Benarkah Gusi Berdarah Bisa Berujung pada Kanker?

Oleh Tamara Anastasia pada 22 Aug 2019, 16:40 WIB
Selain karena infeksi, benarkah gusi berdarah juga bisa berujung pada kanker?
Benarkah Gusi Berdarah Bisa Berujung pada Kanker? (Nawamin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gusi berdarah merupakan gangguan kesehatan mulut yang umum terjadi. Penyebabnya pun bermacam-macam, dari yang ringan hingga berat. Namun ada yang bilang, gusi berdarah juga bisa berujung pada kanker. Benarkah demikian?

Seringnya, gusi berdarah terjadi akibat menggosok gigi terlalu kencang dan – atau – penggunaan sikat gigi berbulu kasar. Namun, jika menggosok gigi sudah hati-hati tetapi gusi masih berdarah, plus perdarahan tampak abnormal, bisa jadi ada penyakit yang mendasarinya.

Gusi berdarah, bisakah menandakan kanker?

Jenis kanker yang berhubungan dengan kejadian gusi berdarah adalah kanker darah atau leukemia.

“Pada leukemia, jumlah sel darah normal mengalami kekurangan dan tergantikan dengan sel darah abnormal yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang. Akibatnya, tubuh kesulitan untuk mengontrol perdarahan dan melawan infeksi,” jelas dr. Muhammad Iqbal Ramadhan dari KlikDokter.

Ditambahkan oleh drg. Callista Argentina dari KlikDokter, karena trombosit di dalam darah sangat rendah, perdarahan di gusi dan organ lainnya sulit dihentikan. Kondisi gusi yang berdarah akibat leukemia pun memiliki tanda khas.

“Biasanya, gusi pada penderita leukemia menjadi besar dan tebal, serta mudah berdarah. Karena itu, penderita bisa kesulitan menjaga kesehatan mulutnya seperti saat menyikat gigi,” ungkap drg. Callista.

Selain gusi berdarah, gejala lainnya yang umumnya muncul atau menyertai termasuk:

  • Demam, menggigil, dan berkeringat pada malam hari.
  • Tubuh lemas dan lesu.
  • Nyeri otot dan nyeri sendi.
  • Nyeri kepala.
  • Organ hati dan limpa membesar.
  • Mudah berdarah atau memar.
  • Mimisan berulang.
  • Pucat.
  • Mengalami penurunan berat badan.

Untuk mengetahui apa penyebab dari gusi berdarah, biasanya dokter akan melakukan tahap pemeriksaan fisik. Jika dokter menemukan adanya kejanggalan saat pemeriksaan, Anda mungkin akan dirujuk untuk menjalani pemeriksaan laboratorium maupun radiologi.

1 of 2

Penyebab gusi berdarah lainnya

Mungkin kasus gusi berdarah yang menandakan kanker lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan beberapa kondisi ini.

1. Diabetes

Diungkapkan oleh drg. Callista, sebagian besar penderita diabetes mengalami penyakit periodontitis, yaitu peradangan pada jaringan di sekeliling permukaan akar gigi.

Pada kondisi ini, struktur pembuluh darah menjadi rusak, sehingga aliran darah terganggu dan menyebabkan tulang serta gusi mudah terinfeksi.

“Pasien dengan diabetes yang tidak terkontrol memiliki kadar glukosa (di dalam cairan mulut) yang meningkat. Hal ini menyebabkan pertumbuhan bakteri dalam mulut meningkatkan dan periodontitis semakin berat,” kata drg. Callista menjelaskan.

Periodontitis yang berat dapat meningkatkan kadar glukosa, sehingga diabetesi berisiko mengalami komplikasi. Bila tidak terkontrol, reaksi berantai inilah yang dikhawatirkan akan terjadi pada penderita diabetes.

2. Gingivitis dan periodontitis akibat HIV

Ada tiga jenis penyakit yang kerap ditemui di dalam mulut penderita infeksi HIV, yaitu linear gingival erythema, necrotic ulcerative gingivitis, dan necrotic ulcerative periodontitis.

Menurut drg. Callista, pada penyakit tersebut akan tampak peradangan di seluruh tepi gusi yang berwarna merah terang, sangat sakit, dan mudah berdarah. Kerusakan jaringan juga sangat cepat terjadi. Perawatannya meliputi pemberian antibiotik, larutan kumur antijamur, dan antibakteri.

3. Kekurangan vitamin

Dokter Iqbal mengatakan, gusi berdarah juga bisa menjadi tanda kekurangan defisiensi vitamin, khususnya vitamin C dan K.

“Sebab, keduanya diperlukan dalam proses pembekuan darah,” katanya singkat.

4. Hemofilia

Penderitanya akan mengalami perdarahan abnormal atau berlebihan dan sistem pembekuan darah yang buruk. Tak heran, gusi berdarah atau gejala perdarahan lainnya bisa muncul pada hemofilia karena terjadi gangguan pada sistem pembekuan darah.

Gusi berdarah memang bisa berujung pada kanker, tetapi perlu dilihat apa saja gejala yang muncul serta harus dilakukan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Jika penyebabnya karena menggosok gigi terlalu kencang atau bulu sikat gigi terlalu kasar, mungkin Anda tak perlu khawatir. Namun sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter jika gusi berdarah terus berulang, perdarahannya cenderung berat, dan disertai gejala tak biasa lainnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓