Bolehkah Orang Tua Memaksa Anak untuk Diet?

Oleh Ayu Maharani pada 23 Aug 2019, 15:01 WIB
Berat badan anak berlebihan, akhirnya orang tua memaksa anak untuk diet. Hati-hati, sikap tersebut ada dampaknya, lo!
Bolehkah Orang Tua Memaksa Anak untuk Diet? (vesna-cvorovic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anak yang doyan sekali makan tapi malas beraktivitas fisik mudah sekali mengalami kenaikan berat badan. Orang tua yang khawatir bahwa anak akan mengalami obesitas pun lalu memaksa anak untuk diet. Apakah ini boleh dilakukan?

Menanggapi hal tersebut, dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter memberikan pandangannya. Bahwa jangankan anak, orang dewasa saja pada dasarnya akan menolak kalau dipaksa diet.

“Kalau orang dewasa saja susah untuk dipaksa diet, apalagi anak-anak. Orang tua harus kreatif jika ingin anaknya berhasil diet, bukannya asal memaksa,” ujar dr. Vita.

Cara membantu anak untuk diet

Jangan langsung memangkas porsi makannya atau melarang anak mengonsumsi makanan favoritnya. Cara seperti ini jika salah diaplikasikan malah bisa menurunkan selera makan anak. Beberapa cara di bawah ini bisa Anda jadikan sebagai panduan.

1. Hindari memberi susu formula terlalu banyak

Menurut dr. Vita, pemberian susu formula terus-menerus adalah salah satu faktor yang paling sering bikin anak-anak gemuk. Bukan berarti susu formula itu tidak baik, karena pada dasarnya susu tersebut sehat dan memang dibuat untuk membantu memenuhi nutrisi anak.

Namun, bila sebagian besar nutrisi anak sudah tercukupi dari makanannya sehari-hari, maka seharusnya orang tua tak perlu terfokus pada pemberian susu formula.

“Lagi pula, susu formula itu kalorinya tinggi dan mengandung banyak gula. Kalau kebanyakan, lama-lama berat badan anak akan naik. Jadi, langkah awal untuk mengajari anak diet adalah dengan mengurangi asupan susu formula,” jelas dr. Vita.

2. Batasi asupan karbohidratnya

Selanjutnya, batasi asupan karbohidrat anak. Makanan seperti pasta, nasi (apalagi nasi putih), dan mi jangan sampai mendominasi porsi piring makannya.

Pemberian karbohidrat yang terlalu banyak bisa membuat anak cepat kenyang karena lonjakan gula darah, tetapi itu juga bisa anjlok dengan cepat. Akibatnya, anak jadi mengantuk, sehingga ada kemungkinan ia jadi malas untuk bergerak. Apalagi jika si anak memang pada dasarnya sudah ada “bakat” malas bergerak. Alhasil, kalori yang masuk lebih banyak daripada kalori yang keluar, sehingga anak malah bisa jadi gemuk.

3. Ajak beraktivitas fisik

Ketimbang Anda memaksa anak untuk diet, ajaklah atau imbangilah dengan melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan bersama-sama.

Dikatakan oleh dr. Vita, terkadang orang tua suka lupa bahwa diet itu tak akan berhasil maksimal kalau tidak dibarengi dengan aktivitas fisik. Agar anak semangat, orang tua juga mesti ikut saat anak berolahraga.

“Ajak ia bersepeda, jalan-jalan sore, main bola, lompat tali, atau aktivitas fisik lainnya. Pokoknya orang tua harus ikut mencontohkan untuk tetap aktif dengan rutin berolahraga setiap hari,” kata dr. Vita menganjurkan.

4. Jangan absen menyajikan buah dan sayur

Menurut, dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, menyajikan buah dan sayur dalam menu makan anak secara teratur juga bisa membantu membangun pola makan yang sehat.

“Setiap anak dianjurkan untuk mengonsumsi lima porsi buah atau sayur yang berbeda jenis setiap hari. Jauhkan anak dari kebiasaan mengonsumsi camilan yang tidak sehat, yang dapat membuatnya kenyang duluan sebelum waktunya makan,” terangnya.

5. Siapkan bekal makan

Kata dr. Andika, dengan memberikan bekal makan anak sekolah, Anda bisa mengontrol menu makanan apa saja yang ia konsumsi.

“Buat menu makanan yang rendah gula dan garam. Jangan sampai anak mengonsumsi makanan atau minuman manis berkalori tinggi, tetapi sedikit nutrisinya. Lengkapi dengan sumber serat seperti sayur dan buah,” kata dr. Andika memberi masukan.

6. Buat suasana makan menyenangkan

Orang tua mesti meluangkan waktu untuk makan bersama anak, misalnya saat sarapan dan – atau – makan malam. Buatlah suasana makan menjadi semenyenangkan mungkin untuk anak.

Sajikan menu makanan secara bervariasi, baik dari bentuk, warna, hingga cara penyajiannya. Prinsipnya, setiap menu makanan harus memenuhi kebutuhan nutrisi anak, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sesuaikan porsi dengan usia anak Anda.

Selain itu, dr. Andika menyarankan untuk orang tua agar mulai mengajari anak mengenai manfaat dari setiap makanan yang disajikan bagi kesehatan tubuhnya.

Memaksa anak untuk diet bukanlah cara yang tepat. Lakukan tips yang dibagikan di atas, dan yang paling penting Anda sebagai orang tua juga harus menjadi contoh untuk anak. Jika Anda ingin berat badan anak ideal dan tetap sehat, langkah terpenting adalah dengan memulainya dari diri sendiri. Jika Anda mengalami kesulitan, tak ada salahnya berkonsultasi dengan ahli gizi anak.

(RN/ RVS)