Mandi Pakai Loofah vs Shower Puff, Mana yang Aman untuk Kulit?

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 23 Aug 2019, 11:00 WIB
Anda lebih suka mandi pakai loofah atau shower puff? Di antara keduanya, mana yang lebih baik dan aman untuk kulit?
Mandi Pakai Loofah vs Shower Puff, Mana yang Aman untuk Kulit? (Poznyakov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Mandi bukan hanya cara menjaga kebersihan diri, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai me-time. Mandi pakai loofah dan shower puff untuk menyabuni tubuh juga kerap dilakukan. Lalu apa bedanya dan mana di antara keduanya yang lebih baik dan aman untuk kulit?

Loofah dan shower puff sebenarnya bisa disebut alat penunjang yang digunakan saat mandi untuk menyingkirkan kulit mati dari lapisan kulit teratas alias eksfoliasi. Proses ini sebetulnya tidak dianjurkan untuk semua orang, karena bergantung pada tipe kulit dan serta cara melakukannya.

Metode eksfoliasi

Ada dua metode eksfoliasi yang bisa Anda lakukan di rumah, yaitu secara mekanik maupun kimiawi.

Eksfoliasi mekanik mengandalkan alat-alat seperti sikat, shower puff, loofah, scrub, dan masih banyak lagi untuk mengurangi sel kulit mati. Pada eksfoliasi kimiawi, zat kimia yang digunakan umumnya adalah asam alfa dan beta hidroksi untuk melarutkan sel kulit mati secara aman untuk kulit.

Jika Anda ingin melakukan eksfoliasi, lakukan dengan cara yang benar dan aman agar tidak merusak kulit atau malah memicu kemerahan akibat iritasi atau timbulnya jerawat. Ketahui dulu jenis kulit Anda sebelum memilih metode eksfoliasi. 

  • Kulit normal: tampak cerah dan tidak mudah sensitif terhadap berbagai produk
  • Kulit sensitif: dapat terasa terbakar atau menyengat setelah menggunakan produk
  • Kulit kering: tampak bersisik, sering terasa gatal, dan kasar
  • Kulit berminyak: tampak mengilap dan licin
  • Kombinasi: tampak kering tetapi juga berminyak di beberapa bagian tubuh

Lebih baiknya lagi, konsultasikan terlebih dulu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

1 of 3

Beda loofah dan shower puff

Dua alat yang sering digunakan saat mandi untuk eksfoliasi mekanik adalah loofah dan shower puffs.

Loofah adalah sebuah alat mandi berbahan alami mirip spons yang terdiri dari serat kasar untuk eksfoliasi, digosokkan ke kulit saat mandi. Loofah terbuat dari tanaman oyong yang dikeringkan.

Loofah terbuat dari tanaman luffa alias oyong, yang memiliki banyak serat dan tetap memiliki tekstur kasar ketika terkena air. Loofah dapat digunakan seperti sarung tangan dan diratakan. Karena bahannya yang alami, loofah termasuk ramah lingkungan.

Shower puff (banyak juga yang mengategorikannya sebagai loofah) lebih populer dan lebih mudah ditemui di pasaran. Biasanya, shower puff dibuat dari jaring sintetis, misalnya plastik, lalu dibentuk seperti buntalan. 

Shower puff digemari karena meski sabun (cair) yang digunakan sedikit, tetapi busa yang dihasilkan tetap melimpah. Namun, karena kebanyakan bahannya tidak alami, Anda bisa mencari shower puff daur ulang atau mencari opsi bahan lainnya yang ramah lingkungan.

Cara pakai loofah dan shower puff yang benar

Cara kerja eksfoliasi dengan dua alat tersebut pada dasarnya adalah mengelupas sel kulit mati sekaligus menstimulasi peredaran darah. Gosokkan dengan lembut di lengan dan tungkai dengan gerakan melingkar selama 30 detik, lalu basuh dengan air hangat.

Loofah (atau alat lainnya seperti sikat badan) digunakan untuk eksfoliasi bagian tubuh yang kulitnya lebih tebal, misalnya sisi luar lengan dan tungkai, area pergelangan kaki, dan telapak kaki. Sebelum menggunakannya, pastikan Anda berada di bawah pancuran dengan air hangat untuk melembutkan kulit terlebih dulu. 

Gunakan sabun atau lulur yang mengandung butiran kasar sebagai scrub bersamaan dengan loofah, sikat dengan lembut, lalu basuh menggunakan air. Lakukan 1-2 kali seminggu untuk meningkatkan kesehatan serta penampilan kulit yang lebih cerah. Karena, tak hanya sel kulit mati pada lapisan kulit atas terangkat, tetapi juga terjadi stimulasi produksi kolagen yang membantu kulit tetap kencang dan bercahaya.

Bedanya dengan shower puff, alat ini digunakan pada area yang memiliki kulit lebih tipis, lalu digosokkan dengan lembut.

Faktanya, lebih banyak penelitian yang mengemukakan bahwa loofah dapat menjadi sarang bakteri. Dengan demikian perawatan loofah harus diperhatikan. 

2 of 3

Penyimpanan loofah dan shower puff yang benar

Jika Anda sering mandi pakai loofah, pastikan untuk menggantungnya di tempat yang kering dan tidak lembap setelah memakainya. Ini penting untuk mencegah bakteri berkembang biang di serat-seratnya. 

Bersihkan seminggu sekali dengan merendamnya di dalam cairan pemutih dengan konsentrasi 10 persen selama 5 menit, lalu basuh sampai bersih.

Ganti loofah secara rutin, yaitu satu bulan sekali atau jika terlihat ada lumut maupun sudah berbau tak sedap. Cara merawat shower puff juga sama dengan loofah. Shower puff sintetis dapat digunakan hingga dua bulan.

Manfaat lain eksfoliasi dan hal-hal yang perlu diperhatikan

Selain mengangkat kulit mati, manfaat eksfoliasi lainnya adalah untuk meningkatkan efektivitas produk topikal yang digunakan di kulit. Contohnya, jika eksfoliasi dilakukan sebelum mengoleskan krim, daya serapnya ke kulit akan lebih baik.

Sebagai tambahan, eksfoliasi dengan menggunakan body scrub juga bisa jadi momen relaksasi.

Meski demikian, hindari eksfoliasi jika Anda mengalami hal-hal ini:

  • Ada luka atau kulit terbakar akibat sengatan sinar matahari
  • Kulit mengalami iritasi atau terlihat kemerahan, mengelupas, dan nyeri
  • Sedang menggunakan obat maupun produk untuk jerawat, misalnya retinol dan benzoil peroksida.

Lalu mana yang lebih baik, mandi pakai loofah atau shower puff? Keduanya sama saja dan punya keunggulannya masing-masing. Namun, pastikan cara pemakaian dan penyimpanannya benar supaya tidak menjadi sarang bakteri. Jika Anda mengalami keluhan setelah menggunakan loofah maupun shower puff, sebaiknya hentikan dulu pemakaian dan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin, atau dermatolog.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓