Kapan Waktu yang Ideal untuk Bayi Mulai Merangkak?

Oleh Tamara Anastasia pada 22 Aug 2019, 14:20 WIB
Bayi merangkak mungkin adalah salah satu momen yang ditunggu para orang tua. Pada usia berapa idealnya bayi mulai merangkak?
Kapan Waktu yang Ideal untuk Bayi Mulai Merangkak? (Oksana-Kuzmina/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda mungkin paling tidak sabar menunggu kapan bayi bisa mulai merangkak. Akan tetapi, tidak semua bayi melewati fase ini pada usia yang sama. Beberapa bayi dapat lebih cepat, sementara yang lain cenderung lebih lambat. Lantas, pada usia berapa idealnya bayi mulai merangkak

Menjawab itu, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan, umumnya, bayi berusia 6-7 bulan sudah bisa mengangkat badan dan pantatnya dengan menggunakan kedua tangan dan kaki sebagai penopang. Di saat itu juga, Anda mungkin akan melihat bayi akan berancang-ancang untuk mulai merangkak. 

“Nah, bayi mulai merangkak biasanya ketika mereka menginjak usia 7-9 bulan. Pada usia ini, bayi sudah bisa mengangkat dada dan bokong secara bersamaan dengan menggunakan kedua tangan. Jadi jika pada usia 6 bulan bayi Anda hanya bergerak maju mundur tanpa benar-benar merangkak, ini sangat wajar, ” jelas dr. Dyan Mega. 

Jika bayi Anda sudah bisa merangkak di usia 7-9 bulan, biasanya ketika bayi berusia 11 bulan, dia sudah mampu merangkak ke sana kemari dan mengeksplor seisi rumah.   Jadi, pastikan Anda tidak meletakkan barang-barang yang mudah melukai anak seperti gunting, kabel, dan benda tajam lainnya di bawah lantai. 

Pentingnya melewati fase merangkak

Beberapa orang tua mungkin merasa tidak masalah jika bayi mereka melewati fase merangkak dan langsung masuk dalam tahap berjalan. Padahal, merangkak merupakan fase paling penting dalam tumbuh kembang bayi.

“Merangkak mampu melatih otot-otot sekitar tangan dan juga kaki bayi. Ini juga berkaitan dengan kemampuannya dalam menjaga keseimbangan tubuh,” ujar dr. Dyan Mega. 

Selain melatih otot dan menjaga keseimbangan, apa lagi manfaat merangkak yang bisa didapatkan oleh bayi Anda? Berikut penjelasannya: 

1. Meningkatkan perkembangan fisik 

Saat merangkak, bayi akan mengalami peningkatan kemampuan pada motorik kasar dan halusnya. “Bayi akan belajar tentang fungsi tangan melalui merangkak. Dia akan mencoba untuk menggenggam barang yang ditemui di jalan saat merangkak. Bayi juga akan belajar bagaimana menopang tubuh agar bisa berjalan dengan seimbang,” ujar dr. Dyan Mega 

2. Meningkatkan kekuatan visual 

Ketika si Kecil belajar merangkak, secara otomatis penglihatannya akan terlatih untuk mengenali benda-benda yang disentuh dan dilewatinya. Selain itu, bayi juga akan memiliki pandangan yang lurus ke depan. Ini akan berguna untuk melatih jarak pandang sekaligus melatih fokus. 

3. Mengasah otak

“Otak bagian kanan dan otak bagian kiri anak akan terlatih ketika mulai merangkak. Mereka akan terlatih untuk memiliki koordinasi yang baik saat bayi merangkak. Gerakan yang dilakukan oleh tubuh bayi akan buat kedua sisi otak bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain,” ujar dr. Dyan Mega. 

4. Melatih kemampuan bahasa anak 

Jika dicermati dengan lebih baik, pada fase merangkak, bayi cenderung lebih sering mengoceh dan cerewet. Hal ini karena saat bayi mulai merangkak, dirinya akan menemukan banyak hal baru yang meningkatkan rasa ingin tahunya. Bayi pun akan berusaha berkomunikasi dengan Anda untuk mengetahui jenis barang yang dia sentuh atau genggam. 

Bayi merangkak, yang idealnya terjadi pada usia 6-7 bulan, adalah salah satu tonggak penting pertumbuhan anak. Anda dapat membantu bayi di fase ini lewat pemberian nutrisi dan stimulasi yang baik. Tak perlu terburu-buru mengajarkan si Kecil untuk berjalan. Biarkan bayi menikmati dan melewati satu per satu fase pertumbuhannya.

[HNS/ RVS]