Kiat Mencegah Rubella Saat Hamil

Oleh dr. Atika pada 24 Aug 2019, 16:00 WIB
Infeksi rubella yang terjadi saat hamil dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Berikut kiat agar tidak terinfeksi rubella ketika hamil.
Kiat Mencegah Rubella Saat Hamil (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rubella bisa dikatakan sebagai infeksi yang ringan bagi masyarakat umum, namun lain halnya ketika terjadi pada ibu hamil. Rubella yang menginfeksi ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, berisiko menyebabkan serangkaian kecacatan yang permanen pada janin (Sindrom Rubella Kongenital). Virus rubella juga bisa menyebabkan kematian pada janin yang sedang berkembang. 

Untuk mencegah kondisi tersebut, lindungi diri Anda  agar terproteksi dari rubella, bahkan sejak sebelum hamil.

Mencegah infeksi rubella pada ibu hamil

Rubella yang terjadi pada masa kehamilan trimester pertama dapat menyebabkan sindrom rubella kongenital. Ya, kelainan akibat rubella umumnya terdiri dari kombinasi beberapa bentuk gangguan berikut:

  • Retardasi mental
  • Katarak
  • Ketulian
  • Gangguan pada jantung
  • Berat badan lahir rendah
  • Gangguan pada organ-organ lain, misalnya hati dan limpa.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan sempurna yang dapat menangani sindrom rubella kongenital. Kelainan yang terjadi juga bersifat permanen,  yaitu berlangsung seumur hidup anak. Untuk itu, penting sekali bagi setiap wanita untuk mencegah terjadinya infeksi rubella ketika hamil.

Berikut adalah kiat-kiat yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi rubella ketika hamil:

  1. Vaksinasi MMR (Measles, Mumps, dan Rubella) sebelum hamil

Penting sekali untuk memastikan diri Anda telah memiliki antibodi terhadap rubella, bahkan sebelum dinyatakan positif hamil. Bila Anda ragu-ragu atas status vaksinasi rubella di masa lampau, ada baiknya untuk melakukan tes darah yang dapat mengungkap kadar antibodi terhadap rubella.

Adapun tes darah yang akan diperiksakan yaitu mencari kadar immunoglobulin G (IgG) rubella dalam darah Anda. Mengenai hal ini, konsultasikan lebih lanjut pada dokter Anda.

Vaksin rubella biasanya dikombinasikan dengan jenis vaksin lain, terutama vaksin campak (measles) dan gondongan (mumps). Vaksin ini disebut juga vaksin MMR, merupakan vaksin yang aman dan tidak perlu diragukan efektivitasnya.

Selain itu, bila baru saja memperoleh vaksinasi MMR, maka Anda tidak disarankan untuk hamil selama sekurang-kurangnya 4 minggu setelahnya. Hal ini untuk mencegah masih adanya kuman rubella dari vaksinasi di dalam tubuh Anda.

Ingatlah bahwa vaksin rubella tidak untuk diberikan pada wanita yang sedang hamil. Hal ini karena vaksin rubella berisi kuman penyebab rubella yang dilemahkan, sehingga tetap ada risiko menginfeksi ibu maupun janinnya.

  1. Waspadai penderita rubella di sekitar Anda

Ketika Anda dalam kondisi hamil dan memiliki anggota keluarga yang dicurigai menderita rubella, ada baiknya untuk mengurangi kontak terlebih dahulu dengan anggota keluarga tersebut. Hal ini terutama ketika Anda tidak yakin akan status imunisasi rubella yang tengah diderita. 

Beberapa di antara gejala rubella adalah demam ringan, nyeri otot, hidung berair, mata merah, teraba benjolan di leher dan belakang telinga, serta muncul ruam di seluruh tubuh. Ruam umumnya bermula di wajah, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Setelah mengurangi kontak, pastikan penderita menggunakan masker, mengingat virus rubella dapat menyebar ke udara ketika penderita batuk atau bersin. Praktikkan pula etiket bersin atau batuk, dengan menutup bersin dan batuk menggunakan siku tangan sebelah dalam.

  1. Pastikan daya tahan ibu hamil selalu dalam keadaan baik

Infeksi lebih mudah menyerang tubuh yang berada dalam kondisi lemah. Untuk itu, penting sekali agar mempertahankan daya tahan tubuh yang baik selama hamil.

Hal ini dapat dicapai dengan cara mengonsumsi makanan yang seimbang dan bergizi, minum cukup asupan cairan, serta beraktivitas fisik secara teratur (sesuai kemampuan dan usia kehamilan).

Kesimpulannya, vaksinasi MMR adalah kunci utama agar ibu hamil bisa terhindar dari rubella. Infeksi rubella saat hamil tidak dapat disepelekan dan harus dicegah, mengingat dampaknya yang fatal dan permanen terhadap janin.

[NP/ RVS]