Konsumsi Suplemen Melatonin Picu Mimpi Buruk?

Oleh dr. Atika pada 24 Aug 2019, 15:00 WIB
Konsumsi suplemen melatonin tampak menjanjikan untuk mengatasi keluhan sulit tidur. Namun benarkah suplemen ini bisa memicu mimpi buruk?
Konsumsi Suplemen Melatonin Picu Mimpi Buruk? (Fizkes/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Suplemen melatonin mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar orang. Namun, suplemen ini mulai menjadi primadona di kalangan orang-orang yang mengalami kesulitan tidur. Ya, suplemen melatonin digadang-gadang mampu membantu mengatasi masalah tidur insomnia.

Banyak studi menyatakan bahwa suplemen ini efektif dan tidak akan menyebabkan ketergatungan seperti halnya obat tidur yang selama ini marak digunakan. Mengingat profilnya yang baik, suplemen melatonin tampak menjanjikan.

Namun, bagaimana dengan efek sampingnya? Benarkah konsumsi suplemen melatonin bisa memicu mimpi buruk?

Seputar hormon melatonin

Melatonin sesungguhnya merupakan hormon yang secara alami diproduksi oleh tubuh, tepatnya oleh kelenjar pineal di otak. Hormon ini akan diproduksi ketika berada dalam kondisi gelap, seperti misalnya malam hari. Tak ayal, kadarnya menjadi paling tinggi di malam hari. 

Melatonin merupakan hormon yang berperan besar dalam mempersiapkan tubuh untuk tidur. Hormon ini bertugas dalam mengatur siklus tidur dan bangun. Tak heran, melatonin juga disebut sebagai “hormon tidur”. 

Selain diproduksi secara alami oleh tubuh, beberapa makanan tertentu juga diketahui mengandung melatonin. Contoh makanan yang tinggi kadar melatonin adalah telur, ikan, kacang-kacangan, jamur, sereal, dan biji-bijian.

Selain mengatur siklus tidur, melatonin juga memiliki peran-peran lain dalam tubuh manusia. Misalnya mengatur pertahanan tubuh terhadap oksidasi dan membantu mengatur tekanan darah, suhu tubuh, serta fungsi seksual.

Seputar suplemen melatonin

Beberapa waktu belakangan, mulai diproduksi suatu suplemen yang mengandung melatonin. Hal ini merujuk pada penelitian bahwa suplemen melatonin bisa bermanfaat untuk serangkaian gangguan tidur. Beberapa di antara manfaat suplemen melatonin yang telah dibuktikan oleh penelitian antara lain meredakan insomnia dan mengurangi gejala jet lag

Berbagai manfaat tersebut juga semakin ditunjang dengan riset yang menunjukkan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan tidur memiliki kadar melatonin yang lebih rendah. Untuk itu, suplemen ini tampak rasional untuk digunakan.

Suplemen melatonin umumnya tersedia dalam bentuk pil. Namun, ada pula varian suplemen melatonin yang dikonsumsi secara oral, tepatnya diletakkan pada bagian dalam pipi. Tujuannya adalah agar melatonin segera terserap ke dalam tubuh. 

Keamanan dan efek samping suplemen melatonin

Penelitian-penelitian seputar keamanan suplemen melatonin masih perlu ditingkatkan jumlahnya. Namun, hingga saat ini suplemen melatonin dikatakan aman untuk penggunaan jangka pendek.

Selain itu, berbeda dengan pengobatan untuk tidur lainnya, suplemen melatonin tidak menginduksi ketergantungan. Efeknya juga dikatakan tidak akan berkurang dengan penggunaan yang berulang-ulang. Meskipun begitu efek samping yang mungkin dirasakan saat seseorang mengonsumsinya antara lain:

  • Nyeri kepala
  • Pusing dan tubuh terasa melayang
  • Mual
  • Mengantuk

Efek samping melatonin yang lebih jarang misalnya perasaan depresi, sedikit rasa bergetar di tangan, kecemasan, kram perut, mudah tersinggung, kebingungan/ disorientasi, dan gangguan tekanan darah (hipotensi).

Namun, efek samping tersebut terbilang tidak banyak dilaporkan oleh mereka yang mengonsumsi suplemen melatonin. 

Mimpi buruk ternyata bukanlah salah satu efek samping dari penggunaan suplemen melatonin. Untuk itu, Anda tidak perlu khawatir atas terjadinya mimpi buruk ketika mengonsumsi suplemen ini.

Konsumsi dengan  bijak

Sekalipun efek samping yang dilaporkan cenderung ringan, pemakaian suplemen melatonin juga harus dibarengi dengan kehati-hatian. Penggunaan pada ibu hamil, menyusui, maupun anak-anak sebaiknya dihindari, mengingat profil keamanannya pada populasi tersebut belum dipastikan oleh penelitian.

Selain itu, penggunaan suplemen melatonin diketahui dapat berinteraksi dengan sebagian jenis obat. Contohnya adalah obat pembekuan darah dan obat anti kejang.

Untuk itu, penting sekali agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakannya. Hal ini dilakukan agar konsumsi suplemen melatonin tidak justru menyebabkan dampak yang berbahaya pada tubuh. 

Secara kesimpulan, suplemen melatonin terbukti aman untuk digunakan jangka pendek dan efektivitasnya cukup terjamin karena meniru hormon alami tubuh. Namun, tetap ada beberapa efek samping yang harus diwaspadai, meskipun mimpi buruk bukanlah salah satunya. Tetap konsultasikan keputusan Anda untuk menggunakan suplemen melatonin pada dokter kepercayaan Anda.

[NP/ RVS]