat.

Lantas, pada usia berapa idealnya bayi mulai merangkak? Untuk tahu penjelasan lengkapnya, simak ulasan di bawah ini.

 

1 dari 4

Pentingnya Melewati Fase Merangkak

Pentingnya Melewati Fase Merangkak
loading

Beberapa orang tua mungkin merasa tidak masalah jika bayi mereka melewati fase merangkak dan langsung masuk ke dalam tahap berjalan. Padahal, merangkak merupakan fase paling penting dalam tumbuh kembang bayi.

Merangkak mampu melatih otot-otot sekitar tangan dan juga kaki bayi. Fase merangkak juga ada hubungannya dengan kemampuannya si kecil dalam menjaga keseimbangan tubuhnya.

Selain melatih otot dan menjaga keseimbangan, berikut adalah manfaat merangkak yang bisa didapatkan oleh bayi.  

1. Meningkatkan Perkembangan fisik 

Saat merangkak, kemampuan motorik halus dan kasar bayi akan mengalami peningkatan. Bayi akan belajar tentang fungsi tangan melalui merangkak.

Umumnya, si kecil akan mencoba menggenggam barang yang ditemui di jalan saat merangkak. Selain itu, bayi juga akan belajar bagaimana menopang tubuh agar bisa berjalan dengan seimbang.

Artikel lainnya: Manfaat Tummy Time untuk Perkembangan Otot Bayi

2. Meningkatkan Kemampuan Visual 

Ketika si kecil belajar merangkak, secara otomatis penglihatannya akan terlatih untuk mengenali benda-benda yang disentuh dan dilewatinya.

Tak hanya itu, saat merangkak bayi akan memiliki pandangan yang lurus ke depan. Hal ini berguna untuk melatih jarak pandang sekaligus melatih fokus. 

3. Mengasah Otak

Otak bagian kanan dan otak bagian kiri anak akan terlatih ketika mulai merangkak. Saat merangkak, kemampuan koordinasi bayi juga dapat terasah dengan baik.

Gerakan yang dilakukan oleh tubuh bayi bisa membuat kedua sisi otaknya bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain.

4. Melatih Kemampuan Bahasa Anak 

Jika dicermati dengan baik, bayi yang ada di fase merangkak cenderung lebih sering mengoceh dan cerewet. Sebab saat mulai merangkak, bayi akan menemukan banyak hal baru yang meningkatkan rasa ingin tahunya.

Bayi pun akan berusaha berkomunikasi dengan Anda untuk mengetahui jenis barang yang dia sentuh atau genggam. 

Artikel Lainnya: Bagaimana 4 Cara Menstimulasi Anak Belajar Duduk?

2 dari 4

Umur Berapa Bayi Mulai Merangkak?

Umur Berapa Bayi Mulai Merangkak?
loading

Merangkak menjadi salah satu cara bagi bayi untuk bergerak atau berpindah tempat. Secara garis besar, fase merangkak terjadi pada usia 6-10 bulan.

Merangkak dapat dimulai dengan posisi seperti belajar menungging, lalu bayi akan mengoordinasikan kedua lengan dengan lututnya.

Pada usia 6 hingga 7 bulan, umumnya bayi sudah bisa mengangkat badan serta pantatnya menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai penopang.

Di saat itu juga, Anda mungkin juga melihat bayi berancang-ancang mulai merangkak. Nah, sekitar usia 8-10 bulan, bayi Anda biasanya sudah dapat merangkak dengan sendirinya.

Artikel Lainnya: Ini Tips Memilih Mainan Bayi 6 Bulan Ke Atas

Fase merangkak yang dialami setiap bayi bisa bervariasi. Jika bayi Anda sudah bisa merangkak di usia 7-9 bulan, biasanya di usia 11 bulan dia sudah mampu merangkak ke sana kemari dan mengeksplor seisi rumah.

Di masa pertumbuhan bayi ini, pastikan Anda tidak meletakkan barang-barang yang mudah melukai anak seperti gunting, kabel, dan benda tajam lainnya di bawah lantai. 

Secara umum, gaya merangkak bayi bertumpu kepada tangan dan kakinya, kemudian digerakkan secara bergantian. Cara ini disebut dengan gaya merangkak klasik. Namun ternyata ada variasi gaya merangkak yang tidak biasa, seperti:

  • Gaya beruang. Gaya ini mirip dengan gaya klasik. Namun, gaya beruang bertumpu pada telapak kaki, bukan lututnya.
  • Gaya perut. Sesuai dengan namanya, bayi menggunakan perut untuk berpindah tempat.
  • Gaya kepiting. Gaya merangkak yang satu ini mirip seperti kepiting berjalan miring. Bayi berpindah menggunakan satu kaki lurus dan satu kaki menekuk.
  • Gaya bokong. Apabila bayi berpindah tempat dengan cara menyeret bokong dan menggunakan kekuatan lengan tangannya, maka ini disebut dengan gaya bokong atau ngesot.
  • Berguling. Berpindah tempat dengan cara berguling termasuk dalam gaya merangkak si kecil, lho! Jadi jangan khawatir bila bayi berpindah tempat menggunakan cara ini.

Artikel Lainnya: Kenapa Balita Sering Jatuh Saat Jalan?

3 dari 4

Bayi Telat Merangkak, Perlukah Khawatir?

Bayi Telat Merangkak, Perlukah Khawatir?
loading

Seperti yang diungkap di atas, fase merangkak memang penting bagi perkembangan dan pertumbuhan si kecil. Namun, ada beberapa bayi yang terlambat atau melewati tahapan merangkak.

Hal ini wajar selama bayi Anda menunjukkan minat atau kemampuan menggunakan anggota tubuhnya untuk bergerak.

Lakukan beberapa cara ini untuk menstimulasi dan mengajarkan si kecil merangkak:

  • Berikan contoh cara merangkak.
  • Berikan waktu tummy time yang cukup.
  • Pancing dengan mainan yang disukai.
  • Sebaiknya batasi penggunaan alat bantu jalan seperti baby walker atau ayunan.

Artikel Lainnya: Sampai Usia Berapa Anak Boleh Menggunakan Stroller?

Terlambat atau melewati fase merangkak tidak selalu menunjukkan adanya gangguan perkembangan.

Akan tetapi, ada beberapa tanda atau red flags lain yang harus diwaspadai bila si kecil belum juga bisa merangkak. Tanda lain yang mesti diperhatikan adalah:

  • Si kecil belum bisa menopang kepalanya sendiri.
  • Anak cenderung diam, tidak memberikan respon dan kurangnya antusias saat diajak bermain.
  • Tidak mampu bergerak sama sekali baik berguling, merayap, maupun merangkak meski sudah berusia satu tahun.
  • Adanya gerakan yang asimetris atau tidak seimbang, misalnya antara anggota tubuh kanan dan kiri.
  • Adanya gerakan tubuh yang tidak terkontrol.

Jika, ibu menemukan salah satu tanda di atas, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter spesialis anak untuk dicari tahu penyebab keterlambatan tumbuh kembangnya sehingga dapat ditangani dengan cepat serta tepat.

Baca Juga

Tak perlu terburu-buru mengajarkan si kecil untuk berjalan. Biarkan bayi menikmati dan melewati satu per satu fase pertumbuhannya. Untuk tahu tips dan informasi perkembangan bayi lainnya, Anda bisa membaca artikel kesehatan di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Joko Kurniawan, M.Sc, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Ifrah Ayuna Siregar, M. Ked(Ped), Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Bolehkah Bayi Prematur Dipijat?

Info Sehat
26 Jan

Cegah Penyakit, Ini Tips Merawat Bayi saat Pandemi

Info Sehat
25 Jan

Perut Bayi Bunyi saat Menyusu, Apa Penyebabnya?

Info Sehat
22 Jan

Catat! Makanan Ini Cegah Bayi Lahir Cacat

Info Sehat
20 Jan

Pijatan untuk Atasi Konstipasi pada Bayi

Info Sehat
15 Jan

REAKSI ANDA

3 KOMENTAR

Avatar
siti mae syaroh
1 Tahun Lalu

ßHDFGGGXUGCXGXHXHCGGHFFFU7YUFFYXYFG3dHģàkfswsaàþ

Avatar
siti mae syaroh
1 Tahun Lalu

hjggffçxjfg cxgcfcgcgdfdfxccffhdcyug=/#//'xgfgczyfyxz6cgz8ttdgyzyfyztfztd=#=$/6$7€#=_$&7_74gggvgggchghghgjgghgghfggjhggghgghhhhigjggjghhhghhgdgģđjfvvjdxhctxyR6tyfgututuuyxrydxttfytreaefggyhtifyytydygs bughjihhuuhbbnjjhhhjhjjhgghvvvbvhhhhhhhjhhhhhhhhhhhhjgbbbvnvbvbvbvb vhhjhhcvģh34ysfshgfgfffffffffdddďhfjfjfnvxhfgçìfìfhhgfff

Avatar
siti mae syaroh
1 Tahun Lalu

gfhdtggts8sys7ddyuusydutsywyusysigeudrugeueyeuegeyegywyw88262yeye73ooeyrueueyyeyeueueuyeiwyeuye7eyw8egeye87eyrue8eyrury373y3u3u3uyeueyueyruieiieuriiruegcfgsryefhuteihehthsrgtuith

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat